Perjalanan Harian Bocah 8 Tahun yang Menempuh 70 KM ke Sekolah
Hafithar Hasan, seorang bocah berusia 8 tahun, setiap hari menempuh perjalanan sejauh 70 kilometer dari Tangerang ke Klender, Jakarta Timur, hanya untuk bersekolah. Kisahnya telah menarik perhatian Wali Kota Jakarta Timur dan mendapatkan dukungan dari Baznas Bazis. Pemerintah juga sedang mempertimbangkan pemindahan Hafithar ke sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggal ibunya.
Perjalanan yang Tak Biasa
Hafithar Hasan, siswa kelas 1 SDN Klender 04, harus berangkat sendirian dari rumahnya di Tangerang menggunakan KRL. Ia mulai berangkat sejak pukul 03.44 WIB, sementara sang ibu bekerja di Tangerang dan ayahnya sudah meninggal dunia. Meskipun jarak yang ditempuh sangat jauh, Hafithar tetap konsisten menghadiri sekolah.
Kisah keteguhan bocah ini membuat Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, turun tangan. Menurut Munjirin, orang tua Hafithar dulu bekerja di Kelender, namun kini bekerja di Tangerang. Anak tersebut bersekolah di SDN Klender 04, yang berada di daerah Klender.
Baznas Bazis Jakarta Timur telah memberikan bantuan perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, dan seragam untuk mendukung kegiatan belajar Hafithar. Selain itu, pemerintah kota juga memastikan adanya pemantauan rutin agar pendidikan bocah tersebut tidak terganggu.
Upaya Pemindahan Sekolah
Meskipun orang tua sempat meminta Hafithar pindah sekolah ke Tangerang, ia tetap bersikeras melanjutkan pendidikan di SDN Klender 04. Oleh karena itu, Munjirin berupaya melakukan pendekatan pada keluarga serta pihak sekolah.
Ia menyebut telah berdiskusi dengan guru, camat, dan lurah untuk membuka kemungkinan Hafithar dipindahkan ke sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggal ibunya. “Agar anak tersebut nantinya bisa dipindahkan mengikuti orang tuanya ke Tangerang,” ujarnya.
Namun, proses administrasi perpindahan sekolah baru bisa dilakukan pada tahun ajaran berikutnya. Karena itu, pemerintah menyarankan agar untuk sementara Hafithar tinggal di rumah kerabat atau orang tua teman sekolahnya di Klender.
“Nah sambil menunggu waktu ajaran itu kemarin sudah berkoordinasi untuk bertempat tinggal di salah satu orang tua temennya. Yang memang mau untuk ditempatin sama anak ini,” ujar Munjirin.
Sosok Wali Kota Jakarta Timur
Munjirin, S.Sos., M.Si. lahir pada 1 Agustus 1971. Ia adalah seorang birokrat yang lama berkarier di lingkungan pemerintah DKI Jakarta. Munjirin menjabat sebagai Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan sejak 2021, dilantik oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada 13 Oktober 2021 di Balaikota DKI Jakarta.
Ia meraih gelar Master Ilmu Administrasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Mandala Indonesia. Munjirin juga mengikuti Proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Gedung DPRD DKI Jakarta pada 15 September 2021 dan dinyatakan lulus menjadi calon Wali Kota Jakarta Selatan.
Perjuangan Hafithar
Di balik kemandirian Hafithar, terselip kisah perjuangan ibunya. Awalnya, bocah itu tinggal bersama ibunya di Klender, dekat sekolah. Namun, ayahnya meninggal saat Hafithar berusia lima tahun. Hafithar adalah anak bungsu dari lima bersaudara.
Untuk menafkahi anak-anaknya, sang ibu bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Tangerang sejak September lalu. Karena itu, Hafithar ikut pindah dan tinggal di kontrakan dekat tempat kerja ibunya.
Meski tinggal di Tangerang, Hafithar tetap berangkat ke sekolah tepat waktu setiap hari. Ia harus berangkat sejak pukul 03.44 WIB untuk menempuh perjalanan panjang menggunakan KRL. Awalnya, Hafithar menolak pindah sekolah karena nyaman dengan teman-teman dan gurunya.
Namun akhirnya ia bersedia pindah setelah dibujuk. “Hafithar bersedia untuk pindah semester dua. Karena sekarang mamanya sudah mendapatkan pekerjaan di daerah Parung sebagai asisten rumah tangga,” kata Plt Kepala SDN Klender 04, Dwiyanti Lestari.
Sementara menunggu proses pindah, Hafithar tinggal di rumah temannya, Gibran, yang masih berada di Kecamatan Duren Sawit. Dengan begitu, bocah itu tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh setiap hari menggunakan KRL.
Selama bersekolah di SDN Klender 04, Hafithar dikenal sebagai anak yang baik, berani, dan aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, terutama kegiatan keagamaan. “Semangatnya bisa dicontoh oleh teman-teman yang lain. Hafithar ini mengikuti ekstrakulikuler tentang keagamaan ya, Hafitar ini sudah Alhamdulillah sudah hafal Iqra dua atau Iqra tiga,” tuturnya.











