My WordPress Blog

Harga pangan stabil saat Ramadan, ini komentar Prabowo

Pemerintah Siap Menghadapi Dampak Gejolak di Timur Tengah

Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan diri menghadapi potensi dampak gejolak yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Kesiapan ini dilakukan sejak awal Ramadan, dengan fokus pada stabilitas harga pangan di dalam negeri.

Sektor pangan tetap menjadi prioritas utama karena bisa terpengaruh oleh perubahan harga global. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jajarannya telah berupaya keras untuk menjaga dan mengendalikan harga pangan selama bulan suci ini. Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap hasil kerja sama yang telah terbentuk.

“Kami yakin bahwa kita sedang melakukan pekerjaan yang baik,” ujar Presiden dalam tayangan video ‘Presiden Prabowo Menjawab!!!’.

Visi Swasembada Pangan

Presiden Prabowo menekankan pentingnya ketersediaan pangan sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Ia menilai bahwa masalah pangan adalah isu yang sering kali menjadi inti dari berbagai konflik sosial dan politik.

“Sumber pangan harus terjamin agar bangsa ini bisa merdeka,” ujarnya saat berdiskusi dengan para pakar dan jurnalis. Inspirasi dari visi swasembada pangan ini berasal dari langkah-langkah awal yang dilakukan oleh Presiden pertama RI, Soekarno. Di masa awal kemerdekaan, fokus pembangunan terutama pada sektor pangan dan pertanian.

“Seperti yang disampaikan Bung Karno, pangan adalah hal yang paling mendesak. Karena perut yang lapar tidak bisa menunggu,” katanya.

Kesiapan Pemerintah dalam Mengelola Harga Pangan

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, memastikan bahwa fluktuasi harga pangan selama Ramadan hingga Idulfitri tetap terkendali. Indonesia telah mencapai swasembada pada 9 komoditas pangan pokok strategis.

“Kami menjaga agar harga tidak naik secara berlebihan. Jika ada yang menaikkan harga, kami akan cabut izinnya dan melarang impor,” ujarnya.

Program Intervensi Pangan

Pemerintah juga telah mengimplementasikan beberapa program intervensi pangan untuk memastikan ketersediaan dan harga yang wajar. Beberapa di antaranya adalah:

  • Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras

    Sampai 19 Maret, realisasi penjualan SPHP beras telah mencapai 42,3 ribu ton. Target tahun ini adalah 828 ribu ton. Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 4,97 triliun.

  • Gerakan Pangan Murah (GPM)

    Realisasi GPM nasional selama Maret mencapai 789 kali di berbagai lokasi. Terdapat GPM khusus yang menyediakan daging ayam beku berkualitas premium dengan harga sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP). Program ini tersedia di lebih dari 1.200 outlet di 17 provinsi.

  • Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

    Perum Bulog telah mulai mendistribusikan bantuan pangan kepada total 33,2 juta penerima. Distribusi dilakukan secara serentak di 565 cabang Bulog se-Indonesia.

Indikator Inflasi Pangan

Inflasi komponen harga bergejolak atau inflasi pangan bulanan pada Februari 2026 berada di 2,50 persen. Sementara inflasi pangan tahunan mencapai 4,64 persen. Target pemerintah untuk inflasi volatile food adalah antara 3 hingga 5 persen, sehingga situasi tersebut masih dalam kondisi wajar.

Capaian ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga meskipun ada tekanan ekonomi.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *