Pengungkapan Momen Penemuan Jasad Alvaro Kiano Nugroho
Seorang warga Bogor bernama Sunaryo menceritakan pengalamannya saat menemukan jasad Alvaro Kiano Nugroho (6), seorang bocah yang menjadi korban pembunuhan oleh ayah tirinya, Alex Iskandar. Alvaro, yang berasal dari Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dilaporkan menghilang sejak bulan Maret 2025. Delapan bulan kemudian, jasadnya ditemukan dalam kondisi tidak utuh di kawasan Jembatan Cilalay, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.
Sunaryo, yang pertama kali menemukan jasad Alvaro, mengungkapkan rasa syok dan kaget saat ikut serta dalam pencarian penyidik kepolisian. Menurutnya, polisi datang ke lokasi pada Sabtu (22/11/2025) petang. Namun, karena cuaca gelap dan langit mulai gelap, pihak kepolisian memutuskan untuk meninggalkan tempat kejadian sementara waktu dan kembali keesokan harinya.
Sunaryo juga menceritakan bahwa ia sempat bertemu dengan aparat kepolisian yang datang ke warungnya. Mereka meminta bantuan padanya untuk menjelaskan informasi terkait keberadaan Alvaro. Menurut Sunaryo, salah satu informasi yang diberikan adalah bahwa korban dibuang ke kali.
Pada hari Minggu (23/11/2025), jasad Alvaro akhirnya ditemukan. Sunaryo mengungkapkan bahwa proses pencarian dilakukan dengan menggunakan anjing pelacak. Pencarian berlangsung hingga menjelang Maghrib, dan jasad Alvaro ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB.
Sunaryo mengaku terkejut saat melihat kondisi jasad Alvaro. Ia menyebutkan bahwa jasad tersebut hanya tersisa tulang belulang yang sudah tertumpuk dengan sampah seperti pampers dan sabut kelapa. Menurut Sunaryo, kondisi jasad Alvaro diduga disebabkan oleh hewan buas yang memakan bagian tubuhnya.
Lokasi dan Siasat Pelaku Pembunuhan
Lokasi penemuan jasad Alvaro berada di semak-semak, sehingga membuat Sunaryo yakin bahwa jasad itu dimakan oleh hewan liar. Ia menyebutkan bahwa tulang-tulang korban tidak semua utuh, mungkin saja sebagian dimakan biawak atau ular.
Sunaryo juga mengungkapkan bahwa jasad Alvaro dibungkus dalam kantong kresek yang sudah rusak, lalu dibungkus kain dengan bentuk celana dan pakaian. Menurutnya, tulang rusuk dan tulang tangan korban tidak utuh, meskipun kepala masih utuh. Ia mengatakan bahwa dirinya membantu mengumpulkan tulang-tulang tersebut.
Pembunuhan oleh Ayah Tiri
Sebelum penemuan jasad Alvaro, ia dilaporkan hilang pada 6 Maret 2025. Saat itu, Alvaro dikabarkan raib secara misterius saat menyusul temannya untuk bermain. Keluarganya melakukan pencarian selama beberapa bulan hingga akhirnya mendapatkan kabar dari pihak kepolisian tentang penemuan jasad Alvaro.
Setelah jasad ditemukan, penyidik kepolisian langsung menangkap pelaku pembunuhan. Ternyata, sosok yang membuang dan menghabisi nyawa Alvaro adalah ayah tirinya sendiri, Alex Iskandar. Alex ditangkap pada tanggal 19 November 2025 oleh Polres Metro Jakarta Selatan.
Usai ditangkap, Alex diinterogasi oleh pihak kepolisian dan mengakui perbuatannya. Menurut kakek korban, Tugimin, Alex mengakui bahwa ia membunuh anak tirinya dan membuang jasadnya di Tenjo, Bogor. Alex kemudian dibawa ke lokasi kejadian untuk menunjukkan tempat terakhir ia melakukan eksekusi.
Tidak lama setelah mengakui perbuatannya, Alex nekat mengakhiri hidupnya. Menurut Tugimin, Alex mengakhiri hidupnya setelah ditahan dan diinterogasi.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











