My WordPress Blog

Kasir Syok Usai Dihina Dosen UIM Amal Said

Peristiwa Penghinaan di Swalayan Makassar

Pada hari Kamis, 25 Desember 2025, terjadi peristiwa yang mengejutkan di sebuah swalayan Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Seorang pegawai kasir bernama Ningsih (21) diludahi oleh seorang dosen Universitas Islam Makassar (UIM), Amal Said. Kejadian ini memicu reaksi keras dari masyarakat dan berujung pada laporan ke pihak berwajib.

Peristiwa bermula saat situasi toko sedang cukup ramai. Ningsih, yang sedang bertugas, meminta pelaku untuk bersabar menunggu antrean pembeli lainnya. Namun, teguran tersebut justru direspons dengan makian dan tindakan tidak manusiawi. Ningsih mengaku merasa syok setelah melihat tindakan itu.

“Kurang ajar kau itu caramu melayani! Saya ini juga mau membayar, kenapa begitu caramu?” ujar Ningsih menirukan bentakan pelaku. Ia menjelaskan bahwa ia mencoba memberikan penjelasan dengan tenang agar pelaku memahami kondisi antrean saat itu. Namun, jawaban yang diterima justru membuatnya merasa dihina.

“Saya bilang, ‘Maaf Pak, tadi karena ada antrean di belakang jadi harus mengantre’. Tapi belum sempat saya selesai bicara, dia langsung meludah ke muka saya dan kena jilbab saya,” tuturnya dengan suara bergetar. Air ludah pelaku mengenai area wajah hingga jilbabnya, membuat Ningsih terguncang hebat.

Dalam kondisi syok dan “kena mental”, Ningsih langsung meninggalkan meja kasir untuk membersihkan diri. “Saya syok sekali. Langsung lari ke WC cuci muka karena ludahnya kena muka,” ungkapnya.

Ironisnya, setelah melakukan tindakan tidak etis tersebut, pelaku dikabarkan tidak menunjukkan penyesalan. Ia justru menekan korban untuk meminta maaf dan membawa-bawa nama atasan korban sebagai bentuk ancaman. Karena merasa takut dan terintimidasi, Ningsih terpaksa mengalah meski dirinya adalah korban.

“Saya minta maaf karena takut kalau dilawan masalahnya tambah panjang. Temanku juga cuma diam karena takut,” ungkapnya. Usai melancarkan aksi penghinaan tersebut, sang dosen langsung meninggalkan lokasi.

Dukungan keluarga dan pihak manajemen swalayan akhirnya menguatkan langkahnya untuk menempuh jalur hukum. Pada Rabu malam, Ningsih resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tamalanrea. Ia menegaskan bahwa keluarga tidak menerima perlakuan tersebut dan berharap ada keadilan.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Sangkala, membenarkan adanya laporan Ningsih. “Sudah, melaporkan di Polsek Tamalanrea dengan laporan penghinaan dan dilakukan proses penyelidikan,” kata Iptu Sangkala via pesan WhatsApp. Sangkala mengaku akan memanggil saksi-saksi yang ada untuk dimintai keterangan.

“Tindak lanjut mengundang saksi mencari info terhadap terlapor dan memanggil dan mengumpulkan barang bukti,” tegasnya.

Penjelasan dari Pelaku

Amal Said, seorang pria yang berprofesi sebagai dosen di universitas di Makassar, angkat bicara setelah videonya yang meludahi seorang kasir swalayan viral di media sosial. Amal bercerita, saat itu dirinya memang sedang berbelanja camilan di swalayan tersebut. Dia juga membantah telah menyerobot antrean seperti narasi di media sosial.

“Awalnya memang saya singgah untuk membeli camilan, setelah saya ambil belanjaan, turunlah saya ke kasir, saya antre di situ, saya sama sekali tidak menyerobot, saya ikut antrean,” ucap Amal dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (28/12/2025). Saat tengah mengantre, kasir yang tidak jauh darinya sudah kosong. Dia pun berinisiatif untuk pindah ke kasir tersebut.

“Saya lihat ada kasir yang sudah kosong antreannya, jadi maksud saya supaya lebih ringkas apalagi masih ada orang di belakang saya, akhirnya saya ke sebelah ke kasir yang sudah kosong antreannya,” kata dia. Amal menyampaikan, pelayanan petugas kasir swalayan saat itu profesional seperti biasa.

Tepat saat belanjaan Amal hendak dibungkus oleh petugas lainnya, dia pun ditegur karena dianggap menyerobot antrean. “Pas saya di depan petugas yang packing belanjaan saya itu, di situ saya mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh petugas itu. Dia bilang ke saya, ‘Kenapa Bapak tidak antre?’, jadi saya bingung, harus antre bagaimana? Sementara kasir yang saya tempati kosong,” kata Amal. Petugas itu pun mengarahkan Amal untuk tetap mengantre di tempat awalnya.

Amal pun merasa tidak dihargai hingga spontan meludahi petugas wanita berinisial N (21) tersebut. “Saya merasa tidak harus ke sana. Mungkin bisa dilihat rekaman CCTV itu, antrean saya kosong. Setelah saya ditegur itu saya merasa dilecehkan, merasa dihina, saya ini orang tua, masa saya diperlakukan seperti itu. Kalau orang Bugis-Makassar diperbuat begitu kayak seperti tidak menghargai, dihinakan, begitu saya rasakan saat itu,” ujarnya.

Amal juga mengaku tidak secara langsung meludahi wajah petugas wanita tersebut. “Setelah saya bayar belanjaan, saya emosi sekali di situ. Saya ludahi bajunya, tidak benar itu saya ludahi mukanya, kesal sekali saya diperlakukan seperti itu, kayaknya tidak ada sekali harga diri saya,” tutur dia. Amal juga mengeklaim bahwa dirinya sama sekali tidak melanggar aturan. Dia hanya berpindah antrean kasir yang sudah kosong.

“Kan tidak melanggar kalau pindah antrean, kalau memang sudah kosong kan. Tidak ada larangan, wajar saya pindah kan. Itu juga tidak terlalu ramai saat itu,” ucap dia.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *