My WordPress Blog

Sosok dan Penampilan Danny, Dosen UNIMA Diduga Pelecehan Seksual di Mobil, Korban Tinggalkan Surat

Penyelidikan Kematian Mahasiswi UNIMA yang Diduga Korban Pelecehan Seksual

Kasus kematian Evia Maria Mangolo, seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA), terus mendapat perhatian publik setelah ditemukan tewas di kamar kosnya di kawasan Kaaten, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Awalnya, pihak kepolisian menyatakan bahwa korban diduga mengalami depresi dan mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, temuan-temuan baru memicu keraguan terhadap kesimpulan awal tersebut.

Hasil Pemeriksaan Awal dan Perubahan Pendapat

Kapolsek Tomohon Tengah, Iptu Stenly Tawalujan, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh Evia. “Tidak ditemukan tanda kekerasan,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa otopsi tidak dilakukan karena keluarga korban awalnya menolak. Namun, seiring berjalannya waktu, keluarga justru menemukan beberapa kejanggalan.

Tante korban, Ketsia, mengungkapkan bahwa keluarga melihat adanya luka lebam di bagian kaki Evia saat jenazah diperiksa. “Saat itulah ada tanda biru, serta tanda seperti luka,” kata Ketsia. Temuan ini membuat keluarga mempertanyakan penyebab kematian Evia. Setelah berdiskusi, keluarga akhirnya sepakat untuk mengizinkan dilakukan otopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian.

Surat Tulisan Tangan yang Mengungkap Dugaan Pelecehan

Selain luka fisik, keluarga juga menemukan sepucuk surat tulisan tangan milik Evia yang mengungkap dugaan pelecehan seksual yang dialaminya sebelum meninggal dunia. Dalam surat tersebut, Evia menceritakan kronologi dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh dosen UNIMA bernama Danny A. Masinambow.

Menurut Evia, peristiwa itu terjadi pada 12 Desember 2025, ketika Danny menghubunginya melalui pesan singkat dan menanyakan soal urut atau pijat. “Beliau bertanya kepada saya kalau saya bisa urut ke dia. Saya jawab, ‘Maria tidak tau ba urut’. Mner bilang mener capek sekali. Dalam pikiran saya itu bukan hak saya untuk melayani dia seperti itu,” tulis Evia.

Percakapan yang Menimbulkan Kekhawatiran

Evia menyebutkan bahwa percakapan bernada serupa bukan pertama kali terjadi. Dua orang temannya bahkan sempat melarang Evia untuk menemui Danny. Namun, Danny kemudian mengalihkan pembicaraan dengan alasan rekap nilai akademik, yang disebut-sebut sudah diselesaikan oleh Evia sebelumnya. Karena mengira ada perubahan nilai yang perlu dibahas, Evia akhirnya menyanggupi untuk bertemu.

Pertemuan di Mobil dan Dugaan Pemaksaan

Pada pukul 14.20, Evia mengirimkan live location ke grup percakapan yang berisi teman-temannya. Ia meminta mereka untuk terus memantau keberadaannya. Setibanya di lokasi, Evia mengaku langsung diminta masuk ke dalam mobil oleh Danny. “Saya pun naik dan saya bertanya kepada beliau bahwa saya ke sini mau ngapai, ada yang mau diubah nilainya? Terus beliau hanya bilang mner capek sekali,” tulis Evia.

Tak lama kemudian, situasi berubah. Danny disebut menurunkan sandaran kursi hingga posisi berbaring dan mulai memaksa Evia untuk memijat tubuhnya. Lebih jauh, Evia mengaku dosen tersebut bertindak semakin lancang. “Tiba-tiba beliau sudah menarik pipi untuk diciumnya. Posisi tangan kiri saya pakai untuk menutup mulut saya dan tangan kanan saya mendorong mner,” tulisnya.

Trauma Mendalam Sebelum Meninggal

Akibat peristiwa tersebut, Evia mengaku mengalami trauma dan ketakutan mendalam. Ia merasa tertekan, malu, dan khawatir jika bertemu kembali dengan Danny. “Saya trauma dan ketakutan. Saya takut bila bertemu maer Danny. Saya malu jika ada mahasiswa yang melihat saya naik di mobilnya akan jadi pembicaraan. Saya tertekan dengan masalah tersebut,” tulis Evia.

Pemeriksaan terhadap Danny A. Masinambow

Menanggapi kasus ini, Kepala Humas UNIMA, Titof Tulaka, menyatakan bahwa pihak kampus telah mengambil langkah dengan memeriksa Danny A. Masinambow. “Sudah diperiksa. Oknum tersebut langsung menuju ke polisi untuk pemeriksaan,” katanya. Namun, pernyataan berbeda disampaikan Kapolsek Tomohon Tengah, Iptu Stenly Tawalujan. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap Danny bukan dilakukan di tingkat Polsek. “Laporan tidak masuk ke kami. Dia diperiksa ke Polda Sulut,” jelasnya.

Proses Hukum yang Masih Berlangsung

Kasus ini pun terus bergulir dan menyita perhatian publik, seiring desakan agar kematian Evia Maria Mangolo diusut secara transparan dan menyeluruh, serta dugaan pelecehan seksual yang tertuang dalam surat terakhirnya mendapat penanganan hukum yang adil.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *