My WordPress Blog

Riga Perawat Joget Pakai Alat Pengeras Saat Dokter Operasi, Tetap Ditindak Meski Minta Maaf

Perawat yang Viral karena Joget Saat Operasi di RSUD Datu Beru Angkat Bicara

Seorang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru, Takengon, Aceh Tengah, akhirnya angkat bicara setelah aksinya viral di media sosial. Aksi tersebut terjadi saat tindakan operasi sedang berlangsung, dan perawat yang diketahui bernama Riga Septian Bahri (RA) tampak asyik menari mengikuti alunan musik DJ.

Aksi yang Dianggap Tidak Etis

Dalam video yang beredar, RA terlihat berjoget sambil membawa alat pengeras suara ke dalam ruang operasi. Ia juga terlihat mengalungkan botol cairan infus di lehernya sambil terus menari. Hal ini menimbulkan reaksi dari para dokter yang sedang melakukan pembedahan. Salah satu dokter tampak menggelengkan kepala, sementara dua lainnya sesekali menatap keheranan melihat perilaku RA.

Menurut Direktur RSUD Datu Beru, dr. Gusnarwin, tindakan RA merupakan pelanggaran disiplin dan etika profesi yang sangat serius. “Kami telah melakukan rapat internal dan memanggil yang bersangkutan. Kami juga akan melaporkan permasalahan ini kepada BKPSDM Aceh Tengah agar saudara RA dapat diproses sesuai aturan kepegawaian,” ujar Gusnarwin.

Permintaan Maaf dan Penjelasan dari RA

Setelah menuai kecaman publik, RA akhirnya memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka. Dalam rekaman video yang diterima tim redaksi, ia mengaku menyesali perbuatannya. “Saya Riga Septian Bahri perawat kamar operasi, terkait video viral joget-joget itu spontan dari saya sendiri. Tidak ada maksud politik dan menyindir siapa pun,” ucap Riga.

Ia juga memohon maaf kepada pihak rumah sakit dan seluruh masyarakat Indonesia yang merasa terganggu dengan konten tersebut. Riga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang mencederai dunia medis itu lagi.

Proses Pendisiplinan Tetap Berjalan

Meski sudah meminta maaf, proses pendisiplinan tetap berjalan. Per Kamis (2/4/2026), dr. Gusnarwin menyatakan telah mengembalikan Riga kepada Badan Kepegawaian Pelatihan, Pendidikan, dan Pelatihan dan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Aceh Tengah untuk ditindaklanjuti sesuai hukum kepegawaian yang berlaku. “Dia itu inisiatif sendiri. Sebagai instansi, kami tidak terima, tidak ditoleransi. Kami anggap ini kelalaian dan sudah kami diskusikan dengan atasan untuk diberikan hukuman,” tegas Gusnarwin melalui sambungan telepon WhatsApp.

Video yang Viral di Media Sosial

Video aksi RA yang viral di media sosial awalnya diunggah oleh akun Instagram Lingkaran Gayo pada Rabu (1/4/2026). Dalam video tersebut, tampak tiga orang dokter sedang melakukan operasi terhadap seorang pasien dengan mengenakan baju operasi kamar berwarna hijau. Namun, di sela operasi, RA tampak berjoget diiringi sebuah iringan musik DJ yang diduga menggunakan alat pengeras suara.

Komentar di akun Instagram Lingkaran Gayo tersebut tampak dibanjiri kritikan netizen terhadap perilaku RA. Sementara itu, Kepala RSU Datu Beru Takengon, Gusnarwin, menyebut bahwa nama RA sudah diserahkan ke Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Setdakab Aceh Tengah untuk ditindak sesuai peraturan perundang-undangan.

Harapan Pihak Manajemen

Pihak manajemen berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pegawai rumah sakit agar senantiasa menjaga integritas dan citra pelayanan publik di Aceh Tengah. “Kami sudah imbau kepada seluruh pegawai agar menjaga citra instansi dan tidak boleh terulang,” tuturnya.


Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *