My WordPress Blog

Daftar Kebohongan Suderajat Pedagang Es Kue, Rumah Pribadi Ternyata Ngaku Ngontrak, KDM Geram

Kasus Suderajat: Pembohongan Berulang Terhadap Gubernur Jawa Barat

Suderajat (49), seorang pedagang es kue, menjadi sorotan publik setelah difitnah oleh aparat dan dianiaya atas tuduhan menggunakan bahan spons dalam es yang dijualnya. Namun, hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa es tersebut aman untuk dikonsumsi dan bukan terbuat dari spons. Meski begitu, Suderajat kini terbukti berbohong berulang kali, termasuk kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Berikut adalah beberapa pernyataan yang tidak sesuai dengan realitas yang dilontarkan Suderajat:

1. Mengaku Belum Ada Sumbangan

Pada pertemuan sebelumnya di dalam mobil, Suderajat mengatakan belum pernah menerima bantuan apa pun dari orang lain setelah video jualannya viral. Padahal, ia telah mendapatkan satu unit sepeda motor dan modal usaha dari Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras. Dedi Mulyadi meminta Suderajat untuk jujur tentang bantuan yang diterimanya.

2. Mengaku Biaya Sekolah Nunggak Rp 1,5 Juta

Suderajat menyebutkan bahwa dirinya memiliki tunggakan biaya sekolah anaknya sebesar Rp 1,5 juta. Namun, setelah ditanyai lebih detail, ternyata biaya sekolah hanya sekitar Rp 200 ribu per bulan. Selain itu, Dedi juga mempertanyakan hal ini karena biaya pendidikan di sekolah negeri saat ini sudah gratis. Ternyata, anak Suderajat tidak bersekolah di sekolah negeri, melainkan swasta.

3. Mengaku Ngontrak Rumah Rp 800 Ribu Per Bulan

Suderajat mengatakan bahwa dirinya tinggal di rumah kontrakan dengan biaya sewa Rp 800 ribu per bulan. Ia bahkan mengaku tidak mampu membayar tunggakan selama empat bulan. Namun, setelah dicek, ternyata Suderajat tidak mengontrak rumah. Ia tinggal di rumah warisan dari orang tuanya. Ketua RW di lokasi tempat tinggal Suderajat mengungkapkan bahwa Suderajat sudah tinggal di rumah tersebut selama 19 tahun. Selain itu, ia juga telah menerima bantuan Rutilahu sebelum kejadian fitnah tersebut.

4. Mengaku Dapat Warisan Rp 200 Ribu

Suderajat mengaku hanya mendapatkan Rp 200 ribu dari penjualan rumah warisan orang tuanya. Setelah dikroscek, ternyata rumah yang dijual orang tua Suderajat berada di Jakarta, bukan rumah yang ditinggali Suderajat di Bogor. Suderajat sendiri telah menerima warisan dalam bentuk tanah dan rumah di Bogor. Dedi menyesalkan sikap Suderajat yang berbohong tentang warisan tersebut.

5. Mengaku Tak Punya Uang, tapi Banyak Bantuan

Ketua RW menjelaskan bahwa Suderajat telah menerima banyak bantuan, mulai dari uang tunai, motor hingga umroh. Berikut adalah beberapa bantuan yang diterima Suderajat:

  • Satu unit motor dari Kapolres Metro Depok serta bantuan modal usaha
  • Bantuan Rutilahu senilai Rp 18 juta dalam bentuk bahan bangunan dan honor kuli bangunan
  • Bantuan Dedi Mulyadi sebesar Rp 15 juta
  • Tambahan bantuan Dedi Mulyadi sebesar Rp 20 juta
  • Bantuan dari bidan Seruni sebesar Rp 10 juta dan sembako
  • Bantuan Budi Amal TikTok sebesar Rp 25 juta
  • Bantuan Owner HOB sebesar Rp 10 juta
  • Bantuan staf Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebesar Rp 10 juta
  • Bantuan Aisar Khaled berupa hadiah umrah untuk Suderajat dan istrinya

Dedi Mulyadi menegaskan agar Suderajat tidak lagi berbohong dalam menceritakan kondisi ekonominya. “Babe nggak boleh lagi ngomong nggak punya duit,” tegas Dedi.


Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *