Momen Buka Puasa yang Menyebabkan Rasa Mengantuk
Momen buka puasa adalah salah satu waktu yang paling dinantikan oleh banyak orang setelah menjalani ibadah puasa sepanjang hari. Namun, terkadang setelah mengonsumsi makanan dan minuman, tubuh justru merasa lemas dan mengantuk. Hal ini sering membuat orang bertanya-tanya, mengapa setelah berbuka tubuh cenderung lemas dan mengantuk? Berikut penjelasannya.
1. Lonjakan Gula Darah dari Makanan Tinggi Gula Bisa Sebabkan Energy Crash
Ketika berbuka puasa, mengonsumsi makanan yang tinggi gula seperti kue, teh manis, atau nasi putih menyebabkan kadar glukosa darah meningkat dengan cepat karena tubuh menyerap gula secara intensif setelah berjam-jam tidak menerima asupan energi. Lonjakan ini akan memicu pankreas melepaskan insulin dalam jumlah besar untuk memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel, dengan tujuan menstabilkan kadar gula darah. Namun, peningkatan insulin yang cepat juga bisa menekan aktivitas neurotransmitter orexin di otak yang berperan penting dalam menjaga fokus serta kewaspadaan.
Saat kadar orexin menurun, otak akan menerima sinyal untuk mengurangi tingkat kewaspadaan, sehingga tubuh mulai merasa lebih rileks. Selain itu, setelah lonjakan gula darah yang tinggi juga sering diiringi dengan penurunan energi secara mendadak atau energy crash. Kondisi ini yang nantinya bisa membuat tubuh memunculkan rasa kantuk yang terasa lebih intens setelah berbuka puasa atau saat melakukan ibadah teraweh.
2. Tubuh Memprioritaskan untuk Mengalihkan Aliran Darah ke Sistem Pencernaan

Setelah menyantap beragam hidangan saat berbuka puasa, tubuh secara otomatis akan memprioritaskan kerja sistem pencernaan dengan mengalihkan lebih banyak aliran darah ke organ-organ seperti lambung dan usus. Peningkatan aliran darah ini bisa membantu mempercepat pemecahan makanan, penyerapan nutrisi, dan distribusi energi yang dibutuhkan tubuh setelah periode puasa yang panjang. Namun, karena volume darah dalam tubuh jumlahnya terbatas, kondisi ini menyebabkan aliran darah untuk organ lain seperti otak berkurang sementara.
Penurunan aliran darah ke otak diduga dapat mengurangi suplai oksigen dan glukosa yang dibutuhkan untuk menjaga fungsi sel-sel saraf supaya tetap optimal. Hal ini tentunya akan mengakibatkan aktivitas otak sedikit melambat yang dapat memicu rasa kantuk, lelah, serta penurunan konsentrasi setelah menikmati hidangan buka puasa. Dan efek ini juga cenderung lebih kuat jika kamu mengonsumsi makanan dalam porsi besar saat berbuka, karena tubuh membutuhkan lebih banyak sumber daya untuk mencerna makanan tersebut.
3. Peningkatan Hormon Serotonin dan Melatonin Sesuai Setelah Buka Puasa

Mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan karbohidrat dan protein memang dapat memicu peningkatan produksi hormon serotonin. Hormon ini bisa menciptakan perasaan tenang dan sensasi relaksasi pada tubuh. Kondisi ini merupakan respon alami yang akan terjadi dalam tubuh setelah sebelumnya tubuh berada dalam keadaan siaga dan defisit energi selama berpuasa.
Selain itu, serotonin juga bisa menjadi bahan dasar untuk produksi melatonin, yaitu hormon yang mengatur siklus tidur dan memberi sinyal pada tubuh untuk segera beristirahat. Peningkatan melatonin yang kerap terjadi setelah berbuka puasa dapat menurunkan kewaspadaan dan memicu rasa kantuk, terutama jika tubuh dalam keadaan lelah atau kenyang. Karena makanan berbuka yang kita konsumsi umumnya tinggi karbohidrat, maka proses peningkatan hormon-hormon tersebut akan terjadi lebih cepat, sehingga rasa kantuk setelah makan menjadi lebih mudah dan sering muncul.
4. Terjadi Pengaktifan Sistem Saraf Parasimpatis yang Lebih Kuat Saat Puasa

Setelah berbuka puasa, tubuh juga akan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis. Sistem saraf tersebut akan bekerja secara mandiri untuk mengatur mode istirahat dan mencerna makanan pada tubuh. Aktivasi ini bisa menyebabkan detak jantung melambat, tekanan darah menjadi lebih stabil, dan aktivitas organ pencernaan meningkat untuk memproses makanan yang baru masuk saat buka puasa.
Namun, peningkatan aktivitas sistem saraf parasimpatis juga berdampak pada penurunan tingkat kewaspadaan dan aktivitas sistem saraf pusat. Kondisi ini menyebabkan tubuh akan langsung beralih dari mode siaga ke mode istirahat, sehingga membuat otot menjadi lebih rileks dan pikiran terasa lebih tenang. Tak heran jika setelah banyak menikmati makanan di jam buka puasa, tubuh akan terserang rasa kantuk terasa lebih kuat dibandingkan setelah mengonsumsi makanan di hari-hari biasa.
Dengan mengetahui beberapa alasan di atas, kamu bisa lebih paham bahwa rasa kantuk yang kerap datang setelah buka puasa adalah respons alam tubuh saat tubuh baru saja mendapatkan asupan makanan. Pastikan untuk mengatur porsi makan, menghindari konsumsi gula berlebihan, dan memberi jeda sebelum beraktivitas agar tidak mengganggu produktivitas dan ibadah yang akan dilakukan di malam hari.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











