My WordPress Blog

Lini Serang PSM Makassar Kehilangan Kekompakan Saat Hadapi Persis Solo

PSM Makassar Masih Menghadapi Tantangan Pasca-Pertandingan

PSM Makassar masih memiliki banyak pekerjaan rumah setelah bermain imbang 1-1 melawan Persis Solo dalam pertandingan pekan ke-26 Super League 2025/2026. Meski hasil tersebut bisa dianggap sebagai kemenangan minor, namun ada beberapa masalah yang muncul dan perlu segera diperbaiki agar tim dapat kembali menunjukkan performa terbaiknya.

Masalah Utama yang Terlihat

Salah satu masalah utama yang muncul adalah akurasi passing dan kurangnya chemistry antara pemain lini serang. Hal ini membuat alur serangan PSM tidak maksimal, sehingga minim ancaman yang bisa diberikan ke gawang lawan. Kesalahan passing sering terjadi, terutama ketika pemain berada di area 16 meter lawan. Akibatnya, serangan kerap terhenti sebelum memasuki daerah pemenang.

Selain itu, lini serang PSM yang terdiri dari Jacques Medina, Dzaky Asraf, Rizky Eka, serta Savio Roberto belum terlihat padu. Mereka belum saling memahami bagaimana bola-bola yang ingin mereka mainkan. Kondisi ini wajar mengingat trio lini serang tersebut baru saja dimainkan bersama untuk pertama kalinya. Sebelumnya, lini serang PSM diisi oleh Alex Tank, Victor Dethan, dan Sheriddin Boboev.

Penilaian dari Pengamat Sepak Bola

Pengamat sepak bola Syamsuddin Umar menilai bahwa masalah yang dihadapi PSM Makassar bisa diperbaiki melalui latihan yang lebih intensif dan pemahaman taktik yang matang. Ia menekankan pentingnya pemain memahami skema permainan pelatih agar bisa menjalankan strategi dengan baik saat pertandingan berlangsung.

Menurut Syamsuddin, pelatih harus memiliki desain bermain yang jelas, termasuk bagaimana ketika menyerang, bertahan, maupun melakukan transisi. Para pemain juga harus memahami betul-betul materi yang diberikan. Di latihan, 80-90 persen tanggung jawab ada pada pelatih, tetapi di pertandingan, pemain harus bertanggung jawab penuh atas apa yang dilakukan.

“Pemain setelah masuk lapangan, 80-90 persen latihan diberikan bisa dicerna, sehingga pelatih di luar hanya mengoreksi,” katanya. Saat pertandingan, pelatih hanya memberikan instruksi dari pinggir lapangan, yaitu hal-hal yang perlu dibenahi.

Harapan untuk PSM Makassar

Syamsuddin Umar berharap PSM Makassar segera bangkit dan kembali ke jalur kemenangan. Menurutnya, hanya tiga poin secara konsisten yang bisa menyelamatkan klub dengan tujuh trofi kasta tertinggi sepak bola Indonesia agar bisa bertahan di Super League.

“Mudah-mudahan bisa lebih bagus lagi,” ujarnya. Ia berharap PSM bisa segera menemukan kembali semangat dan performa terbaiknya.

Pandangan dari Deputi Litbangwas

Sementara itu, Deputi Litbangwas The Macz Man Andi Makkarateng Hadi mengatakan bahwa bukan chemistry yang menjadi masalah utama tim kebanggaannya. Menurutnya, kompetisi tak lama lagi akan berakhir, dan tersisa delapan pertandingan. Masalah PSM Makassar lebih kepada mentalitas pemain.

“Ini murni kualitas dan mentalitas pemain yang tak memiliki dedikasi untuk PSM Makassar,” ujarnya. Oleh karena itu, ia meminta manajemen, pemain, dan suporter duduk bersama membahas situasi kritis yang dialami Laskar Ayam Jantan dari Timur.

Solusi perlu dicari bersama untuk mengembalikan permainan spartan penggawa PSM Makassar. “Mencari solusi dan menanamkan semangat pantang kalah,” tambahnya.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *