Pengalaman Traumatik Andrie Yunus Akibat Penyiraman Air Keras
Teriakan kesakitan Andrie Yunus setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal di Jalan Salemba I, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam, membangunkan warga di sekitar lokasi kejadian.
Salah seorang warga, Temu (42), mengaku terbangun setelah mendengar teriakan keras Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan tersebut.
“Saya lagi tidur. Terus kok dengar teriakan. Lalu lamat-lamat bangun saya dengar kok teriak-teriak terus. Teriakan keras,” kata Temu saat ditemui di lokasi, Jumat (13/3/2026) malam.
Temu kemudian keluar dari kamar dan melihat sejumlah warga telah berkerumun dekat Jembatan Talang yang mengarah ke kawasan Tugu Proklamasi, Menteng. Warga mengatakan ada seseorang menjadi korban penyiraman air keras, namun korban sudah meninggalkan lokasi sebelum polisi tiba.
“Kata warga sudah pergi korbannya. Setelah itu warga masih ada di lokasi. Baru sekitar mau masuk waktu sahur, itu ada polisi datang ke lokasi,” ungkap Temu.
Sifat Cairan yang Sangat Korosif
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Muhammad Isnur, menyebut cairan yang diduga air keras tersebut bersifat sangat korosif.
Cairan ini tidak hanya melukai tubuh Andrie Yunus tetapi juga merusak motor yang dikendarainya, hingga speedometer melepuh.
“Jadi dicurigai ini adalah asam yang memang (menyebabkan) melepuh. Bajunya langsung terbakar. Bahkan speedometer motornya pun melepuh,” ungkap Isnur.
Andrie segera dibawa ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, di mana sekitar 20 dokter langsung menangani korban. Jumlah dokter bertambah menjadi 22 pada Jumat (13/3/2026), termasuk spesialis mata, saraf, THT, kulit, organ dalam, dan forensik.
Luka Bakar yang Parah
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan luka bakar Andrie Yunus mencapai 24 persen di bagian kanan tubuh, mulai dari kepala hingga badan, dengan bagian mata menjadi yang paling memprihatinkan.
“(Para dokter) sebenarnya mencoba untuk melihat bagaimana efek dari korosi zat asam (dari air keras). Tapi secara garis besar diagnosa primernya, seperti yang tadi disampaikan, ada 24 persen luka bakar di bagian kanan tubuh Andrie,” jelas Dimas.
“Mulai dari kepala sampai bagian badan, itu mengalami luka bakar yang serius. Lalu yang paling memprihatinkan tentu bagian matanya,” lanjutnya.
Kronologi Awal Peristiwa
Sebelumnya diberitakan, Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam. Menurut Dimas, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.37 WIB ketika korban sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba IāTalang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Saat melintas di lokasi, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021 mendekati korban dari arah berlawanan di Jalan Talang atau Jembatan Talang.
“Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang,” ujar Dimas dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.
Dimas menjelaskan, pelaku yang bertindak sebagai pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam. Sementara itu, pelaku yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.
“Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban,” tutur Dimas.
Akibat serangan tersebut, Andrie langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan sepeda motornya. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis darurat karena mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata.
Informasi Tambahan











