My WordPress Blog

Gibran Kirim Parcel ke Rismon Sianipar, Ini Alasan Kuasa Hukum Roy Suryo Marah: Penghinaan

Parsel Gibran dan Reaksi yang Mengguncang

Parsel yang dikirimkan oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, kepada Rismon Sianipar, ahli telematika yang terlibat dalam kasus ijazah Joko Widodo (Jokowi), menimbulkan reaksi beragam di kalangan publik. Tidak hanya dianggap sebagai bentuk empati, pemberian parsel tersebut justru dinilai sebagai sindiran yang menyakitkan oleh kubu Roy Suryo.

Momen yang Dianggap Merendahkan Martabat

Kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, mengungkapkan bahwa pemberian parsel tidak hanya dianggap sebagai tanda penghormatan, tetapi juga sebagai simbol yang sarat makna sindiran. Ia menyatakan bahwa Rismon seharusnya dihargai secara intelektual, bukan melalui simbol yang dianggap merendahkan.

“Kita tafsirkan parsel ini bukan sebuah penghargaan penghormatan, tapi penghinaan terhadap Rismon,” ujarnya, Kamis (19/3/2026). Menurutnya, momen penyerahan parsel juga memperkuat tafsir tersebut. Rismon disebut tidak dipersilakan masuk ke dalam Istana Wakil Presiden usai menerima bingkisan, yang kemudian dilihat oleh publik dan kamera.

Persepsi Negatif terhadap Rismon

Khozinudin menilai bahwa Rismon, yang seharusnya dihargai sebagai seorang ahli, justru dianggap seperti “robot yang diremot dari Solo”. Ia bahkan menyatakan bahwa Rismon tidak memiliki martabat sama sekali, karena telah mengakui kesalahan dan melakukan restorative justice.

“Sementara Rismon dia harus disuruh keliling-keliling dulu datang ke Wapres, minta maaf,” paparnya. Ia juga meragukan proses hukum yang sedang berjalan, karena sebelumnya kasus Eggi dan Damai dapat diselesaikan lebih cepat.

Gaya Komunikasi Gibran yang Santai

Di sisi lain, langkah Gibran mengirimkan parsel bisa dibaca dalam konteks gaya komunikasinya yang dikenal santai dan simbolik di ruang publik. Sebagai figur politik yang kerap merespons isu dengan gestur sederhana, mulai dari kiriman barang hingga respons non-formal, aksi ini bisa dilihat sebagai bagian dari branding politiknya.

Namun dalam kasus Rismon, simbol tersebut justru ditangkap berbeda oleh pihak lawan. Alih-alih mencairkan suasana, parsel itu dianggap sebagai sindiran halus yang mempertegas posisi kuasa.

Proses Hukum yang Masih Berjalan

Di tengah perdebatan ini, proses hukum tetap berjalan di Polda Metro Jaya. Permohonan restorative justice yang diajukan Rismon telah diterima dan kini difasilitasi penyidik. Namun, apakah sekeranjang parsel mampu menutup luka debat panjang ijazah Jokowi, atau justru menjadi bahan bakar baru bagi perseteruan yang kian personal?

Gestur Gibran Saat Bertemu Rismon

Gestur Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming saat bertemu dengan tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rismon Sianipar di Istana Wapres, Jakarta pada Jumat (13/3/2026), terungkap. Rismon Sianipar mendatangi Istana Wapres setelah mendapat undangan khusus dari Gibran pada Kamis (12/3/2026).

Saat itu Rismon tengah berada di Solo, Jawa Tengah usai mendatangi kediaman Jokowi di Sumber. Saat akan istirahat di hotel, tiba-tiba Rismon dihubungi untuk bisa menemui Wapres Gibran di Istana. Rismon pun bertolak ke Jakarta menggunakan kereta api.

Pertemuan keduanya digelar selama sekitar 50 menit dan berlangsung tertutup. Gibran turut mengantar Rismon keluar dari pintu Kantor Wapres sambil berbincang singkat. Di momen itu, Rismon kemudian menyalami tangan Gibran sambil membungkukkan badan. Setelahnya, Gibran pun merangkul Rismon.

“Pokoknya kita ini saudaraan, sudah enggak ada apa-apa lagi,” ucap Gibran sambil merangkul Rismon. Selanjutnya, Gibran memberi gestur kepada stafnya untuk mengeluarkan hampers atau bingkisan Lebaran dan memberikannya kepada Rismon.

Janji Rismon untuk Menebus Kesalahan

Rismon berjanji akan menuliskan buku untuk merevisi buku Jokowi’s White Paper dan Gibran Endgame yang diterbitkan sebelumnya. Janji itu diucapkan Rismon saat bertemu dengan putra sulung Jokowi yang juga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di istana Wapres pada Jumat (13/3/2026).

Rismon mengakui apa yang dituliskan dalam buku Jokowi’S White Paper adalah sebuah kekeliruan. Karena itu secara gentlement dia meminta maaf kepada Jokowi, keluarganya dan rakyat Indonesia.

“Inilah tanggung jawab saya. Makanya saya katakan sebagai peneliti dan penulis jika ada yang salah koreksi. Kalau tidak dikoreksi orang lain juga welcome begitu,” katanya. Rismon mengaku siap jika dia akhirnya dianggap pengkhianat dan dicaci maki.

“Saya katakan tadi kepada Mas Wapres ya, penebusan saya atas semua hirup pikuk ini baik disebabkan oleh saya maupun yang lain itu akan saya tebus kepada keluarga Mas Wapres dan terutama kepada Pak Joko Widodo,” katanya.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *