Peristiwa Mencengangkan: Seorang Polisi dengan Rekam Jejak Gemilang Jadi Tersangka
Seorang perwira polisi yang dikenal memiliki prestasi gemilah dan reputasi baik kini menjadi tersangka dalam kasus penembakan seorang remaja di Makassar. Iptu Nasrullah Muntu, yang juga dikenal sebagai sosok religius dan intelektual, kini harus menghadapi konsekuensi hukum setelah tindakannya menewaskan Bertrand Eko Prasetyo (18) di Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang.
Kejadian tragis tersebut terjadi pada Minggu (1/3/2026), saat Iptu Nasrullah sedang membubarkan aksi tembak-tembakan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda. Menurut keterangan dari Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, kejadian ini berawal dari laporan yang diterima dari Kapolsek Rappocini. Saat itu, ada laporan bahwa anak-anak muda sedang bermain senapan omega di area publik.
Nasrullah langsung mendatangi lokasi kejadian sendirian menggunakan mobil. Setibanya di tempat kejadian, dia melihat seorang anak muda melakukan tindakan keras terhadap pengendara motor. Iptu Nasrullah kemudian turun dari mobil dan langsung melakukan penangkapan. Dia memberikan tembakan peringatan ke udara sebelum mengamankan pelaku.
Saat itu, korban, Bertrand Eko Prasetyo, berusaha melarikan diri dan meronta. Sayangnya, pistol yang masih dipegang oleh Nasrullah meletus secara tidak sengaja dan mengenai bagian tubuh belakang korban. Akibatnya, remaja tersebut meninggal dunia setelah dibawa ke Rumah Sakit Grestelina dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Prestasi yang Mengagumkan
Iptu Nasrullah Muntu bukanlah sosok biasa. Ia memiliki latar belakang pendidikan tinggi dengan gelar Doktor (S-3) Ilmu Hukum dari Universitas Hasanuddin (Unhas). Selain itu, ia juga fasih berbahasa Inggris dan Arab serta dikenal sebagai penghafal Alquran. Karier profesionalnya juga sangat membanggakan.
Pada tahun 2005, Nasrullah memulai karier sebagai Bintara. Dari sana, ia berkembang hingga menjadi perwira pada 2020. Di tingkat internasional, ia pernah dikirim sebagai bagian dari Formed Police Unit (FPU) PBB di Unamid, Sudan. Kinerjanya di luar negeri mendapat apresiasi, termasuk penganugerahan Satyalencana Bhakti Buana pada 2013.
Selain itu, Nasrullah juga dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap masyarakat. Beberapa waktu lalu, namanya harum berkat perannya dalam menyelamatkan balita Bilqis Ramdhani yang hilang di tengah pemukiman Suku Anak Dalam (SAD), Kabupaten Merangin, Jambi. Keberhasilannya dalam misi penyelamatan tersebut membuatnya diganjar penghargaan tinggi oleh Pemerintah Kota Makassar.
Ironi dalam Kepolisian
Kasus ini menjadi ironi besar bagi institusi Kepolisian di Sulawesi Selatan, khususnya karena keterkaitannya dengan Provinsi Jambi. Meski memiliki rekam jejak karier yang gemilang, Nasrullah kini terancam sanksi hukum atas tindakannya yang menewaskan seorang remaja.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa di hadapan hukum, prestasi setinggi apa pun tidak dapat menjadi tameng atas pelanggaran yang terjadi. Semua orang, termasuk pejabat negara, harus bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Kronologi Penembakan
Menurut keterangan dari Kapolrestabes Makassar, kejadian terjadi pada pukul 7 pagi. Saat itu, Iptu Nasrullah mendapatkan laporan tentang aksi tembak-tembakan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda. Ia langsung menuju lokasi kejadian sendirian. Setibanya di tempat kejadian, dia melihat seorang anak muda melakukan tindakan keras terhadap pengendara motor.
Setelah memberikan tembakan peringatan ke udara, Nasrullah mengamankan pelaku. Namun, saat korban mencoba melarikan diri dan meronta, pistol yang masih dipegang oleh Nasrullah meletus secara tidak sengaja dan mengenai bagian tubuh belakang korban. Akibatnya, korban meninggal dunia setelah mendapat pertolongan medis.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











