My WordPress Blog

Penjelasan SPPG Airmadidi Terkait Minut: Dua Kali Pemeriksaan Sesuai SOP

Penjelasan SPPG Airmadidi Atas Terkait Dugaan Keracunan di SMPN 2 Airmadidi

SPPG Airmadidi Atas, yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan gratis untuk siswa di SMPN 2 Airmadidi Minut, memberikan penjelasan terkait dugaan keracunan yang terjadi. Pernyataan ini disampaikan secara bergantian oleh beberapa perwakilan dari pihak SPPG dan mitra mereka.

Proses Pengolahan Makanan Sesuai Standar

Menurut dr Soegestiharyo K.K Mars, selaku Mitra SPPG Airmadidi Atas, semua menu makanan yang disiapkan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Mulai dari penggunaan bahan baku seperti ikan, ayam, dan sayuran hingga proses masak semuanya dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami tidak mengetahui mengapa kasus seperti ini terjadi, hanya terjadi di SMPN 2 Airmadidi,” ujarnya saat menyampaikan keterangan kepada sejumlah wartawan di lokasi SPPG Airmadidi Atas.

SPPG Airmadidi Atas saat ini melayani 17 sekolah di Kabupaten Minut dengan jumlah siswa sasaran sebanyak 2.792 orang. Proses pembuatan makanan dimulai pada pukul 14.00 Wita hingga 15.00 Wita, sedangkan proses masak dilakukan mulai pukul 02.00 Wita hingga 04.00 Wita subuh. Setelah itu, proses packing dilakukan untuk wilayah Sawangan, Sampiri, dan Tanggari antara pukul 04.00 hingga 05.30 Wita. Untuk jalur SMPN 2 Airmadidi dan Unklab, proses pemasakan kedua dilakukan pukul 06.00 Wita hingga 09.00 Wita pagi.

Pendistribusian makanan berlangsung mulai pukul 10.00 Wita sampai pukul 12.00 Wita. Pasca kejadian dugaan adanya keracunan, pihak SPPG akan melakukan pemeriksaan internal dan meminta aparat hukum, dinas kesehatan, serta BP POM untuk mengambil sampel makanan guna diperiksa.

Proses Distribusi dan Respons Terhadap Kejadian

Brian Welong, Kepala Dapur SPPG Airmadidi Atas, menjelaskan bahwa dalam persiapan sebelum memasak, petugas di dapur melakukan perhitungan bahan-bahan yang digunakan. Proses masak di SPPG Airmadidi Atas berlangsung dua kali, yaitu pertama untuk nasi selesai pada pukul 03.00 Wita, kemudian masak sayur untuk kloter pertama pukul 04.00 Wita untuk distribusi ke wilayah Sampiri, Sawangan, dan Tanggari.

Masakan kedua dilakukan pukul 8 pagi untuk distribusi ke SMPN 2 Airmadidi, dengan waktu pendistribusian pukul 11.30 Wita. Setelah proses distribusi, pada malam hari pukul 20.00 Wita, pihaknya menerima informasi bahwa beberapa siswa dan guru mengalami sakit perut.

Berdasarkan data yang dirilis pada pukul 16.52 Wita Jumat (28/11), terdapat delapan pasien rawat inap di RS Hermana Lembean, tiga di RSU GMIM Tonsea Airmadidi, dan sembilan di RSUD Maria Walanda Maramis. Total pasien yang dirawat inap mencapai 18 orang.

Persiapan dan Pemantauan Selama Proses

Menurut Brian, dari 17 sekolah yang diberi layanan makanan, hanya satu sekolah yang mengalami kejadian ini, yaitu SMPN 2 Airmadidi. Meskipun menunya sama dan dibuat di dapur yang sama, hanya sekolah tersebut yang mengalami masalah.

Sebelum distribusi, pihak SPPG menyimpan sampel makanan dan sudah diserahkan ke Dinas Kesehatan dan BPOM Manado untuk diperiksa. “Kami tunggu hasil dari pemeriksaan pada hari Senin mendatang,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelum distribusi, ada petugas di SPPG seperti kepala koki dua orang dan asisten lapangan yang telah mengonsumsi menu tersebut dan tidak mengalami keluhan. Selain itu, Brian dan beberapa relawan juga mencoba makan menu tersebut dan tidak ada keluhan.

Di SPPG Airmadidi Atas, terdapat 3 staf BGN ahli gizi, akuntan, kepala SPPG, serta 49 relawan yang bekerja dalam sistem sift. “Pada saat itu, menu daging ayam dipotong kotak-kotak,” jelasnya.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *