Perubahan Sikap Rismon Sianipar dalam Kasus Ijazah Jokowi
Rismon Sianipar, seorang tokoh yang sebelumnya menjadi bagian dari kelompok penggugat ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo, akhirnya memutuskan untuk mundur dari kubu Roy Suryo dan rekan-rekannya. Keputusan ini diambil setelah ia mengakui bahwa ijazah Jokowi adalah asli dan memilih untuk mengajukan restorative justice (RJ) sebagai langkah penyelesaian konflik.
Dian Sandi Utama, anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menilai bahwa tindakan Rismon Sianipar tersebut merupakan pilihan realistis. Menurut Dian, tidak ada hakim yang akan memutuskan bahwa ijazah Jokowi palsu. Hal ini membuat Rismon memilih untuk menyatakan keaslian ijazah tersebut dan mengajukan RJ dalam kasus yang sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya.
Perubahan sikap Rismon ini memicu berbagai respons dari warganet di media sosial. Beberapa menilai bahwa langkah Rismon adalah bentuk pengakuan atas ketidakbenaran tudingan yang sebelumnya ia ajukan. Selain itu, Rismon juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada Jokowi dan keluarga serta melakukan beberapa langkah seperti mengunjungi kediaman Jokowi di Solo dan Istana Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dugaan Ijazah Rismon Sendiri Bermasalah
Selain isu ijazah Jokowi, muncul dugaan bahwa ijazah S2 dan S3 milik Rismon Sianipar dari Universitas Yamaguchi juga bermasalah. Ketua Jokowi Mania, Andi Azwan, mengungkap bahwa pihak Universitas Yamaguchi tidak mengenal Rismon sebagai lulusan kampus tersebut. Andi juga menyebut bahwa Rismon tidak bisa berbicara bahasa Jepang saat ia menjalani tes, yang menjadi salah satu indikasi ketidaksesuaian dengan klaimnya sebagai lulusan universitas di Jepang.
Andi Azwan mengatakan bahwa ia sudah menduga ijazah Rismon palsu sejak 7 bulan lalu. Ia bahkan menyebut bahwa rekan-rekannya telah pergi ke Jepang untuk mencari informasi lebih lanjut tentang Rismon di Universitas Yamaguchi. Hasilnya, pihak universitas memberikan jawaban bahwa mereka tidak mengenal Rismon sebagai lulusan kampus tersebut.
“Kita sudah berkorespondensi dengan pihak Universitas Yamaguchi dan mendapatkan informasi email balik juga, semua tidak mengenal yang namanya Rismon Hasiholan Sianipar sebagai graduate dari Yamaguchi University,” ujar Andi.
Penilaian Zulkifli S. Ekomei: Rismon Bukan Pengkhianat
Aktivis senior dr. Zulkifli S. Ekomei menyebut bahwa Rismon Sianipar bukanlah pengkhianat meskipun ia berbalik arah dalam menyatakan ijazah Jokowi sebagai asli. Menurut Zulkifli, langkah Rismon adalah bagian dari skenario penyusupan tingkat tinggi yang sukses dijalankan. Ia menilai bahwa Rismon sejak awal adalah orang yang disusupkan ke kubu Roy Suryo cs.
“Sejak awal saya curiga dengan orang ini (Rismon Sianipar), dengan sosok ini saya curiga. Kenapa? Karena dia maki-maki mantan Kapolri, maki-maki Mendagri, tapi tidak diapa-apakan,” kata Zulkifli.
Zulkifli juga menemukan hubungan antara Rismon dan Otto Hasibuan, ayah Yakub Hasibuan, ketua tim pengacara Jokowi. Rismon pernah menjadi saksi ahli yang meringankan dalam kasus kopi sianida Jessica Kumala Wongso. Dari situ, Zulkifli merasa bahwa tidak mungkin tidak ada hubungan antara Rismon dan tim hukum Jokowi.
Tantangan dan Tindakan Lanjutan
Meski Rismon telah meminta maaf dan mengajukan RJ, Andi Azwan menegaskan bahwa masih ada dua kasus yang tertinggal terkait Rismon. Pertama, kasus dugaan ijazah S2 dan S3 yang diduga palsu. Kedua, masalah lain yang mungkin masih terkait dengan aktivitas Rismon sebelumnya.
Andi menyatakan bahwa ia tidak keberatan jika Jokowi menyetujui RJ yang diajukan oleh Rismon. Namun, ia tetap menekankan bahwa kasus-kasus lain harus tetap dipertimbangkan dan diselesaikan secara hukum.
Kesimpulan
Perubahan sikap Rismon Sianipar dalam kasus ijazah Jokowi menunjukkan dinamika yang kompleks dalam dunia politik dan hukum. Meski ia mengakui kesalahan dan meminta maaf, masih ada pertanyaan besar terkait keterlibatan Rismon dalam berbagai kasus lain. Langkahnya untuk mengajukan RJ menunjukkan upaya untuk memperbaiki hubungan dan menjaga keharmonisan, namun tantangan hukum dan etika tetap menjadi hal yang perlu dipertimbangkan.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











