My WordPress Blog

Kombes Pol Handik Zusen Pimpin Penangkapan Ko Erwin, DPO Narkoba yang Diduga Siram AKBP Didik

Penangkapan Bandar Narkoba oleh Tim Gabungan yang Dipimpin Kombes Pol Handik Zusen

Kombes Pol Handik Zusen, sebagai Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, memimpin langsung tim gabungan bersama Satgas NIC dalam menangkap Erwin Iskandar alias Ko Erwin, seorang bandar narkoba kelas kakap. Keberhasilan ini tidak lepas dari kepemimpinan dan keahlian sosok perwira menengah tersebut.

Profil Kombes Pol Handik Zusen

AKBP Handik Zusen lulusan Akpol pada tahun 2003. Ia telah lama berkarier di Polda Metro Jaya, termasuk pernah menjabat sebagai Kanit V Subdirektorat Reserse Mobil Polda Metro Jaya. Pada 19 Oktober 2018, ia naik jabatan menjadi Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berdasarkan surat Telegram Nomor ST/946/X/KEP/208.

Ia sempat disorot saat menangani kasus penembakan di Tol Cikampek KM 50. Ia dijuluki komandan pemburu laskar FPI dalam insiden pembuntutan rombongan Habib Rizieq terkait kasus bentrok FPI-Polri yang menewaskan enam anggota Laskar FPI. Handik juga pernah menjadi saksi dalam kasus ini ketika dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 9 November 2021.

Selain itu, rekam jejak lain dari Handik adalah dirinya pernah memimpin penangkapan terhadap John Kei dan anak buahnya. Dirinya dengan tim gabungan Polda Metro Jaya menangkap John Kei terkait adanya penyerangan rumah milik Nus Kei di Perumahan Green Lake City di Kota Tangerang pada tahun 2020. Pada penangkapan tersebut, Hendik dan tim gabungan menangkap 15 orang.

Dihukum karena Terlibat dalam Kasus Ferdy Sambo

Pada tahun 2022, nama Handik Zusen merupakan satu di antara sederet perwira menengah (pamen) yang sempat “dibuang” karena terseret dalam kasus pembunuhan yang diotaki mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo. AKBP Handik Zusen menjadi salah satu dari 4 perwira menengah (Pamen) Polda Metro Jaya yang ditahan di tempat khusus (Patsus) di Provos Mabes Polri. Ia juga pernah dicopot dari jabatannya sebagai Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menjalani patsus di Propam Polri, dan dipindah menjadi Yanma Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa keempat pamen tersebut ditahan berdasarkan gelar perkara yang dilakukan oleh tim khusus (timsus). Mereka diduga telah melanggar kode etik dalam penanganan dugaan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J. Setahun kemudian, AKBP Handik Zusen ditunjuk menjadi Kasubbagopsnal Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Kini ia mengemban jabatan sebagai Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

Penangkapan Bandar Narkoba

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, mengatakan penangkapan Erwin Iskandar alias Ko Erwin, bandar narkoba kelas kakap dilakukan tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba bersama Satgas NIC setelah melakukan pengejaran intensif. Tim gabungan yang dipimpin Kombes Pol Handik Zusen bersama Satgas NIC yang dipimpin Kombes Pol Kevin Leleury kemudian melakukan penyelidikan dan pemantauan intensif.

Polisi awalnya memperoleh informasi bahwa Erwin berupaya melarikan diri ke luar negeri untuk menghindari proses hukum. Dari hasil analisis teknologi informasi dan informasi lapangan, diketahui Erwin dibantu oleh Akhsan Al Fadhli alias Genda untuk menuju Tanjung Balai sebagai titik keberangkatan.

Dicegat di Perairan

Setelah mengetahui kapal telah berangkat, tim langsung melakukan pengejaran. Berdasarkan pemantauan di lapangan, Erwin diketahui hampir mencapai wilayah perairan Malaysia dan segera keluar dari yurisdiksi hukum Indonesia. Namun, sebelum sepenuhnya memasuki wilayah Malaysia, tim berhasil mencegat dan mengamankan Erwin.

Dari tangan Erwin, polisi menyita uang tunai Rp 4,8 juta, uang 20.000 ringgit Malaysia, satu unit jam tangan merek TAG Heuer, serta satu unit telepon genggam Samsung. Ko Erwin diduga berperan sebagai bandar narkoba di Kota Bima, NTB, dan disebut-sebut menyetor uang Rp 2,8 miliar kepada mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro melalui Malaungi (AKP M) selaku Kasat Reserse Narkoba Polres Bima Kota saat itu.


Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *