My WordPress Blog

UMI Perkuat Reputasi Kampus Riset dengan Raih 9 Pendanaan Penelitian 2026

UMI Meraih Pendanaan Penelitian Terbanyak di Wilayah IX

Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih pendanaan penelitian terbanyak di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Tahun Anggaran 2026. Capaian ini menegaskan posisi UMI sebagai perguruan tinggi berbasis riset yang unggul di kawasan Timur Indonesia.

Berdasarkan pengumuman resmi penerima Pendanaan Penelitian Multitahun Lanjutan Tahun Anggaran 2026, UMI tercatat sebagai perguruan tinggi dengan jumlah penerima pendanaan terbanyak. Sebanyak sembilan judul penelitian berhasil memperoleh dana tersebut. Hal ini menjadi bukti bahwa UMI konsisten dalam mengembangkan budaya riset sebagai bagian dari empat Catur Dharma Universitas Muslim Indonesia.

Catur Dharma UMI mencakup: pertama, Pendidikan dan Pengajaran, kedua, Penelitian, ketiga, Pengabdian kepada Masyarakat, dan keempat, Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter. Statuta UMI 2024 menegaskan bahwa keempat aspek ini menjadi fondasi utama dalam menjalankan fungsi perguruan tinggi.

Rektor UMI, Prof Dr HHambali Thalib, SH, MH, menyampaikan apresiasi atas capaian para dosen peneliti UMI yang berhasil meraih pendanaan penelitian. Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa budaya riset di UMI terus berkembang dengan baik.

“Penelitian bukan hanya kewajiban akademik, tetapi menjadi jalan menghadirkan inovasi, solusi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Ia menilai bahwa keberhasilan ini memperkuat posisi UMI sebagai kampus ilmu dan ibadah yang mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan bangsa dan kemaslahatan umat.

Upaya Strategis LP2S dalam Mendukung Riset

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) UMI, Prof Dr H Baharuddin Semmaila, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari penguatan ekosistem riset yang terus dibangun di lingkungan UMI. LP2S secara konsisten melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari pendampingan penyusunan proposal hingga fasilitasi kolaborasi lintas bidang.

Selain itu, LP2S juga fokus pada penguatan tata kelola luaran penelitian seperti publikasi bereputasi, hak kekayaan intelektual (HKI), prototipe teknologi, dan produk inovasi. “LP2S UMI akan terus mengawal pelaksanaan penelitian agar tepat sasaran, akuntabel, dan menghasilkan luaran yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.

UMI juga secara konsisten memberikan apresiasi dan penguatan motivasi kepada dosen peneliti berprestasi. Hal ini dilakukan melalui publikasi capaian riset di kanal resmi kampus, dukungan diseminasi hasil penelitian, maupun program peningkatan kapasitas peneliti.

Beragam Bidang Riset yang Didanai

Bagi UMI, penelitian dosen merupakan salah satu pilar utama kemajuan perguruan tinggi. Dari riset lahir gagasan, inovasi, dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Adapun sembilan judul penelitian dosen UMI yang memperoleh pendanaan penelitian multitahun lanjutan Tahun Anggaran 2026 meliputi berbagai bidang strategis seperti pertanian, kesehatan, pendidikan, teknologi, hingga intervensi sosial. Beberapa di antaranya adalah:

  • Aminah – Mekanisme Adaptasi Kedelai terhadap Kekeringan melalui Regulasi Stomata, Asimilasi Karbon dan Efisiensi Penggunaan Air dalam Sistem Pertanian Berkelanjutan (PFR).
  • Andi Hudriati – Pengembangan Model Pembelajaran Academic Writing Berbasis Literasi Digital di Universitas Muslim Indonesia (PFR)
  • Andi Maulana K Petta Lolo – Optimalisasi Ekstrak Herba Krokot Berbasis Green Solvent serta Mekanisme Molekuler dan Seluler sebagai Kandidat Obat Herbal Terstandar Antirheumatoid-Artritis (PFR).
  • Ansarullah – Riset Terapan Prototype Panel Bulu Ayam sebagai Material Ramah Lingkungan untuk Interior Berkelanjutan: Optimalisasi Formulasi dan Proses Manufaktur (PT-LP)
  • Edy – Perbaikan Populasi untuk Pembentukan Varietas Jagung Pulut Unggul dalam Mendukung Kemandirian Pangan (PT-LP)
  • Fairus Prihatin Idris – Revolutionizing Pendampingan Air Susu Ibu Eksklusif melalui Implementasi Sistem Digitalisasi Berbasis Kearifan Lokal berdasarkan Theory of Planned Behavior (PFR)
  • Muammar Fawwaz – Molecular Diagnostic Kanker Paru Menggunakan Double Radiotracer yang Menargetkan Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) (PFR)
  • Nurmaya Effendi – Pengembangan Novel Probes Berbasis Peptida sebagai Agen Teranostik Kanker Payudara Subtipe TNBC dengan Overekspresi (PFR)
  • Sitti Fatimah – Pendekatan Intervensi Holistik-Integratif Berbasis Kearifan Lokal dalam Pengendalian Dual-Triple Burden Malnutrisi pada Remaja Putri melalui Platform Sekolah (PFR)


Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *