Relawan Agam Rinjani Bantu Tim SAR Cari Korban Pesawat ATR 42-500
Relawan Agam Rinjani turut berpartisipasi dalam operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung pada hari keenam pencarian. Ia ditugaskan di jalur vertikal atau medan terjal, dengan menginap di tebing menggunakan peralatan khusus untuk memastikan pencarian korban bisa dilakukan secara efektif.
Proses evakuasi menghadapi tantangan besar karena kondisi medan yang ekstrem dan cuaca buruk seperti kabut serta angin kencang. Meski begitu, seluruh 10 korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi pada hari ketujuh, Jumat (23/1/2026) menggunakan helikopter. Agam Rinjani, yang selama ini sering membantu korban di gunung, juga ikut berperan dalam pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 dinyatakan jatuh di Gunung Bulusaraung pada Sabtu (17/1/2026). Pada hari keenam pascakecelakaan, Agam turut membantu Tim SAR di Gunung Bulusaraung. “Kami koordinasi dengan tim, apa yang bisa kami bantu, kami bantu untuk di medan terjal,” kata Agam.
“Kita ambil posisi di bagian vertikal, di camp. Kami akan menginap di atas selama kurang lebih sesuai kesepakatan nantinya. Itu di jalur vertikal,” sambungnya. Karenanya, Agam pun membawa peralatan lengkap khusus untuk menginap di tebing gunung.
“Sasarannya (mencari) korban. (Saya) gabung di pos 9, di jalur utama. Kami bawa tali, alat vertikal issues,” ujar Agam. “Memang kondisi medan di sini selain terjal, kondisi cuaca juga yang mempersulit evakuasi karena kabut, belum lagi angin badai, yang betul-betul harus safety, ketika harus mau menolong, tim harus safety sendiri,” sambungnya.
Sebelum berangkat ke TKP, Agam meminta doa dari masyarakat seluruh Indonesia. “Kami minta doanya seluruh warga Indonesia biar mempercepat evakuasi korban dan semua korban bisa diturunkan dari atas gunung,” imbuh Agam.
Alhamdulillah 10 Korban Dievakuasi
Akhirnya 10 orang korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah berhasil ditemukan dan dievakuasi melalui helikopter. Proses evakuasi jenazah korban memang sulit dilakukan, mengingat kondisi lereng gunung Bulusarung yang terjal dan curam. Beruntung kini semua korban telah berhasil dievakuasi dan akan diserahkan ke pihak keluarga.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan. Para korban berhasil ditemukan dan dievakuasi tepat hari ketujuh pada Jumat (23/1/2026) pencarian. Pagi itu, cuaca di lokasi operasi cerah hingga pukul 10.20 Wita, mendukung percepatan evakuasi menggunakan helikopter.
Dua kantong jenazah terakhir dibawa ke Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin pada pukul 09.06 Wita, disambut haru dan syukur seluruh petugas di posko. Suara Kepala Seksi Operasi Basarnas Andi Sultan tampak bergetar dan sempat terhenti sejenak karena terbawa emosi saat mengonfirmasi temuan terakhir, menandai beratnya perjuangan tim di medan yang ekstrem.
Sebelumnya, paket kesembilan ditemukan sekitar pukul 08.55 Wita. “Alhamdulillah, paket (kantong jenazah) 9 pukul 08.55 Wita ditemukan. Kami tetap melaksanakan misi utama dalam operasi yaitu mencari seluruh korban,” ujar Andi Sultan dengan suara bergetar dikutip dari KOMPAS.COM, Jumat (23/1/2026).
“Dan pada pukul 09.16 Wita, alhamdulillah korban (paket 10) ditemukan,” sambungnya singkat lalu berhenti karena rasa haru. Untuk mempercepat proses evakuasi, Basarnas menurunkan tambahan personel dari Mamuju, Kendari, dan Palu. Seluruh unsur SAR gabungan, termasuk TNI, Polri, dan relawan, bekerja secara maksimal dan terkoordinasi agar semua korban dan material pesawat dapat dievakuasi sesuai prosedur.
Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
Pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto pada pukul 08.08 WIB setelah dinyatakan memenuhi seluruh prosedur keamanan dan operasional penerbangan.
Dalam penerbangan itu, pesawat membawa tujuh kru dan tiga penumpang. Termasuk di dalamnya pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Deden Maulana. Saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, pesawat diketahui tidak berada pada jalur yang seharusnya. Petugas pemandu lalu lintas udara sempat memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat. Namun, komunikasi antara Air Traffic Controller atau Pengatur Lalu Lintas Udara (ATC) dan pesawat tiba-tiba terputus sekitar pukul 13.17 WITA.
Menindaklanjuti hilangnya kontak tersebut, ATC menetapkan status darurat penerbangan. Berdasarkan data koordinat terakhir, posisi pesawat diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian melalui jalur darat dan udara.
Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan berawan, dengan jarak pandang yang masih memungkinkan penerbangan. Dalam proses pencarian, masyarakat setempat melaporkan adanya suara ledakan dan munculnya titik api di kawasan pegunungan. Wilayah yang dimaksud berada di sekitar Gunung Bulusaraung dan Gunung Bawakaraeng.
Medan yang berupa pegunungan karst dengan hutan lebat serta tebing terjal menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Upaya pencarian juga terkendala kabut tebal, hujan, dan angin kencang. Pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, patroli udara mendeteksi serpihan berwarna putih di lereng Gunung Bulusaraung. Temuan tersebut dikonfirmasi sebagai bagian dari pesawat ATR 42-500.
Meski medan pencarian sangat berat, namun tim berhasil menemukan beberapa bagian besar pesawat seperti jendela, ekor, dan badan pesawat, serta banyak serpihan kecil tersebar di berbagai titik. Serpihan-serpihan tersebut menjadi petunjuk penting dalam pencarian, dengan lokasi berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Sultan Hasanuddin.
Operasi pencarian intensif membuahkan hasil ketika tim SAR gabungan menemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki beserta sejumlah barang pribadi penumpang. Korban ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter, tidak jauh dari lokasi serpihan pesawat. Satu korban berjenis kelamin perempuan juga ditemukan pada Senin (19/1/2026). Korban perempuan tersebut ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI), jenazah perempuan itu diketahui adalah pramugari Florencia Lolita Wibisono. Jenazah Florencia Lolita Wibisono berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pada Selasa malam, 19 Januari 2026. Evakuasi dilakukan melalui jalur posko AJU Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep, dengan mobil ambulans milik TNI.
Setibanya di rumah sakit, jenazah langsung ditangani tim DVI Bidokkes Polda Sulsel. Kemudian diketahui bahwa jenazah pertama yang ditemukan adalah Deden Maulana yang merupakan pegawai KKP. Identitas jenazah terungkap saat keluarga menerima peti jenazah korban di Biddokkes Polda Sulsel, Rabu (21/1/2026) malam.
Pemerintah mengerahkan Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, AirNav Indonesia, BMKG, dan pemerintah daerah untuk mempercepat pencarian dan evakuasi. Kecelakaan pesawat ATR 42-500 terjadi saat menabrak lereng Gunung Bulusaraung sehingga pecah menjadi serpihan, menurut Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono. Insiden ini dikategorikan sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT), yang berarti pesawat masih bisa dikendalikan pilot, namun benturan dengan lereng gunung tidak bisa dihindari.
Serpihan pesawat yang ditemukan tim SAR menjadi bukti benturan keras tersebut. KNKT masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan belum berspekulasi mengenai kemungkinan kelalaian. 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Jumat (23/1/2026). Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Priyo Hadi menyampaikan bahwa selama tujuh hari pencarian, seluruh korban dan properti penting pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan.
“Alhamdulillah hari ke-7 kita bisa temukan seluruhnya, baik benda penting yang di pesawat maupun seluruh korban dan tepat dengan sandi hari ini kita gunakan sandi sapu bersih, Allah meridohi sandi tersebut,” ujarnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











