My WordPress Blog

Niat Jenguk Kakak Sakit Berujung Tewas di Sungai Citanduy

Niat Mulia Berujung Tragedi

Seorang lansia asal Singapura, SS (80), yang datang ke Jakarta untuk menjenguk kakaknya yang sedang sakit, justru menjadi korban pembunuhan berencana yang sangat sadis. Jasadnya dibuang dan dicor di Sungai Citanduy, Cilacap, Jawa Tengah, dengan tujuan menghilangkan jejak. Kasus ini sempat menghebohkan warga Kecamatan Wanareja pada Jumat (20/2/2026) lalu, dan akhirnya menemukan titik terang setelah polisi memastikan bahwa korban adalah SS, WNA Singapura yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Jakarta Pusat.

Tinggal Sementara di Tanah Abang Demi Sang Kakak

Berdasarkan keterangan dari salah satu anggota keluarga, SS sejatinya bermukim di Singapura. Kedatangannya ke Indonesia murni dilandasi rasa kekeluargaan. “Korban menetap atau tinggal di Singapura, dan datang ke Jakarta untuk menjenguk kakaknya yang sedang sakit, umur 93 tahun,” ujar anggota keluarga yang enggan menyebutkan nama, kepada Warta Kota, Sabtu (28/3/2026).

Selama berada di Jakarta, SS menumpang di kediaman keponakannya karena tidak memiliki rumah pribadi di ibu kota. Tempat ini selalu menjadi persinggahannya setiap kali berkunjung. “Korban pada saat datang ke Jakarta, tinggalnya di Tanah Abang,” sambung pihak keluarga tersebut.

Keluarga juga menambahkan rekam jejak korban yang sudah sering bolak-balik ke Indonesia. “Kurang lebih sejak akhir tahun 1970an. Pekerjaan korban sebelumnya bisnis,” tuturnya.

Identitas Terungkap dari Laporan Orang Hilang

Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono, mengungkapkan bahwa identitas jasad yang dicor tersebut berhasil dipastikan setelah pihaknya berkoordinasi intensif dengan kepolisian di Jakarta. “Dari hasil koordinasi, kami menemukan kecocokan antara korban dengan laporan orang hilang di Jakarta,” kata Kombes Pol Budi Adhy Buono, Sabtu (28/3/2026).

Penyelidikan mendalam Polresta Cilacap mengungkap fakta mengejutkan di balik pembunuhan keji ini. Tragedi ini ternyata dipicu oleh masalah asmara dan kecemburuan. Kapolresta menjelaskan bahwa dalang pembunuhan berinisial A alias E (kini buron) merasa cemburu buta. Korban diduga dijebak dengan dalih diajak bertemu perempuan yang disukainya di sebuah rumah kontrakan di Sukabumi.

“Motifnya karena cemburu, korban suka dengan pacarnya A alias E yang kini DPO (Daftar Pencarian Orang),” ungkap Budi.

Rencana Pembunuhan yang Matang

Rencana pembunuhan ini tidak dilakukan secara spontan, melainkan sudah dipersiapkan secara matang oleh para pelaku. “Tersangka menyewa rumah tersebut baru satu bulan, sudah direncanakan untuk pembunuhan,” kata Budi.

Dalam eksekusinya yang terjadi pada 16 Februari 2026 sekitar pukul 19.30 WIB, pelaku H bertugas memukul korban menggunakan batang bambu, sementara pelaku K membekap mulut korban agar tidak berteriak. Setelah korban tak berdaya, tubuh lansia tersebut dililit lakban, dibungkus sprei dan plastik, lalu dilapisi adonan semen.

Dua Pelaku Ditangkap, Otak Pembunuhan Diburu

Hingga saat ini, polisi telah berhasil meringkus dua eksekutor. Keduanya berinisial H dan K, yang diamankan pada Rabu (25/3/2026) malam di wilayah Cilacap. “Kami telah menangkap dua orang pelaku, sedangkan satu lainnya yang diduga sebagai otak kejahatan masih dalam pencarian,” tegas Budi.

Para pelaku terbukti bertindak sadis. Setelah membunuh korban, mereka tidak langsung membuang jasadnya. “Setelah dieksekusi, korban sempat dibawa berkeliling sebelum akhirnya dibuang di Sungai Citanduy,” jelas Budi.

Atas perbuatan keji tersebut, para pelaku kini harus berhadapan dengan hukum dan dijerat Pasal 459 KUHP. Mereka terancam hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *