Kebijakan Pemerintah untuk Menjaga Stabilitas Harga Bawang Putih Selama Ramadhan
Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bawang putih selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) puasa Ramadhan 1447 Hijriyah/2026. Langkah ini dilakukan karena kebutuhan bawang putih di tingkat nasional masih belum sepenuhnya terpenuhi dari produksi dalam negeri.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa para importir bawang putih tidak hanya bertugas memasukkan stok ke dalam negeri, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membantu menstabilkan harga di pasar. Ia menekankan bahwa tugas para importir bukan hanya sekadar memasukkan barang, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan pasar.
“Kami sudah mengundang para importir untuk menstabilkan atau menurunkan harga yang tinggi terkait bawang putih, karena fungsi daripada importir tidak hanya memasukkan barang, tapi mereka punya tugas yang mulia. Tugas yang khusus juga untuk menstabilkan harga,” ujar Ketut Astawa.
Pemerintah fokus pada pengendalian fluktuasi harga pangan pokok strategis, termasuk bawang putih, selama bulan Ramadhan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan distribusi bawang putih ke wilayah Indonesia bagian timur dengan harga yang wajar. Wilayah tersebut sering kali mengalami kenaikan harga yang signifikan dibandingkan daerah lain.
Penyebaran Harga Bawang Putih di Berbagai Wilayah
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga minggu kedua Februari 2026, terdapat 130 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH). Dari jumlah tersebut, sekitar 65 persen atau 85 kabupaten/kota masih memiliki IPH sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen sebesar Rp 38.000 per kilogram (kg).
Wilayah Indonesia bagian timur menjadi yang paling banyak mengalami rata-rata harga bawang putih melebihi HAP. Di 45 kabupaten/kota, harga bawang putih lebih tinggi dari batas yang ditetapkan. Untuk khusus Maluku, Maluku Utara, dan seluruh Papua, HAP bawang putih ditetapkan maksimal sebesar Rp 40.000 per kg.
Kolaborasi dengan Para Pelaku Pasar
Untuk mencapai stabilitas harga yang diharapkan, Bapanas mendorong kolaborasi secara gotong royong antara pemerintah, importir, distributor, dan pedagang pasar. Ketut Astawa menegaskan bahwa semua pihak harus terlibat dalam upaya menjaga keseimbangan pasar.
“Nah jadi, harus melibatkan seluruhnya, termasuk para pedagang pasar, distributor, importir, ini harus dilibatkan semua, karena ini adalah panggilan negara,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah memastikan bahwa pasokan bawang putih secara nasional masih cukup hingga Idul Fitri mendatang. Proyeksi produksi bawang putih dalam bentuk konde pada Maret 2026 mencapai 2,4 ribu ton, meningkat menjadi 4,2 ribu ton pada April. Produksi akan mencapai titik puncak panen di semester pertama tahun ini.
Peringatan Keras untuk Pelaku Usaha Swasta
Pemerintah juga memberikan peringatan tegas kepada pelaku usaha swasta yang diberikan kuota impor pangan pokok strategis agar membantu menjaga harga dan pasokan selama Ramadhan hingga Idul Fitri. Jika ditemukan adanya pelanggaran, izin impornya akan dicabut.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa jika pihak swasta pemegang kuota impor tidak mematuhi ketentuan harga pemerintah, maka izin impornya akan diberhentikan. Ia menegaskan bahwa saat ini, neraca pangan nasional dalam kondisi surplus, termasuk bawang putih yang memiliki stok cukup.

Mentan Amran Sulaiman melakukan sidak harga di Pasar Kebayoran, Jakarta, Jumat (20/2/2026). – (Kementan)
“Kalau aku dapatkan, anda berakhir menjadi importir. Itu adalah terakhir anda menjadi importir,” tegas Amran saat di acara Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional di Jakarta (13/2).
Berdasarkan data Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026, kuota impor bawang putih konsumsi yang ditetapkan pemerintah dalam Neraca Komoditas Tahun 2026 sekitar 601,5 ribu ton. Angka ini menurun sekitar 4,35 persen dibandingkan realisasi impor bawang putih sepanjang 2025 yang berada di angka 628,9 ribu ton.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











