Peristiwa Teror di Kantor BPJS Kesehatan Denpasar
Pada malam hari tanggal 21 Februari, kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Denpasar, yang berlokasi di Jalan DI Panjaitan, Kota Denpasar menjadi sasaran aksi teror oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK). Kejadian ini terjadi sekitar pukul 19.30 WITA dan menimbulkan kekhawatiran serta kebingungan di kalangan masyarakat.
Tidak hanya melakukan perusakan, massa juga membentangkan spanduk bernada provokatif yang menyasar pucuk pimpinan Kota Denpasar. Diperkirakan, aksi ini melibatkan sekitar 20 orang. Berdasarkan rekaman CCTV, para pelaku tampak terorganisir dengan menggunakan masker dan helm. Gerombolan ini bergerak cepat dan langsung memasang spanduk di pintu gerbang sebelah utara dan selatan.
Spanduk berbahan kain putih polos tersebut bertuliskan “Wali Kota Pembohong” yang ditulis dengan cat semprot (pilok). Sebelum meninggalkan lokasi, massa melempari area kantor dengan batu. Aksi ini berlangsung sekitar 15 menit.
Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, membenarkan adanya insiden teror tersebut. Berdasarkan laporan awal, massa yang datang berjumlah puluhan orang. Informasinya ada kelompok orang kurang lebih 20 orang datang ke kantor BPJS, memasang spanduk dan melempar batu. Kerusakan yang terjadi tidak sampai menghancurkan bagian bangunan utama. Kerusakan hanya pada logo dari akrilik pecah. Tidak ada korban luka dalam peristiwa ini.
Security BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, I Made Sudiarta, menyatakan bahwa massa sempat berpindah dari pintu utara ke pintu selatan sebelum akhirnya melakukan pelemparan batu dan membentangkan spanduk. Kepala Bagian SDM, Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Kota Denpasar, Rendy Gilbery Rantung, menjelaskan bahwa aksi tersebut berlangsung sangat cepat dan dilakukan secara serampangan.
Para pelaku mengenakan helm dan masker penutup wajah sehingga sulit diidentifikasi. Meski serangan tersebut sempat memicu kekhawatiran, Rendy memastikan tidak ada kerusakan struktural yang fatal pada gedung kantor. Titik utama kerusakan justru menyasar pada simbol institusi di bagian depan. Kerusakan kaca tidak ada.
Hingga saat ini, pihak BPJS Kesehatan mengaku masih meraba-raba alasan di balik aksi teror tersebut. Saat ditanya mengenai motif atau pesan yang ingin disampaikan para pelaku, Rendy belum bisa memberikan jawaban pasti. Pihak BPJS Kesehatan Cabang Denpasar resmi menempuh jalur hukum terkait aksi penyerangan dan perusakan yang menyasar kantor tersebut. Laporan resmi tersebut kini telah diterima dan didalami jajaran Polda Bali.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting. Di antaranya batu yang digunakan untuk melempar kantor, spanduk bertuliskan “Wali Kota Pembohong” serta rekaman CCTV yang merekam jelas detik-detik kedatangan hingga pelarian para pelaku. Pihak kepolisian kini memburu para pelaku berdasarkan petunjuk dari rekaman kamera pengintai dan keterangan saksi-saksi di lokasi.
Dalam operasi pengamanan di TKP, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan adanya unsur kesengajaan dalam penyerangan tersebut. Ada satu buah batu ukuran besar dan tiga buah batu ukuran kecil yang digunakan untuk melempar kantor. Dua buah spanduk bertuliskan Wali Kota Pembohong dan Save APBD BPJS Untuk Rakyat Miskin.
Kejadian bermula ketika kelompok massa yang mengendarai sepeda motor mendatangi lokasi dan berteriak-teriak di depan kantor. Polda Bali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh aksi-aksi yang dapat mengganggu ketertiban umum di wilayah hukum Bali.
Sementara itu, Kabag Hukum Setda Kota Denpasar, Ni Wayan Legi Sugiati Saputri memberikan tanggapan. Menurutnya, peristiwa tersebut telah dilaporkan ke pihak berwajib. Dari Pemkot, posisinya saat ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
Tanggapan Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar
Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra alias Gus Yoga menanggapi pelaporan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara terkait pernyataannya tentang PBI BPJS kesehatan hingga pelemparan kantor BPJS Kesehatan Denpasar. Menurut Gus Yoga, Wali Kota Jaya Negara telah meminta maaf sehingga tidak ada pelaporan lagi.
Ketua DPC Gerindra Denpasar ini pun mengajak semua untuk guyub dan rukun. Apalagi pada 27 Februari ini, Kota Denpasar akan merayakan ulang tahun. Menurut Gus Yoga, Pak Wali sudah meminta maaf, terkait pelaporan lebih baik jangan. Jangan habiskan energi untuk berkonflik.
Gus Yoga yang telah menjadi kader Gerindra sejak tahun 2010 pun mengaku telah banyak mendapat pelajaran dari Presiden Prabowo Subianto agar tidak menghabiskan energi untuk berkonflik. Menurutnya, Pak Prabowo mengajarkan jangan habiskan energi untuk berkonflik. Bantu orang, jangan dendam, tidak ada gunanya.
Menurutnya juga, dari apa yang ia baca, pernyataan Wali Kota juga tak memenuhi mens rea. Beliau sudah minta maaf. Sudah konferensi pers juga. Kalau kita terus konflik, kapan rukunnya. Tidak ada persatuan tanpa kerukunan. Tiada kesejahteraan tanpa persatuan dan kerukunan menurut saya.
Gus Yoga juga sangat menyesalkan dan menyayangkan hingga ada kasus pelemparan batu ke Kantor BPJS Denpasar. Baginya hal itu sangat mengganggu stabilitas di Kota Denpasar. Apalagi saat ini pemerintah pusat telah membayarkan PBI selama tiga bulan. Ia sangat menyesalkan sampai ada pelemparan batu. Ini sudah mengganggu stabilitas Kota Denpasar yang sudah guyub, penuh gotong royong.











