Tiga Kasus Baru Virus Nipah Terkonfirmasi di India
Pada awal pekan ini, tiga kasus baru virus Nipah terkonfirmasi terjadi di India. Kasus-kasus tersebut menambah dua kasus sebelumnya yang melibatkan perawat, yaitu seorang laki-laki dan perempuan. Kedua pasien tersebut bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Barasat, dekat ibu kota negara bagian Kolkata.
Sementara itu, tiga pasien baru yang terinfeksi virus Nipah juga masih berasal dari dunia kesehatan. Mereka terdiri dari seorang dokter, perawat, dan staf kesehatan. Dengan demikian, total jumlah warga India yang terkonfirmasi positif virus Nipah mencapai lima orang. Situasi ini memicu pemerintah India untuk segera mengambil langkah-langkah pencegahan guna mencegah lonjakan wabah.
Setidaknya hampir 100 warga India kini dikarantina di rumah mereka untuk mencegah penularan lebih lanjut. Sementara pasien-pasien baru tersebut kini dirawat di rumah sakit penyakit menular di Beleghata, Kolkata bagian timur.
Sejarah dan Gejala Virus Nipah
Virus Nipah bukanlah hal baru dalam virologi. Virus yang ditemukan pada spesies kelelawar ini pertama kali diidentifikasi pada 1998 selama wabah penyakit di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura. Pada tahun 2018, virus Nipah menyebabkan kematian puluhan orang di Kerala, negara bagian di pesisir barat daya India.
Hingga saat ini, para ahli di negara tersebut setiap tahunnya berjuang melawan penularan virus Nipah. Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan imbauan terkait mewabahnya virus Nipah pada 2023 silam.
Menurut laman resmi Kemenkes, virus Nipah memiliki masa inkubasi antara 4 hingga 14 hari sebelum gejalanya muncul. Setelah sekitar dua pekan, pasien akan mengalami gejala ringan hingga berat, bahkan mengancam jiwa.
Berikut adalah gejala virus Nipah yang harus diwaspadai:
- Demam
- Sakit kepala
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Nyeri otot
- Sesak napas
- Muntah
- Kesulitan menelan
- Peradangan otak (ensefalitis).
Kondisi ensefalitis karena virus Nipah juga bisa mengakibatkan gejala berikut ini:
- Kantuk berlebihan
- Sulit berkonsentrasi
- Disorientasi
- Perubahan mood yang signifikan.
Pada kasus yang parah, infeksi virus Nipah dapat menyebabkan kematian. Jika mengalami gejala yang mengarah pada infeksi virus Nipah, warga dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Cara Penularan Virus Nipah
Menurut World Health Organization (WHO), virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang awalnya menularkannya ke babi. Kelelawar merupakan reservoir alami virus Nipah sehingga virus tersebut tidak menyebabkan penyakit pada kelelawar. Namun, virus Nipah bisa menyebar dari kelelawar ke hewan lainnya.
Penularan dari hewan ke hewan disebabkan karena penebangan hutan yang membuat kelelawar kehilangan habitat mereka. Sehingga, mamalia bersayap itu pindah ke permukiman manusia dan peternakan. Dari hewan ke hewan, virus Nipah bisa menyebar ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti reservoir alami virus Nipah.
Selain itu, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang bisa terinfeksi virus Nipah melalui konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika daging tersebut tidak diolah dengan matang. Selain penularan dari hewan ke manusia, virus Nipah juga bisa menular dari manusia ke manusia. Kondisi ini terjadi melalui kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, terutama ketika pasien berada dalam kondisi yang menghasilkan banyak sekali cairan tubuh, seperti air liur.
WHO mengklasifikasikan virus Nipah sebagai patogen yang berpotensi memicu pandemi. Apalagi, hingga saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi tersebut.
Seberapa Mematikan Virus Nipah?
Dikutip dari The Independent, virus Nipah dikaitkan dengan tingkat kematian yang tinggi, yaitu mencapai 40-75 persen, tergantung pada wabah dan jenis virus yang terlibat. Menurut Badan Keamanan Kesehatan Inggris, pasien mungkin akan mengalami efek neurologis jangka panjang, seperti kejang yang terus-menerus atau perubahan kepribadian setelah terinfeksi virus ini.
Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, ensefalitis dilaporkan dapat kambuh berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah infeksi awal, baik karena kekambuhan atau reaktivasi virus. Dengan tingkat kematian yang tinggi, potensi wabah yang terjadi, dan belum adanya vaksin, virus Nipah dapat memicu terjadinya pandemi yang bisa menyebabkan krisis global.
Cara Mencegah Penularan Virus Nipah
Untuk mencegah penularan virus Nipah yang mewabah, berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Hindari kontak langsung dengan hewan yang berisiko, termasuk pada kelelawar dan hewan ternak.
- Pastikan mencuci sayur dan buah sebelum dikonsumsi.
- Ketika membersihkan kotoran atau urine hewan yang berisiko tertular, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah.
- Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang yang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi Nipah.
- Pastikan daging hewan dimasak dengan baik dan hindari makan daging yang masih mentah.











