Nenek 80 Tahun Diculik dan Dirampok oleh Tetangganya Sendiri
Seorang nenek bernama Christina (80) menjadi korban perampokan dan penculikan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri. Pelaku diketahui berinisial YG (60), seorang pria yang dikenal sebagai tukang bengkel mobil. Korban, yang merupakan mantan guru sekaligus pemilik kos di Palembang, dilaporkan hilang setelah pergi berobat ke RS Bhayangkara Palembang pada Rabu (14/1/2026).
Kejadian ini mengejutkan keluarga, terutama keponakan korban, Yuli (48). Ia tinggal bersebelahan dengan rumah korban dan mengatakan bahwa korban sangat pendiam karena usianya yang sudah tua. Saat mendengar kabar bahwa Wak (panggilan akrab untuk Christina) tidak pulang ke rumah, Yuli merasa kaget.
Menurut Yuli, sebelum kejadian tersebut, ada anak kosan yang tinggal di rumah korban melihat seorang laki-laki membawa mobil korban keluar dari rumah. Dari informasi itu, keluarga mulai curiga bahwa korban terakhir kali bertemu dengan pelaku utama, yaitu YG (60). Anak kosan tersebut juga memberikan ciri-ciri pelaku, termasuk rambut cepak dan kulit hitam manis. Keluarga langsung mengenali pelaku sebagai YG, yang tinggal tidak jauh dari rumah korban.
Keluarga merasa tidak menyangka bahwa YG, yang dikenal sebagai orang pendiam dan baik, bisa melakukan tindakan seperti itu. Informasi yang didapat adalah bahwa YG melarikan diri ke Jakarta karena ada anaknya yang akan menikah. Namun, setelah korban dilaporkan hilang, YG tidak dapat dihubungi dan keberadaannya tidak diketahui.
Atas peristiwa tersebut, keluarga sangat berharap petugas kepolisian segera menemukan keberadaan korban dalam kondisi apa pun. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian yang berhasil menangkap pelaku YG.
Korban Masih Hilang
Hingga kini, misteri masih menyelimuti keberadaan Christina meskipun pelaku utama dan dua rekannya atas tindakan perampokan dan penculikan terhadap wanita lansia itu sudah berhasil ditangkap polisi. Christina, mantan guru sekaligus pemilik kosan di Palembang, dilaporkan hilang setelah sempat mengabari cucunya pergi berobat ke RS Bhayangkara Palembang pada Rabu (14/1/2026).
Setelah melakukan penyelidikan mendalam, polisi mengungkap bahwa hilangnya Christina adalah dampak dari tindak pidana pencurian disertai kekerasan. Tiga pelaku berhasil ditangkap, di mana satu orang berinisial YG (59) disebut sebagai pelaku utama, sedangkan dua orang lainnya berinisial JI dan SW sebagai pelaku yang membantu YG.
YG, pelaku utama, berhasil ditangkap di Jawa Timur (Jatim), tepatnya di wilayah hukum Polres Tulungagung. Tim Subdit III Jatanras Polda Sumsel kini sedang dalam perjalanan menjemput YG untuk dibawa ke Palembang. Sebelumnya, polisi sudah lebih dulu menangkap dua pelaku lainnya di dua tempat berbeda di Palembang.
Kronologi Penangkapan
Pengejaran terhadap YG bermula saat personel Subdit Jatanras Polda Sumsel melakukan pelacakan terhadap keberadaan pelaku yang awalnya diketahui berada di wilayah Jakarta, dengan dukungan Resmob Bareskrim Polri. Namun dari hasil penyelidikan lanjutan, pelaku diketahui telah berpindah lokasi ke wilayah Lampung bersama istri dan anaknya, dengan mengendarai satu unit mobil Honda Mobilio.
Petugas kemudian kembali melakukan pengejaran. Saat personel sudah berada di wilayah Lampung, pelaku justru melarikan diri dan meninggalkan istri serta anaknya. Setelah pelaku melarikan diri, dilakukan penyelidikan lanjutan hingga diketahui pelaku kabur ke wilayah hukum Polres Tulungagung.
Sedangkan dua tersangka lainnya, berinisial JI dan SW, ditangkap anggota Subdit III Jatanras Polda Sumsel di tempat berbeda di Palembang. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mumin Wijaya, mengatakan bahwa perkembangan kasus ini sedang didalami lebih lanjut oleh Jatanras Polda Sumsel.
Pengakuan Pelaku
Dijelaskan, masing-masing pelaku memiliki peran berbeda. SW menjemput tersangka utama dan membantu menjual mobil korban. Sedangkan JI menerima handphone milik korban yang diserahkan YG. Dalam pengakuan JI kepada penyidik, pada tanggal 14 Januari 2026 sekitar pukul 11:00 WIB, YG datang ke rumahnya dengan mengendarai sebuah mobil Mitsubishi Mirage BG 1646 RI (milik korban hilang). Sekitar 30 menit kemudian, YG pamit dari rumah JI dan memberikan handphone korban serta memerintahkan JI untuk merestart ulang handphone tersebut.
Selain itu, YG juga memberikan uang Rp 4,2 juta kepada JI yang diberikan secara bertahap. Saat ini Polda Sumsel tengah menjemput YS si pelaku utama yang diamankan saat berada di wilayah Tulung Agung, Jawa Timur.
Kronologi Korban Hilang
Diberitakan sebelumnya, Christina pergi berobat ke RS Bhayangkara Palembang pada Rabu (14/1/2026) dini hari. Perempuan bernama Christina S dilaporkan hilang bersama mobilnya Mitsubishi Mirage miliknya oleh pihak keluarga.
Informasi yang dihimpun, warga Jalan Tribara Km 3,5 Palembang, terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada Rabu pagi sekitar pukul 04.47 WIB. Saat itu, ia mengabarkan telah mengambil nomor antrean untuk berobat di RS Bhayangkara dan berniat pulang terlebih dahulu. “Terakhir WA sama cucu ponakan, Rabu pagi jam 04.47 WIB, menginformasikan kalau habis ambil nomor antre di RS Bhayangkara, terus katanya mau pulang dulu,” tulis pesan WhatsApp yang beredar di grup keluarga.
Namun, hingga pagi hari, Christina tak kunjung kembali ke rumah. Sekitar pukul 07.00 WIB, cucu ponakannya baru sempat membalas pesan tersebut. Lalu, pada pukul 09.53 WIB, kembali muncul pesan yang menyebutkan bahwa di rumah akan ada yang mengantar nasi kuning. “Pas diantar jam 10.00 pagi, di rumah korban tidak ada orang. Ditelepon tidak diangkat, di WA tidak dibalas. Posisi rumah kosong dan mobilnya juga tidak ada,” tulis pesan lanjutan yang beredar.
Merasa cemas, keluarga berupaya mencari Christina ke rumah teman dan kerabat. Namun hasilnya nihil. Pada malam harinya, keluarga melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian dengan membuat laporan orang hilang. Menurut Rinto, cucu korban, pihak kepolisian sempat melakukan pelacakan sinyal ponsel. Hasilnya, titik terakhir keberadaan korban terdeteksi berada di sekitar Talang Buluh, Kenten Laut. “Namun ketika kami mendatangi lokasi tersebut, korban masih belum ditemukan,” ujar Rinto.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











