Pengalaman Mengerikan Arman Saat Banjir Bandang dan Longsor Menghancurkan Kehidupannya
Pada hari Selasa, 26 November 2025, kehidupan Armandansyah Harahap (60), warga Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, berubah drastis. Peristiwa banjir bandang dan longsor yang terjadi secara mendadak membuatnya terpisah dari istri dan menghadapi tantangan hidup yang luar biasa.
Awal Kebencanaan
Arman dan istrinya awalnya berangkat selepas Subuh untuk mengantarkan pesanan makanan peringatan Hari Guru dari SMK 3 Sibolga. Rencananya, mereka juga ingin membuka kantin sekolah yang dikelola oleh Arman di Sibolga. Namun, hujan deras yang terus-menerus selama tiga hari tiga malam telah membuat situasi semakin memprihatinkan.
Beberapa kecamatan di Sibolga bahkan sudah menerima peringatan agar bersiap mengungsi sebelum bencana benar-benar terjadi. Meskipun demikian, Arman dan istrinya tetap melanjutkan aktivitas mereka karena acara Hari Guru akan dimulai pukul 08.00 WIB.
Detik-Detik Terburuk
Pukul 10.00 WIB, kondisi mulai berubah drastis. Air Sungai Sihaporas di Kelurahan Sibuluan dan Sungai Huta Nabolon di Kecamatan Tukka mulai meluap, menerjang permukiman dan jalan raya. Arman dan istrinya kemudian memutuskan pulang ke Pandan karena belum ada laporan bencana di daerah mereka.
Namun, perjalanan pulang menjadi tantangan besar. Jalur Sibolga–Pandan terputus akibat banjir dan longsor. Arman dan istrinya harus menghentikan mobil karena air terlalu tinggi. Di dekat tempat wisata Tangga 100, longsor terjadi hanya sekitar 15 meter dari mereka, menimbun mobil-mobil yang sedang melintas.
Terpisah dari Istri
Arman memutuskan menitipkan istrinya di Masjid Jalan Tanaponggol sementara ia mencoba mengamankan mobil ke daerah Sarudik yang tidak tergenang. Namun, ketika ia kembali, masjid sudah terendam 40–50 cm dan istrinya tidak lagi berada di sana. Arman panik karena jaringan internet terputus dan tidak bisa menghubungi sang istri.
Ia yakin bahwa istrinya pasti pulang ke rumah, terutama karena kondisi banjir di Pandan lebih rendah dibanding Sibolga. Mereka juga khawatir karena adik Arman dalam keadaan sakit di rumah.
Perjuangan Menyelamatkan Diri
Dengan segala ketakutan, Arman memberanikan diri menerobos banjir sejauh 5 kilometer. Hari menjelang Magrib, gelap mulai turun, namun ia terus berjalan dari SPBU Tanah Ponggol menuju Tugu Ikan di Kelurahan Sibuluan, Pandan.
Di lokasi itu, petugas BPBD membantu dengan memasang tali sebagai pegangan agar orang-orang tidak terseret arus. Arman dan empat orang lainnya menyeberangi arus deras dengan berpegangan pada tali.
“Saya sudah hampir menyerah. Saya gak bisa berenang, kaki sudah tak kuat menahan arus,” kenangnya. Namun dorongan semangat dari orang-orang yang berada bersamanya membuat Arman bangkit. Mereka memanggilnya “angku”, meyakinkannya bahwa keluarganya sedang menunggu di rumah.
Selamat, tapi Derita Belum Usai
Setelah tiga jam berjalan melawan banjir sejauh 5 kilometer, Arman akhirnya tiba di rumah. Betapa leganya ia mendapati bahwa istrinya juga telah pulang, bahkan bersiap kembali ke masjid untuk menjemputnya jika ia tak tiba hingga pukul 00.00 WIB. Istrinya sempat hanyut saat melewati Tanah Ponggol, namun berhasil selamat.
Bertahan dengan Sembako Menipis
Kini Arman dan istrinya bertahan di rumah mereka di Jalan Masjid, Kecamatan Pandan, dengan persediaan sembako yang semakin menipis. Mereka berharap bantuan logistik dapat dibagikan merata kepada seluruh korban.
Banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah sejak Selasa (26/11/2025) telah menyebabkan 86 warga meninggal dan 84 lainnya masih hilang, menurut data BPBD Sumut. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat. Hingga kini, beberapa kecamatan masih terisolasi. Bantuan terus berdatangan, dan akses jalan dari arah Singkil sudah dapat dilalui, tetapi jalur Tarutung–Sibolga masih terputus.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











