Kabar Terkini: Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Teluk Arab
Dua kapal Pertamina, yaitu PIS VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di Teluk Arab dan belum bisa melintasi Selat Hormuz. Peristiwa ini terjadi akibat ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran untuk mempercepat proses keluarnya dua kapal tersebut. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mawengkang, mengungkapkan bahwa ada tanggapan positif dari pihak Iran terkait masalah ini.
Koordinasi Intensif dengan Pihak Iran
Yvonne menjelaskan bahwa koordinasi antara Kemlu RI dan KBRI Tehran telah berjalan sejak awal. Proses ini tidak hanya terbatas pada komunikasi, tetapi juga berkembang hingga tahap teknis dan operasional. Saat ini, pihak terkait sedang menindaklanjuti tanggapan positif dari Iran.
Sebagai informasi, pemerintah Iran telah memberikan syarat bagi kapal-kapal non-hostile (tidak bermusuhan) yang ingin melintasi Selat Hormuz. Syarat ini diajukan oleh Kementerian Luar Negeri Iran ke Organisasi Maritim Internasional (IMO). Syarat utama yang diberikan adalah bahwa kapal yang melintasi harus tidak berpartisipasi atau mendukung agresi terhadap Iran.
Profil Kapal Gamsunoro
Gamsunoro adalah salah satu dari dua kapal Pertamina yang masih tertahan di Teluk Arab. Kapal ini memiliki spesifikasi yang cukup besar, dengan panjang keseluruhan 228,6 meter dan deadweight tonnage (DWT) sebesar 104.280 DWT. Kapal ini beroperasi di perairan internasional seperti Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika sejak tahun 2021.
Kapal ini juga dilengkapi dengan teknologi air ballast yang ramah lingkungan dan termasuk dalam kategori eco-ship. Gamsunoro digolongkan sebagai kapal Aframax, yaitu kapal minyak berkukuran menengah dengan biaya operasi yang lebih rendah dan fleksibilitas pergerakan yang tinggi.
Pada 2024 lalu, Gamsunoro berhasil melewati Laut Merah saat kelompok Houthi Yaman sedang aktif beroperasi. Setelah itu, kapal ini melanjutkan perjalanan melalui Terusan Suez menuju perairan Amerika Serikat.
Profil Kapal Pertamina Pride
Pertamina Pride adalah kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC), yang merupakan kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar. Kapal ini dibangun di Galangan Japan Marine United (JMU) sejak tahun 2018 dan diresmikan pada 9 Februari 2021. Panjang keseluruhan kapal adalah 329,904 meter, dengan total berat kotor (Gross Tonnage) sebesar 157.116 ton.
Pertamina Pride memiliki deadweight tonnage (DWT) sebesar 301.000 DWT dan kapasitas kargo mencapai 2 juta barel. Kapal ini memiliki desain single screw driven single deck type, yang berarti memiliki baling-baling tunggal dan lambung kapal dengan satu dek utama serta tangki kargo di bawahnya.
Nomor IMO Pertamina Pride adalah 9888493. Saat ini, kapal ini sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri Indonesia.
Status Terkini dan Harapan
Sampai saat ini, kedua kapal Pertamina masih tertahan di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. Meskipun ada tanggapan positif dari Iran, proses penyelesaian masih memerlukan waktu dan koordinasi yang intensif antara pihak-pihak terkait.











