My WordPress Blog

Pandji Pragiwaksono: Dalang dengan Latar Belakang Pendidikan Istimewa

Pandji Pragiwaksono dan Kariernya dalam Dunia Stand Up Comedy

Tahun 2026 menjadi tahun yang menarik bagi warganet Indonesia, khususnya para penggemar komedi. Banyak orang membahas tontonan berjudul Mens Rea, sebuah pertunjukan komedi yang digelar oleh Pandji Pragiwaksono. Pertunjukan ini sebenarnya diadakan secara offline pada 30 Agustus 2025 di Indonesia Arena Senayan, Jakarta, lalu ditayangkan melalui platform Netflix.

Mens Rea mengambil istilah dari bahasa Latin yang berarti “niat jahat”. Dalam pertunjukan ini, Pandji mengangkat topik politik di Indonesia dengan gaya humor yang khas. Namun, kini Pandji menghadapi masalah hukum setelah dilaporkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah ke Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026). Ia dituduh melakukan pencemaran nama baik terkait materi dalam pertunjukan tersebut.

Pandji Pragiwaksono adalah salah satu tokoh komedi ternama di Indonesia. Sejak 2009, ia telah memperkenalkan genre stand up comedy kepada masyarakat. Namun, selain kariernya sebagai komika, ia juga memiliki latar belakang pendidikan yang menonjol.

Latar Belakang Keluarga

Pandji lahir di Singapura pada 18 Juni 1979. Saat itu, orangtuanya sedang bekerja di sana. Ayahnya bekerja sebagai konsultan perminyakan, sementara ibunya berasal dari Sumatera. Ayah Pandji juga pernah menjadi atlet karate yang berdarah Jawa. Di usia lima tahun, keluarganya kembali ke Jakarta.

Pindah ke Jakarta

Di Jakarta, Pandji dimasukkan ke sekolah TK internasional oleh ayahnya. Namun, ia mengaku tidak bisa berbahasa Inggris saat itu. Ia mengatakan bahwa di Singapura, ia belum paham bahasa tersebut karena masih kecil.

Selama masa SD dan SMP, Pandji tinggal di Jakarta Selatan. Ia juga menempuh SMA di sekolah yang sama, yaitu SMA Kolese Gonzaga. Di sekolah ini, ia pernah mengikuti tren berambut gondrong yang diperbolehkan oleh pihak sekolah. Selama masa SMA, Pandji mengaku mengalami pengalaman unik sebagai minoritas.

“Karena gue muslim, kebanyakan kan Katolik, tapi walaupun begitu keadaan berjalan biasa-biasa aja. Gue bulan puasa nongkrongnya di kantin enggak masalah, yang lain pada makan enggak masalah. Bahkan ada satu kejadian, gue lagi main bola sampai magrib, gue satu-satunya muslim nih yang main bola. Pas azan teman gue ‘Stop, stop! Pandji buka (puasa) dulu’,” ujar Pandji dalam podcast bersama Gofar Hilman.

Kuliah di ITB

Pandji memasuki Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1997. Ia mengambil jurusan Desain Produk Industri. Selama kuliah, ia belajar bahwa kegagalan bisa dianggap sebagai proses pencarian. Menurut Pandji, seni memungkinkan seseorang untuk menciptakan apa pun yang mereka inginkan.

Ia juga mengingatkan bahwa seniman harus berani eksplorasi, merespons, dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada. Hal ini memberinya semangat untuk berinovasi dan tidak takut menjadi berbeda.

Selama masa studinya, Pandji sering membawa nama ITB dalam berbagai kejuaraan basket. Ia juga pernah berdemo di depan kampus. Meskipun demikian, ia lulus kuliah dengan nilai yang biasa saja. Dalam unggahan Instagramnya, ia mengungkapkan bahwa ia lulus pada tahun 2020 dan sempat mengunggah foto wisudanya.

“Foto sekitar 2002 kayaknya, gue lupa,” tulis Pandji di akun @pandji.pragiwaksono.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *