Peningkatan Arus Mudik di Terminal Batoh, Banda Aceh
Sepekan menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, arus mudik di Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh, mulai menunjukkan peningkatan. Pantauan Serambi pada Sabtu (14/3/2026), para calon penumpang mulai memadati terminal untuk pulang ke kampung halaman merayakan Lebaran bersama keluarga.
Para pemudik terlihat membawa berbagai jenis barang bawaan, mulai dari tas ransel hingga koper berukuran besar. Sebagian di antaranya juga tampak diantar anggota keluarga hingga ke area terminal sebelum keberangkatan. Penumpang yang berangkat melalui Terminal Batoh tidak hanya berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, tetapi juga dari sejumlah daerah di Sumatra Utara serta provinsi lain di Pulau Sumatra.
Meski terjadi peningkatan jumlah penumpang, kondisi di dalam terminal masih terpantau kondusif. Para pemudik mengikuti arahan petugas dan menunggu jadwal keberangkatan dengan tertib sehingga pelayanan transportasi tetap berjalan lancar.
DPD Organda Aceh sebelumnya memastikan harga tiket angkutan umum untuk mudik Lebaran tahun ini tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan. Ketua DPD Organda Aceh, Ramli menegaskan, apabila masyarakat menemukan adanya kenaikan harga tiket di lapangan, ia meminta agar segera melaporkannya kepada Organda untuk ditindaklanjuti.
“Tidak ada kenaikan harga tiket, nggak ada. Nah, itu kami jamin itu. Kalau memang masyarakat ada menemukan kenaikan harga laporkan kepada Organda,” kata Ramli, Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan data Organda Aceh, jumlah armada angkutan yang siap melayani pemudik tahun ini cukup besar. Tercatat lebih dari 600 unit bus serta sekitar 3.000 unit kendaraan jenis KIA dan Hiace beroperasi di berbagai trayek. Ramli juga mengungkapkan, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, puncak arus mudik Lebaran di Aceh diperkirakan terjadi tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. “Biasanya puncak mudik itu H-3 Lebaran, sekitar tanggal 17, 18, dan 19 Maret,” pungkasnya.
Cek Urine Sopir Angkutan Umum
Di tengah meningkatnya aktivitas mudik tersebut, sejumlah instansi juga melakukan langkah pengawasan untuk memastikan keselamatan perjalanan penumpang. Salah satunya melalui pemeriksaan kesehatan bagi awak angkutan umum.
Puluhan sopir angkutan umum menjalani tes urine yang dipusatkan di Depo Transkutaraja, Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh, Sabtu (14/3/2026). Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Aceh, Dedi Andria mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang selama masa mudik sekaligus mencegah penggunaan narkotika oleh awak angkutan umum.
“Pelaksanaan tes urine hari ini merupakan kerja sama antara BNNP Aceh, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan Aceh, dan Dokkes Polda Aceh,” kata Dedi.
Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Aceh pada 2026, yang dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Minggu (15/3/2026). “Ini adalah kegiatan yang reguler kita laksanakan setiap tahunnya. Mudah-mudahan bukan segera sampai dengan tahun ini, akan berlanjut terus sampai ke di tahun-tahun yang akan datang,” ungkapnya.
Dalam pemeriksaan tersebut, BNNP Aceh menargetkan sekitar 50 awak angkutan, baik sopir bus maupun kendaraan jenis Hiace. Tes dilakukan menggunakan alat rapid test urine yang mampu mendeteksi enam jenis zat narkotika, yakni ganja, sabu, ekstasi, kokain, morfin, serta penyalahgunaan obat-obatan tertentu.
“Kalau nanti di alat ini kita lihat garis dua ya, berarti itu dia negatif. Jadi kita berdasarkan alat ini yang kita gunakan. Kalau memang alat ini mengatakan positif, berarti akan kita bawa mereka itu untuk melaksanakan rehabilitasi, bahkan asesmen yang nanti akan kita bawa ke teman-teman yang ada di BNNP Aceh,” jelasnya.
Meski demikian, Dedi menyebut dalam tiga tahun terakhir tidak ditemukan sopir yang positif narkoba dalam pemeriksaan serupa. Kasus terakhir tercatat pada 2018 ketika seorang sopir dinyatakan positif menggunakan sabu saat tes urine di kawasan Sare.
“Jadi kekhawatiran itulah yang kita lakukan pemeriksaan urine ini. Dan ini disambut baik oleh Dinas Perhubungan Aceh, Jasa Raharja, maupun dari pihak kepolisian,” tuturnya. “Apalagi di dalam beberapa hari ini kan kecelakaan terus meningkat dan itu memang kita khawatirkan mungkin ada indikasi penggunaan narkotika,” tutupnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











