My WordPress Blog

Jaksa Buka Aksi Brutal Polwan Rizka, Anak 7 Tahun Jadi Saksi Kunci

Kematian Brigadir Esco: Fakta-Fakta yang Mengungkap Peristiwa Mengerikan

Kasus kematian Brigadir Esco, seorang anggota polisi dari Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, akhirnya terungkap melalui sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Mataram. Peristiwa tragis ini terjadi karena konflik ekonomi yang berujung pada tindakan kekerasan oleh istri korban sendiri, Briptu Rizka.

Konflik Ekonomi yang Memicu Pembunuhan

Menurut Jaksa Penuntut Umum, sebelum kejadian, Rizka dan Esco sempat terlibat cekcok melalui pesan WhatsApp terkait permintaan uang remon sebesar Rp10 juta. Permintaan tersebut terus-menerus dilakukan oleh Rizka sejak pagi hari. Meski Esco memberikan jawaban bahwa uang akan dikirim, hingga sore hari uang tersebut belum juga masuk ke rekening Rizka.

Selain itu, Rizka juga meminta uang sebesar Rp2,7 juta untuk membayar bunga pegadaian. Ia bahkan mengirim pesan dengan nada peringatan agar tidak memancing emosinya. Pemanggilan telepon dan pesan WhatsApp terus-menerus dilakukan oleh Rizka, meskipun tidak mendapatkan respons yang diharapkan.

Detik-Detik Brutal yang Disaksikan Anak

Pada pukul 19.48 WITA, Rizka kembali ke rumah dan menemukan sepeda motor suaminya terparkir di teras. Saat itu, Esco sedang tertidur di lantai kamar anak mereka. Dalam persidangan, jaksa menyebutkan bahwa Rizka langsung menendang bagian ulu hati Esco hingga korban terjatuh ke lantai.

Tindakan brutal berlanjut dengan Rizka menendang pinggang sebelah kiri korban, memukul wajah korban berkali-kali, dan mengambil gunting untuk melukai telapak kaki kiri Esco sebanyak tiga kali. Selain itu, ia juga mencoba menusuk wajah suaminya, namun korban berhasil menghindar dan hanya terkena telinga sebelah kiri.

Rizka juga memukul bagian belakang kepala korban menggunakan benda tumpul ketika korban dalam posisi tengkurap. Semua aksi tersebut disaksikan langsung oleh anak korban, yang kemudian diminta untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun.

Jenazah Digantung Setelah Tidak Bernyawa

Brigadir Esco diduga sudah tidak bernyawa ketika tubuhnya digantung di dekat rumahnya. Berdasarkan hasil visum, luka jeratan di leher korban merupakan post mortem atau setelah korban meninggal dunia. Selain itu, ditemukan luka parah di bagian kepala yang diduga menjadi penyebab kematian korban.

Dalam sidang, jaksa menyebutkan bahwa Esco ditemukan empat hingga enam hari sebelum pemeriksaan kesehatan. Jasadnya dibuang ke kebun yang berada di belakang rumah, lalu leher korban dijerat dengan seutas benang nilon agar tampak seperti kasus bunuh diri.

Tersangka Utama dan Bantuan Keluarga

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Rizka telah menjadi tersangka utama dalam kasus kematian suaminya. Pertengkaran antara pasangan suami istri dipicu oleh faktor ekonomi. Diduga, saat Esco lengah, Rizka memukul kepala suaminya dengan benda tumpul dan menikamnya menggunakan gunting.

Peran ayah Rizka, Saiun, serta ibunya, Nuraini, serta adik ipar Rizka (Dani) dan teman dekatnya (Paozi), turut serta dalam upaya menyembunyikan pelaku. Menurut penyidik, Saiun adalah sosok pertama yang menemukan jasad Esco dan menyimpulkan bahwa menantunya tewas karena bunuh diri.

Setelah kejadian viral dan heboh di publik, Saiun mulai berbicara tentang sosok Esco semasa hidupnya. Dalam gelar perkara, penyidik menyatakan bahwa S (Saiun), D (Dani), P (Paozi), dan N (Nuraini) terlibat dalam upaya menyembunyikan pelaku.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *