Tugas Refleksi Modul Profesional SKI dalam PPG Kemenag Daljab 2025
Bagi Ibu/Bapak Guru yang mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kemenag Daljab 2025, salah satu tugas penting yang harus dikerjakan adalah Tugas Refleksi Modul Profesional. Tugas ini menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam berbagai aspek pendidikan.
Dalam PPG Kemenag Daljab 2025, terdapat tujuh modul profesional yang menjadi materi pembelajaran. Salah satunya adalah Modul Profesional SKI (Sejarah Kebudayaan Islam). Dalam modul ini, Ibu/Bapak Guru akan belajar tentang berbagai topik yang relevan dengan sejarah kebudayaan Islam, termasuk kondisi Jazirah Arab dan peradaban pra-Islam.
Berikut adalah contoh pembelajaran Tugas Refleksi Modul Profesional SKI yang dapat dijadikan panduan:
Kajian Materi: Kondisi Jazirah Arab dan Beradaban Islam
Modul ini dimulai dengan menjelaskan dasar-dasar letak geografis Jazirah Arab serta faktor-faktor yang memengaruhi kehidupan masyarakat pada masa itu. Siswa akan belajar tentang topografi wilayah tersebut, sehingga mereka dapat memahami tantangan kondisi alam dan bagaimana faktor geografis membentuk pola hidup masyarakat.
Analisis Implementasi Penerapan Materi
Siswa akan mempelajari peradaban-peradaban pra-Islam serta pengaruh budaya dari Persia dan Romawi yang membentuk pola pikir masyarakat Arab. Mereka juga akan mengeksplorasi inovasi teknologi dan pengetahuan seperti sistem irigasi, serta seni dan arsitektur. Selain itu, siswa akan memahami sistem kepercayaan masyarakat Arab pada masa itu, termasuk penyembahan berhala, animisme, dan kepercayaan terhadap kekuatan alam.
Menghubungkan Kondisi Jazirah Arab dengan Munculnya Islam
Siswa diajak memahami bagaimana kondisi sosial, ekonomi, dan budaya pada masa pra-Islam mendukung penerimaan terhadap ajaran Islam. Hal ini mencakup struktur sosial, peran wanita, serta ekonomi yang berbasis pada perdagangan. Siswa juga akan menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam membawa perubahan besar setelahnya.
Pengalaman Praktis yang Bertentangan Maupun Mendukung pada Materi
Dalam Islam, semua manusia sama di hadapan Allah SWT. Ajaran Islam mudah diterima karena kompleksitas dan kemudahan yang dimilikinya, sehingga terwujudnya persaudaraan sesama umat Islam, sesama warga negara, dan sesama manusia. Hilangnya sistem kasta pada masyarakat membuat kehidupan manusia lebih terarah.
Tantangan dan Hikmah
Tantangan
Pemahaman nalar siswa pada fase B (usia 8-10 tahun) masih terbatas, sehingga sulit bagi mereka memahami konsep geografis. Selain itu, banyak istilah asing yang sulit dipahami. Jarak antara Arab dan Indonesia juga menjadi hambatan dalam memahami relevansi peradaban Islam di masa lampau dengan masa kini.
Hikmah
Siswa dapat belajar memahami perkembangan masyarakat Arab dari zaman pra-Islam hingga kini melalui identitas geografis, budaya, agama, sosial, ekonomi, dan politik. Mereka juga belajar menghargai nilai-nilai Islam dengan memahami bagaimana Islam menawarkan sistem nilai yang mengedepankan keadilan, kesetaraan, dan persatuan. Selain itu, siswa dapat belajar berempati dan memahami perjuangan Nabi Muhammad dalam berdakwah pada masyarakat yang keras dan fanatik.
Rencana Aksi Penerapan
- Pengenalan Jazirah Arab pra Islam: Melalui multimedia seperti peta, video, atau teks tentang letak geografis dan kondisi alam wilayah Arab.
- Diskusi dan debat interaktif: Siswa diajak berdiskusi atau berdebat tentang pengaruh kondisi sosial, budaya, dan agama pada masyarakat Arab terhadap datangnya ajaran Islam.
- Studi kasus, evaluasi, dan refleksi: Siswa memperkaya pengetahuan dengan menganalisis peristiwa terkait materi dilanjutkan dengan evaluasi dan refleksi sebagai akhir pembelajaran.











