Hal yang Perlu Dihindari Setelah Waxing
Setelah melakukan waxing, kulit Anda akan terasa lebih halus dan bersih. Namun, jangan terburu-buru untuk kembali beraktivitas seperti biasa. Setelah proses pencabutan bulu, kulit Anda sedang dalam kondisi yang sangat sensitif. Pori-pori terbuka lebar dan lapisan sel kulit mati ikut terangkat, sehingga bakteri bisa dengan mudah masuk dan menyebabkan iritasi.
Untuk menjaga kesehatan kulit dan memperpanjang hasil waxing, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari. Berikut adalah daftar lengkapnya:
-
Memakai pakaian yang terlalu ketat
Sangat disarankan untuk tidak memakai skinny jeans atau legging ketat tepat setelah waxing. Pakaian ketat akan menciptakan gesekan konstan antara kain dan kulit yang baru saja diwax. Gesekan ini adalah musuh utama kulit sensitif. Selain menyebabkan rasa perih dan kemerahan, pakaian ketat juga menghambat sirkulasi udara di area tersebut. Kulit butuh bernapas untuk memulai proses pemulihan. Jika sirkulasi udara terhambat dan keringat terperangkap, bakteri akan sangat betah bersarang. Hasilnya risiko ingrown hair (rambut tumbuh ke dalam) dan jerawat kecil di area waxing akan meningkat pesat. So, pilihlah baju terusan, celana bahan yang longgar, atau baju katun yang sejuk selama 24-48 jam pertama. -
Mandi dengan air panas atau berendam
Mandi air hangat memang bikin rileks, tapi tahan dulu keinginan itu setelah waxing. Suhu panas akan memperlebar pori-pori yang sudah terbuka, membuat kulit semakin merah dan rentan terinfeksi. Selain itu, panas bisa membuat rasa perih pada kulit yang baru saja dicabut bulunya jadi berkali-kali lipat lebih terasa. Begitu juga dengan berendam di bathtub atau jacuzzi. Air yang menggenang, apalagi jika dicampur dengan sabun mandi berparfum, bisa membawa kuman masuk langsung ke dalam folikel rambut yang terbuka. Gunakanlah air suhu ruang atau air dingin untuk menenangkan kulit dan membantu pori-pori kembali mengecil secara alami. -
Olahraga intensitas tinggi
Untuk kamu para gym rats, sebaiknya jadwalkan hari istirahat setelah melakukan waxing. Olahraga berat memicu produksi keringat yang berlebih. Masalahnya, keringat mengandung garam dan bakteri yang bisa memicu iritasi hebat jika masuk ke pori-pori yang masih terbuka. Aktivitas fisik yang melibatkan banyak gerakan seperti lari, bersepeda, atau cardio juga menyebabkan gesekan antar kulit terutama di area ketiak atau bikini line. Jika dipaksakan, kulit bisa mengalami lecet atau bengkak. Berikan waktu minimal 24 hingga 48 jam bagi kulitmu untuk tenang sebelum kembali membakar kalori. -
Berenang di kolam renang atau laut
Mungkin kamu berencana waxing agar tampil kece saat memakai baju renang di pantai atau kolam renang. Tapi, jangan lakukan waxing di pagi hari lalu langsung nyebur di siang harinya! Air kolam renang mengandung klorin yang bersifat keras bagi kulit sensitif, sedangkan air laut mengandung garam dan kemungkinan bakteri yang tinggi. Kedua elemen ini bisa menyebabkan rasa perih luar biasa dan memicu infeksi pada luka-luka mikroskopis akibat waxing. Pastikan kamu memberikan jeda minimal 2 hari sebelum memamerkan kulit mulusmu di air ya girls ~

- Eksfoliasi atau menggosok kulit secara kasar
Salah satu mitos yang sering salah kaprah adalah melakukan scrubbing segera setelah waxing. Padahal, proses waxing itu sendiri sudah merupakan bentuk eksfoliasi karena sel kulit mati di lapisan atas ikut terangkat bersama lilin. Melakukan eksfoliasi tambahan (baik itu menggunakan body scrub, lulur, atau loofah) hanya akan mengikis lapisan kulit yang sudah tipis, menyebabkan iritasi parah hingga luka. Tunggulah sekitar 3 hingga 4 hari setelah waxing sebelum kamu mulai melakukan eksfoliasi rutin. Justru setelah beberapa hari, eksfoliasi sangat dianjurkan untuk mencegah ingrown hair saat rambut baru mulai tumbuh.

-
Paparan sinar matahari langsung atau sunbathing
Setelah waxing, kulit kehilangan pelindung alaminya untuk sementara waktu, sehingga menjadi jauh lebih sensitif terhadap sinar UV. Menjemur diri di bawah terik matahari atau melakukan tanning segera setelah waxing bisa mengakibatkan sunburn lebih cepat dari biasanya. Bahkan, paparan matahari berlebih pada kulit yang baru diwax bisa memicu hiperpigmentasi yang sulit hilang. Jika kamu terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, pastikan area yang diwax tertutup pakaian atau gunakan sunscreen khusus kulit sensitif. -
Menggunakan produk berparfum dan bahan kimia keras
Kulit pasca waxing sangat reaktif terhadap zat kimia. Hindari menggunakan body lotion yang mengandung parfum kuat, deodoran, atau produk yang mengandung alkohol selama 24 jam. Bahan-bahan tersebut bisa memicu rasa terbakar, gatal, dan ruam kemerahan. Sebagai gantinya, gunakanlah produk yang menenangkan seperti aloe vera gel murni atau pelembap berbahan dasar air yang bebas pewangi untuk membantu mendinginkan kulit. -
Hubungan intim (khusus Brazilian atau Bikini Waxing)
Bagi kamu yang baru saja melakukan Brazilian atau Bikini Waxing, disarankan untuk menunda hubungan intim selama 24 hingga 48 jam. Mengapa? Karena area intim menjadi sangat sensitif dan rentan terhadap bakteri setelah pencabutan rambut. Gesekan saat berhubungan intim dapat menyebabkan iritasi kulit yang cukup parah, dan keringat serta bakteri dari pasangan bisa meningkatkan risiko infeksi pada folikel rambut yang masih terbuka. Berikan waktu bagi area sensitif tersebut untuk pulih sepenuhnya demi kenyamananmu sendiri.
Waxing memang cara yang efektif untuk mendapatkan kulit mulus dalam waktu lama, tapi proses aftercare-nya yang sering dilupakan. Dengan menghindari hal-hal di atas, kamu nggak cuma menjaga kulit tetap sehat, tapi juga memperpanjang hasil waxing agar tetap terlihat cantik tanpa efek samping yang merugikan.











