My WordPress Blog

Upacara pertama usai Lebaran, Daeng Manye Minta Tak Ada Lagi Keterlambatan

Apel Gabungan Pascapergantian Tahun Ajaran di Kabupaten Takalar

Pada hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye langsung memimpin apel gabungan lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar. Acara ini digelar pada Senin (30/3/2026) di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman No 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Daeng Manye hadir sejak pukul 07.15 WITA mengenakan seragam khaki lengkap dengan topi ASN. Ia didampingi oleh Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin serta Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar Muhammad Hasbi. Sejak pagi, ribuan peserta apel telah memadati lokasi kegiatan. Tercatat sekitar 4.000 peserta mengikuti apel gabungan tersebut. Mereka terdiri dari ASN, PPPK, hingga PPPK paruh waktu dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, dan kelurahan.

Barisan peserta tampak tertata rapi sesuai dengan instansi masing-masing. Personel Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Takalar menempati barisan paling ujung sebelah barat. Barisan tersebut diikuti oleh OPD, camat, lurah, serta instansi lainnya. Sementara itu, barisan kepala dinas berada di sebelah selatan tepat di belakang mimbar pimpinan apel. Adapun barisan camat menempati sisi timur lapangan upacara.

Dari segi atribut, para peserta apel mengenakan seragam sesuai ketentuan instansi masing-masing. ASN dan PPPK terlihat menggunakan pakaian khaki dan PDH instansi. Personel Satpol PP mengenakan seragam khaki kehijauan. Dinas Perhubungan memakai baju putih dengan celana biru navy. Sedangkan petugas Damkar tampil dengan seragam biru dan celana hitam.

Meski sebagian besar hadir tepat waktu, masih terdapat sekitar 15 ASN yang datang terlambat. Tiga orang terlihat berada di trotoar depan Kantor Bupati Takalar. Sementara sisanya berada di area kantin di samping tembok kantor bupati.

Penekanan Bupati Takalar tentang Kolaborasi dan Disiplin

Dalam amanatnya, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menekankan pentingnya memperbaiki hubungan kerja usai momentum Lebaran. Ia meminta seluruh ASN untuk menghilangkan sekat-sekat internal atau yang ia sebut sebagai “silo-silo”.

“Setelah momentum halal bihalal ini, saya minta kita semua fokus bekerja dan menghilangkan ‘silo-silo’ di antara kita. Jika selama ini ada sekat, perasaan kurang baik, atau tidak saling menyapa, maka hari ini semua itu harus kita akhiri. Tidak ada lagi ketersinggungan, tidak ada lagi prasangka. Semua harus kembali solid dan saling mendukung,” tegas Daeng Manye.

Ia juga mengingatkan pentingnya kembali fokus pada pekerjaan utama. “Segera buka kembali seluruh file pekerjaan. Periksa arsip-arsip lama yang belum tersentuh. Identifikasi pekerjaan yang tertunda dan selesaikan. Kita tidak boleh lagi menunda-nunda pekerjaan,” lanjutnya.

Menurutnya, suasana kerja yang harmonis dan kolaboratif menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Usai amanat, suasana apel berubah lebih dinamis. Bupati Takalar kemudian memimpin yel-yel dengan slogan “Takalar Cepat”. Ia bahkan memanggil satu per satu peserta apel untuk maju menjadi pemimpin yel-yel.

Beberapa pejabat yang ditunjuk di antaranya Lurah Bajeng Kaharuddin, Lurah Rajaya Muhammad Nasir, dan Lurah Sabintang M Arfa. Ketiganya secara bergantian memimpin yel-yel di hadapan ribuan peserta apel. Dari beberapa yang tampil, Daeng Manye secara khusus memuji Lurah Rajaya Muhammad Nasir. Ia menilai Muhammad Nasir lebih tegas dalam memimpin yel-yel dibanding peserta lainnya.

Apel gabungan hari pertama kerja ini berlangsung tertib dan penuh semangat. Momentum pasca-Lebaran ini menjadi titik awal penguatan disiplin dan kinerja ASN di Kabupaten Takalar. Dengan penekanan pada kolaborasi, fokus kerja, dan percepatan penyelesaian tugas, diharapkan pelayanan publik semakin optimal ke depan.


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *