My WordPress Blog

Kades Hoho Dihajar Massa LSM di Balai Desa Karena Nilai Jeblok

Kades Hoho Alkaf Dikeroyok Massa, Pemilihan Perangkat Desa Jadi Sorotan

Sosok Kades Hoho Alkaf, yang juga dikenal dengan nama lengkap Welas Yuni Nugroho, kini menjadi sorotan publik setelah video pengeroyokannya oleh massa beredar di media sosial. Insiden tersebut menimbulkan perhatian luas terhadap proses pemilihan perangkat desa di Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Purwasaba merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah kecamatan tersebut. Sejak tahun 2019, Hoho telah menjabat sebagai Kepala Desa Purwasaba. Namun, masa jabatannya kini tengah diuji akibat konflik yang muncul dari para anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tidak puas dengan hasil seleksi pemilihan perangkat desa.

Beberapa anggota LSM mengeluh bahwa nilai seleksi dinilai tidak adil dan memicu kemarahan mereka. Akhirnya, ratusan anggota LSM melakukan unjuk rasa di Balai Desa Purwasaba pada Selasa (11/3/2026). Awalnya, aksi ini direncanakan sebagai bentuk penyampaian aspirasi, namun berubah menjadi insiden kekerasan.

Hoho mengungkapkan bahwa saat ia hendak meninggalkan lokasi, ia tiba-tiba diserang oleh massa. Ia mengalami luka dan kerusakan atribut kedinasan. “Waktu saya baru keluar dari pintu aula, sebelum dikawal, langsung pukulan menghujani dari belakang, samping, dan depan. Kacamata saya sampai remuk karena dipukul dari depan,” ujarnya melalui akun Instagram pribadinya @hoho_alkaf.

Serangan itu menyebabkan kacamata Hoho pecah, pakaian dinasnya robek, serta atribut namanya terlepas. “Logo atribut saya juga pada rogol. Papan nama jatuh karena ketarik-tarik,” tambahnya.

Menurut Hoho, aksi anarkis tersebut dipicu oleh kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos seleksi karena nilainya jeblok. Meski massa menuntut agar seleksi diulang, Hoho tetap mempertahankan pendiriannya bahwa proses seleksi telah dilakukan sesuai aturan.

“Mereka nilainya di bawah, tapi maunya diulang. Kita kiblatnya regulasi, tapi mereka tetap tidak mau tahu. Tidak mungkin hasil seleksi dibatalkan hanya karena tekanan pihak tertentu,” tegasnya.

Hoho juga menjelaskan bahwa video viral yang beredar tidak menampilkan seluruh peristiwa. Menurutnya, momen pengeroyokan dari awal tidak terekam secara utuh. “Di video itu memang suruh keluar semua, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Dan ada yang bilang saya tidak dikeroyok. Memang di video itu saya sudah diamankan karena sudah di belakang mobil,” jelasnya.

Selain itu, Hoho menyoroti kinerja aparat kepolisian di lokasi kejadian. Menurutnya, petugas kurang sikap dalam memberikan perlindungan kepadanya, sehingga aksi anarkis terjadi. Atas insiden tersebut, Hoho akan mencari perlindungan hukum dan keadilan hingga ke Propam Mabes Polri.

“Saya pejabat pemerintah sudah melaksanakan pekerjaan sebaik-baiknya. Saya minta keadilan kepada Camat, Bupati, hingga Propam Mabes Polri,” terangnya.

Profil Kades Hoho Alkaf

Hoho lahir di Banjarnegara pada 11 Juni 1983. Ia adalah putra dari Siswoyo Siswoharsono dan Hartati. Ayahnya, Siswoyo, merupakan anggota DPRD Banjarnegara yang menjabat selama empat periode. Siswoyo juga pernah menjabat sebagai Kepala Desa Purwasaba pada periode 1990–1998.

Meski sempat dikenal sebagai anak ‘nakal’ saat masa sekolah, Hoho berhasil menyelesaikan pendidikannya hingga jenjang perguruan tinggi. Ia lulus S1 Hukum di Universitas Islam Sultan Agung Semarang, kemudian melanjutkan S2 di Universitas Jenderal Soedirman dengan jurusan yang sama.

Setelah menamatkan pendidikannya, Hoho mengikuti jejak sang ayah dengan menjadi Kepala Desa Purwasaba. Ia maju kembali dalam Pilkades 31 Juli Tahun 2019, bersaing dengan dua calon lainnya, yaitu Bondan Apriyanto dan Huru Purwanto. Hoho keluar sebagai pemenang dengan perolehan 1.899 suara.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *