My WordPress Blog

Hattrick KPK di Jawa Tengah, 3 Bupati Ditangkap dalam 3 Bulan

Penangkapan Bupati Cilacap dalam Operasi Tangkap Tangan KPK

KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang mengakibatkan penangkapan seorang kepala daerah di Jawa Tengah. Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, ditangkap dalam OTT yang dilakukan di lingkungan Setda Kabupaten Cilacap pada Jumat (13/3/2026). Penangkapan ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.

Dengan penangkapan ini, Syamsul menjadi kepala daerah ketiga di Jawa Tengah yang terjaring OTT KPK pada awal 2026. Sebelumnya, Bupati Pati Sudewo dan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq juga ditangkap dalam kasus serupa.

Bupati Pati Sudewo Terkena OTT KPK

Bupati Pati, Sudewo, pertama kali ditangkap dalam OTT KPK pada Selasa (20/1/2026). Ia dinyatakan sebagai tersangka atas dugaan pemerasan terhadap perangkat desa di Kabupaten Pati. Selain itu, ia juga diduga terlibat dalam suap proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

Penangkapan Sudewo dilakukan setelah KPK melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang yang terlibat. Dugaan pemerasan ini bermula dari rencana pengisian jabatan perangkat desa yang dibahas oleh Sudewo dan timnya pada November 2025. Saat itu, Kabupaten Pati sedang merencanakan pembukaan formasi jabatan perangkat desa untuk Maret 2026.

Pati memiliki 21 kecamatan, 401 desa, dan 5 kelurahan. Diperkirakan ada sekitar 601 jabatan perangkat desa yang masih kosong. Jabatan-jabatan ini kemudian diperjualbelikan, mulai dari kepala urusan (kaur), kepala seksi (kasi), hingga sekretaris desa (sekdes atau carik).

Sudewo membentuk Tim 8 atau Koordinator Kecamatan (Korcam) yang terdiri dari para kepala desa yang merupakan timsesnya saat Pilkada 2024 lalu. Dua nama yang muncul dalam Tim 8 adalah Abdul Suyono, Kades Karangrowo, Kecamatan Jakenan, dan Sumarjiono, Kades Arumanis, Kecamatan Jaken.

Keduanya diinstruksikan oleh Sudewo untuk menarik uang dari para calon perangkat desa. Tarif yang diminta awalnya berkisar antara Rp125-150 juta. Namun, tarif tersebut naik menjadi Rp165-225 juta per calon. Angka ini diketahui telah di-mark up dari harga awal yang lebih rendah.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap KPK

Selain Bupati Pati, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq juga terkena OTT KPK. Penangkapan ini dilakukan pada Selasa (3/3/2026) di sebuah hotel di Kota Semarang, Jawa Tengah. Selain Fadia, sejumlah pihak seperti ajudan dan orang kepercayaannya juga diamankan dan langsung dibawa ke Gedung KPK di Jakarta Selatan.

Setelah menangkap Fadia, tim penyidik KPK membawa 11 orang lainnya dari Pekalongan menuju Jakarta. Dari 11 orang tersebut, terdapat unsur aparatur sipil negara (ASN) dan pihak swasta. Salah satunya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pekalongan.

Penangkapan ini berhubungan dengan dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa (PBJ) outsourcing di sejumlah dinas Pemkab Pekalongan. Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, menyatakan bahwa pihak-pihak yang dibawa ke Jakarta berasal dari dinas-dinas di Pemkab Pekalongan.

Sebagian ASN yang ikut diperiksa mengaku bahwa mereka dihubungi oleh Sekda Pekalongan, M Yulian Akbar, untuk datang ke Mapolres Pekalongan Kota. Setelah diperiksa, para pejabat tersebut naik ke bus yang dijaga ketat dan langsung diberangkatkan ke Jakarta. Keberangkatan rombongan mendapat pengawalan dari mobil Satlantas Polres Pekalongan Kota.


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *