My WordPress Blog

Perlawanan Yovita Berujung 17 Jahitan di Wajah

Peristiwa Penganiayaan di Semarang Timur

Pada hari Minggu (5/4/2026), sebuah kejadian mencekam terjadi di Jalan Halmahera Raya, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang. Seorang warga setempat, Yovita Haryanto (30), menjadi korban penganiayaan oleh komplotan penjambret yang tiba-tiba menyerang tepat di depan rumahnya. Kejadian ini berawal dari rencana Yovita untuk pergi ke gereja bersama rekannya, ACH.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.45 pagi. Saat itu, ACH sedang menunggu dibukakan pintu pagar rumah Yovita sambil menunggu. Dalam hitungan detik, dua pria berboncengan motor tiba-tiba berhenti di belakang ACH. Salah satu pelaku turun dan langsung mendekati ACH dengan niat merampas barang milik korban, seperti dompet dan telepon genggam.

Dalam situasi kritis, ACH sempat memberikan dompetnya kepada pelaku. Namun, keadaan memanas ketika Yovita keluar dari rumah dan mencoba membantu rekannya. Tindakan Yovita memicu aksi kekerasan dari pelaku. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat dorongan-dorongan hingga Yovita terjatuh bersama sepeda motornya ke sisi jalan.

Di tengah kekacauan, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan melukai Yovita. Bacokan senjata tajam itu mengenai pelipis hingga pipi korban. Setelah situasi mulai ramai dan korban memberikan perlawanan, kedua pelaku akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian.

Luka Serius dan Penanganan Medis

Akibat kejadian tersebut, Yovita mengalami luka serius di wajah dan tangan. Dia sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Halmahera sebelum akhirnya dirujuk untuk perawatan lanjutan. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa korban harus menjalani 17 jahitan akibat luka yang diderita.

Selain itu, rekan Yovita juga mengalami kerugian materi berupa uang tunai sekitar Rp 100 ribu. Seorang saksi di lokasi, Ujang (30), mengaku saat kejadian dia baru tiba untuk berjualan. “Saya baru datang jualan, tahu-tahu sudah ramai. Kirain tabrakan, ternyata katanya ada yang dibegal,” ujar Ujang.

Ujang sempat melihat kondisi korban setelah kejadian. “Korban sempat tergeletak, pegangin kepala. Banyak orang sudah berkerumun,” imbuh dia. Menurut dia, peristiwa itu terjadi sekitar pukul setengah tujuh pagi. Korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat menggunakan kendaraan seadanya.

Situasi di Lokasi Kejadian

Sementara itu, suasana di lokasi kejadian, pada Senin pagi, tampak sepi. Rumah korban dijaga aparat kepolisian. Keluarga korban memilih tidak memberikan keterangan karena masih dalam kondisi trauma.

Di sisi lain, aparat kepolisian telah bergerak melakukan penyelidikan. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi dan bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi. Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, mengatakan pihaknya kini tengah memburu pelaku. “Saat ini anggota sedang lidik pelakunya, perkembangan nanti kami informasikan,” ungkap dia.

Polisi juga meningkatkan patroli di kawasan tersebut guna mengantisipasi kejadian serupa, sekaligus menenangkan warga yang sempat resah akibat insiden tersebut. Hingga kini, dua pelaku yang terlibat dalam aksi penjambretan dan penganiayaan tersebut masih dalam pengejaran.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *