Perayaan Wisuda Mahasiswa STKIP Sinar Pancasila Betun
Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), hadir dalam acara wisuda mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Sinar Pancasila Betun, pada Jumat (19/12/25). Acara ini menjadi momen penting bagi 43 mahasiswa yang resmi menyandang gelar sarjana strata satu (S1).
Dalam sambutannya, HMS menyampaikan apresiasi atas perjuangan para lulusan. Ia menekankan bahwa gelar yang diraih bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah yang harus diwujudkan untuk daerah dan bangsa.
“Hari ini adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, doa dari orang tua serta bimbingan bapak ibu dosen STKIP Sinar Pancasila Betun,” ujar HMS di hadapan tamu undangan.
Ia juga mengingatkan bahwa saat ini kita hidup di zaman yang penuh tantangan dan perkembangan teknologi serta globalisasi. Hal ini menuntut SDM yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing. Daerah tidak akan mampu bersaing tanpa dukungan manusia cerdas dan berkarakter.
Oleh karena itu, HMS menekankan bahwa pembangunan SDM harus menjadi prioritas utama demi percepatan pembangunan daerah. Ia meminta para lulusan untuk memiliki kredibilitas dan integritas saat kembali ke masyarakat.
“Kami mau sampaikan untuk adik-adik saya 43 orang yang hari ini diwisudakan, saya mau supaya kita harus punya kredibilitas dan integritas saat kembali ke masyarakat,” pinta HMS.
Lebih lanjut, ia berharap agar para lulusan terus memberi masukan kepada pemerintah untuk terus berbenah dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, pemerintahan SBS-HMS tidak anti kritik. Ia membuka ruang bagi siapa saja yang ingin datang dengan data untuk dibahas bersama dan mencari solusi.
“Saya selalu siap menunggu teman-teman untuk berdiskusi jika ada hal-hal yang menurut teman-teman tidak sesuai di lapangan. Datang bawa bukti dan data lengkap kita sama-sama diskusi dan carikan solusi,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga mendorong berbagai program strategis dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui program SBS-HMS, yang dirancang sebagai upaya untuk membangun kapasitas manusia, baik dari aspek pengetahuan, ketrampilan, karakter, maupun etos kerja.
“Program SBS-HMS menekankan pentingnya pembelajaran keterampilan, penguatan kompetensi serta pembentukan karakter dan etos kerja yang unggul,” jelas HMS.
Untuk saat ini, Pemda Malaka juga memberikan bantuan bagi para mahasiswa yang akan menyelesaikan skripsinya. Ia mengajak semua mahasiswa STKIP Sinar Pancasila Betun untuk mengajukan permohonan bantuan ke Pemda Malaka.
Selain itu, Pemda Malaka juga menyiapkan bantuan bagi Non-PNS yang ingin mengambil studi S2. Anak-anak Malaka yang ingin melanjutkan studi S2 bisa mengajukan permohonan ke Pemda Malaka.
Sejalan dengan hal tersebut, pendidikan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman. Sebagai lulusan STKIP Sinar Pancasila Betun, mereka diharapkan menjadi teladan di tengah masyarakat baik dalam sikap maupun tindakan.
Prosesi Wisuda yang Penuh Khidmat
Pantauan media menunjukkan bahwa kegiatan pengukuhan wisudawan dan wisudawati dipimpin langsung oleh Ketua STKIP Sinar Pancasila Betun, Yanuarius Bria Seran, S.Pd., M.Pd., didampingi oleh para anggota senat akademik. Acara turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Marlilu, Bertrandus Bria, Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu, Ketua PGRI Malaka, Jonathan Seran Suri, jajaran dosen dan pegawai STKIP Sinar Pancasila, para mahasiswa aktif, orang tua/wali wisudawan/i, serta sejumlah undangan lainnya.
Suasana Aula Garuda Betun tampak tertata rapi dan penuh khidmat. Ketua STKIP bersama para senat menempati panggung utama, sementara para wisudawan dan wisudawati duduk berhadapan dengan senat, didampingi orang tua serta undangan di bagian bawah aula.
Di sisi kanan panggung utama, tampak paduan suara mahasiswa STKIP Sinar Pancasila yang mengiringi jalannya prosesi wisuda dengan lantunan lagu-lagu akademik, menambah nuansa sakral acara.
Rangkaian kegiatan wisuda diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Ketua STKIP Sinar Pancasila tentang pengukuhan lulusan. Selanjutnya, satu per satu wisudawan dan wisudawati dipanggil naik ke atas panggung untuk menerima ijazah yang diserahkan oleh perwakilan senat akademik.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemindahan tali toga oleh Ketua STKIP Sinar Pancasila sebagai simbol resmi penyematan gelar sarjana kepada para lulusan.
Pada kesempatan tersebut, pihak kampus juga memberikan penghargaan kepada para lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Penghargaan diberikan kepada empat mahasiswa berprestasi dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Studi Pendidikan Sejarah, dan Program Studi Pendidikan Geografi sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan dedikasi selama menempuh pendidikan.
Prosesi wisuda kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan janji wisudawan yang dipandu oleh salah satu perwakilan wisudawati dan diikuti secara serentak oleh seluruh peserta wisuda. Pengucapan sumpah dan janji tersebut menjadi peneguhan komitmen moral para lulusan untuk mengabdikan ilmu pengetahuan, menjunjung tinggi etika profesi, serta berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











