My WordPress Blog

Pengakuan Ita: Aksi Kejam Pacar yang Aniaya Anaknya Bukan Pertama Kali

Penganiayaan Brutal terhadap Balita di Karawang

Seorang balita berusia 2,5 tahun inisial NA menjadi korban penganiayaan yang sangat mengerikan. Kejadian ini terjadi di sebuah kamar hotel di wilayah Karawang Barat, Jawa Barat. Pelaku diduga adalah pacar dari ibu korban, IP (30), yang menurut informasi mengalami luka serius pada bagian mata dan lidah.

Peristiwa Mengerikan yang Terjadi

Ita, ibu korban, tidak kuasa menahan air mata saat menceritakan dugaan penganiayaan yang dialami anaknya oleh pria yang baru tiga bulan menjadi kekasihnya. Awalnya, korban dan ibunya check-in ke hotel sekitar pukul 13.00 WIB. Menjelang dini hari, pelaku menghubungi Ita melalui pesan singkat dan bertanya apakah anaknya sudah tertidur.

Tidak lama kemudian, pelaku datang dan berpura-pura mengeluh sakit perut serta mengaku belum makan setelah pulang kerja. Ia meminta tolong agar dibelikan makanan. Ita sempat menolak karena waktu sudah malam, namun pelaku meyakinkannya bahwa tempat tersebut aman dan masih ramai.

Sebelum pergi, Ita meminta pelaku menunggu di luar kamar karena anaknya baru saja tertidur. Namun, saat kembali, pelaku sudah berada di dalam kamar dalam kondisi gelap. Saat masuk, Ita mendapati pemandangan mengerikan. Anak tersebut tergeletak dengan bercak darah di seprai tempat tidur.

Mata korban disebut sudah memutih, lidah menjulur, dan tubuhnya kaku. Pelaku terlihat mengelap darah di tubuh anak itu. Ita mengungkapkan saat kejadian pelaku sempat mengelak dan mengatakan korban hanya terjatuh dari kasur.

Penganiayaan Berulang

Ita menyebutkan bahwa selama tiga bulan berpacaran dengan pelaku, perlakuan kasar terhadap anaknya bukan kali pertama terjadi. Ini merupakan penganiayaan ketiga yang dilakukan pelaku. Pertama, anaknya digigit, lalu yang kedua digigit bagian tangan sampai bengkak. Kali ini, tulang belakang korban seperti “ngebendol” dan harus ditangani oleh nenek korban.

Pelaku diketahui telah lama dikenal keluarga korban karena merupakan teman dari suami kakaknya dan bekerja sebagai sopir ekspedisi. Namun hubungan asmara dengan ibu korban baru terjalin sekitar tiga bulan terakhir.

Penangkapan Pelaku

Kasus ini kini telah dilaporkan kepada pihak berwajib. Pelaku telah ditangkap dan tengah diproses hukum lebih lanjut. Polres Karawang telah menangkap pelaku penganiayaan brutal terhadap balita berusia 2,5 tahun di Karawang, Jawa Barat.

Pelaku berinisial IP (30) merupakan pacar ibu korban inisial NA. Korban alami luka serius usai mata dipukul-pukul pakai tang, lidah robek-bolong usai ditarik tang.

Penjelasan dari Pihak Berwajib

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan menjelaskan, peristiwa itu terjadi di sebuah kamar hotel di wilayah Karawang Barat pada Kamis (12/2) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, ibu korban sempat meninggalkan kamar untuk membeli makanan. Namun ketika kembali ke kamar, ia mendapati buah hatinya dalam kondisi terluka parah dan bersimbah darah.

Cep Wildan menyampaikan, pelaku diduga melakukan tindakan keji tersebut karena emosi sesaat saat korban terus menangis. “Korban mengalami luka serius berdasarkan hasil visum. Saat ini korban tengah mendapatkan penanganan medis dan pendampingan,” katanya.

Setelah menerima laporan kejadian itu, polisi langsung memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti, hingga akhirnya pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap. “Saat ini pelaku ditahan di rumah tahanan Mapolres Karawang, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Wildan.

Ancaman Hukuman

Pelaku dijerat Pasal 80 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 1 Tahun 2026. Dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Disebutkan, peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa anak adalah amanah yang harus dilindungi. Kekerasan terhadap anak bukan hanya melukai fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam.

Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *