My WordPress Blog

Nasib Terkini Ibu Tiri Bocah 12 Tahun Tewas di Sukabumi, Masih Jadi Terlapor, Diduga Lakukan Kekerasan

Kasus Kematian Bocah 12 Tahun di Sukabumi Masih Dalam Penyelidikan

Kasus kematian bocah berusia 12 tahun, NS, yang tinggal di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Sampai saat ini, ibu tiri dari NS masih berstatus sebagai terlapor dalam kasus tersebut.

Penyidik Polres Sukabumi mengungkapkan bahwa mereka sedang melakukan sinkronisasi antara informasi yang diperoleh dari 16 orang saksi dengan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Proses ini dilakukan untuk memastikan kebenaran peristiwa yang terjadi sebelum kematian NS.

Pemeriksaan Laboratorium Masih Menunggu Hasil

Selain itu, pihak kepolisian juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Patologi Anatomi dan Toksikologi Forensik terhadap sampel organ dalam korban. Hasil uji laboratorium ini akan menjadi penentu utama dalam menentukan penyebab pasti kematian NS.

Menurut AKP Hartono, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, penyidik sedang bekerja keras untuk menyelaraskan keterangan para saksi dengan temuan di lokasi kejadian. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, penyidik masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk mengetahui apakah ada zat-zat tertentu yang memengaruhi kondisi korban.

Hasil Visum Korban Menunjukkan Luka yang Mencurigakan

Hasil visum awal korban menunjukkan adanya luka di sekujur tubuh, termasuk pada bagian wajah, leher, tangan, dan kaki. Selain itu, ditemukan luka bakar derajat 2A di beberapa titik tubuh serta lebam merah keunguan yang mengindikasikan adanya trauma tumpul.

Berdasarkan hasil autopsi, tim forensik RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Sukabumi menemukan luka bakar di lengan, kaki kanan, kiri, dan punggung korban. Yang paling mencolok adalah luka bakar lama yang sudah permanen di area bibir atas dan hidung. Meskipun luka-luka tersebut tidak disebutkan sebagai penyebab kematian, tim dokter mencurigai adanya faktor lain di dalam tubuh korban.

Fokus Penyelidikan Berpindah ke Uji Laboratorium

Tim dokter forensik telah mengambil sampel organ untuk diuji di laboratorium Jakarta. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada zat-zat tertentu yang memengaruhi kesehatan korban. Namun, hingga saat ini, belum ada hasil resmi yang dirilis.

Dr. Carles Siagian, Kepala Instalasi Forensik, menjelaskan bahwa meskipun ada dugaan penganiayaan oleh ibu tiri, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul. Oleh karena itu, fokus penyelidikan kini beralih pada hasil uji laboratorium.

Dugaan Penganiayaan oleh Ibu Tiri

NS diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ibu tirinya. Kejanggalan muncul saat ayah korban, Anwar Satibi (38), mendapatkan kabar telepon dari istrinya bahwa NS sakit.

Anwar mengaku saat itu sudah dua hari dua malam meninggalkan rumah untuk bekerja sebagai jasa panggilan pemasangan gigi. Ia menerima kabar dari istrinya bahwa NS mengalami demam tinggi dan kulit melepuh. Setelah pulang, ia melihat kondisi anak sulungnya yang tidak seperti biasanya.

NS sempat memberikan keterangan saat ditanya mengenai penyebab luka yang dialaminya. Ia mengatakan bahwa ia disuruh minum air panas. Namun, kondisi NS semakin memburuk, sehingga ia dibawa ke RS Jampang Kulon.

Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), NS menjalani perawatan intensif dan dipindahkan ke ruang ICU. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong setelah beberapa waktu.

Peran Keluarga dalam Penyelidikan

Dengan dugaan kejanggalan pada kondisi anaknya yang memburuk dalam waktu singkat, Anwar kemudian memutuskan agar jenazah NS diautopsi. Proses autopsi dilakukan oleh Tim forensik RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Sukabumi selama tiga jam pada Jumat (20/2/2026).

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *