My WordPress Blog

Kantor Kreatif Dihargai Tingkatkan Ekonomi dan Lapangan Kerja Sektor Kreatif

Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif di Tangsel

Pengembangan ekosistem ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus utama dalam membangun perekonomian daerah. Di Tangerang Selatan (Tangsel), upaya ini tidak hanya dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku industri kreatif. Dengan menghadapi dinamika industri global, penguatan infrastruktur fisik dan digital menjadi langkah penting.

Salah satu inisiatif nyata yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel adalah penyediaan fasilitas khusus bagi para pelaku industri kreatif. Gedung ekonomi kreatif atau Creative Hub dengan 8 lantai menjadi wadah yang dirancang untuk mempertemukan berbagai pelaku kreatif dari berbagai bidang. Tujuannya adalah menyediakan ruang kolaborasi, inovasi, dan pengembangan bisnis di sektor kreatif, budaya, maupun teknologi.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pihaknya sangat fokus pada penciptaan lingkungan usaha yang mendukung. “Gedung tersebut menjadi wadah pengembangan sektor ekonomi kreatif sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang luas pada 17 subsektor kreatif. Ini adalah komitmen kami untuk memposisikan Tangsel sebagai pusat inovasi nasional,” ujar Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin.

Kontribusi Ekonomi Kreatif terhadap PAD

Sektor ekonomi kreatif dinilai memiliki potensi besar di Tangsel. Hal ini terlihat dari kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tercatat, sektor ini menyumbang sekitar 20 persen dari total PAD di Tangsel, dengan nominal kontribusi mencapai sekitar Rp300 miliar dari total PAD yang berada di angka kurang lebih Rp1,5 triliun.

Selain kontribusi fiskal, jumlah pelaku ekonomi kreatif di Tangsel juga menunjukkan tren positif. Pada tahun ini, jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor tersebut mencapai sekitar 104.000 unit. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 90.000 UMKM.

Fokus pada Modal Intelektual dan Infrastruktur Digital

TB Asep Nurdin menjelaskan bahwa mengingat keterbatasan sumber daya alam, fokus pembangunan dialihkan pada penguatan modal intelektual. Pihaknya pun bertugas memastikan infrastruktur digital mumpuni agar seluruh pelaku kreatif memiliki akses setara ke pasar global.

“Pak Wali Kota menginstruksikan agar transformasi digital tidak hanya berhenti pada penyediaan aplikasi, tetapi berdampak langsung pada peningkatan nilai ekonomi produk kreatif warga. Kami berupaya menjembatani kebutuhan pelaku usaha, termasuk mendorong fasilitasi sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI),” jelas Asep.

Integrasi Layanan dan Sinergi dengan Pemangku Kepentingan

Integrasi layanan melalui sistem cerdas (Smart City) juga menjadi kunci dalam memangkas hambatan birokrasi bagi para kreator lokal. Dengan kemudahan administratif, pelaku usaha diharapkan dapat lebih fokus pada inovasi produk dan ekspansi pasar.

Melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam model Pentahelix, Pemkot Tangsel berupaya menghidupkan pusat-pusat kreatif yang memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan antar-komunitas. Keberadaan kawasan seperti BSD Digital Hub turut memperkuat posisi Tangsel dalam peta ekonomi nasional.

Penyediaan Infrastruktur Pendukung

Dia juga menyebut, akan terus memperkuat infrastruktur pendukung seperti Free Wi-Fi di ruang publik dan aplikasi Tangsel Belajar agar akses informasi semakin inklusif. “Kami menyediakan panggung digitalnya. Tugas kami adalah memastikan infrastruktur IT tidak hanya canggih, tapi juga fungsional bagi pelaku UMKM kreatif agar mereka bisa melakukan digital branding secara mandiri,” ungkapnya.

Peran Sektor Kuliner dan Fesyen

Meskipun sektor kuliner dan fesyen tetap menjadi penyumbang terbesar, dengan menyerap ribuan tenaga kerja terampil setiap tahun, Tangsel juga terus berupaya untuk mengembangkan sektor-sektor lainnya. “Kami ingin setiap anak muda di Tangsel tidak lagi bertanya ‘di mana saya harus melamar kerja?’, tapi ‘apa yang bisa saya ciptakan hari ini?’. Itulah esensi sejati dari kota kreatif,” tandasnya.


Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *