My WordPress Blog

AKBP Basuki Ditahan Propam Usai Kematian Dosen Perempuan Untag

Penahanan AKBP Basuki Terkait Kematian Dosen Untag

AKBP Basuki, Kasubdit Dalmas Polda Jateng, ditahan oleh penyidik Bidpropam terkait kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) bernama Dwinanda Linchia Levi. Ia menjalani pemeriksaan lebih lanjut setelah terbukti melanggar kode etik dengan tinggal satu atap bersama korban tanpa ikatan pernikahan yang sah.

Proses Pemeriksaan dan Patsus

Setelah gelar perkara bersama Itwasda, SDM, dan Bidkum, AKBP Basuki dipatsus selama 20 hari mulai dari 19 November hingga 8 Desember 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Jateng, Kombes Pol Saiful Anwar, menjelaskan bahwa keputusan ini sebagai bentuk penegakan aturan dan komitmen Propam dalam menjaga profesionalisme.

“Keputusan ini sebagai langkah awal agar proses pemeriksaan dapat berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Peran AKBP Basuki dalam Kasus Ini

AKBP Basuki mengklaim bahwa dirinya mendampingi DLL karena kondisi kesehatan korban menurun sejak sehari sebelumnya. Ia menyebut DLL memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan kadar gula yang naik turun, bahkan sempat muntah-muntah pada Minggu sore.

Ia juga mengaku sempat mengantarkan korban ke rumah sakit. “Saya antar ke rumah sakit dulu. Terakhir saya lihat, dia masih pakai kaus biru kuning dan celana training,” ujarnya.

AKBP Basuki menegaskan tidak ada hubungan asmara dengan korban. Ia hanya mengenal korban karena rasa simpati sejak orang tua DLL meninggal, bahkan sempat membiayai proses wisuda doktor.

“Saya sudah tua. Tidak ada hubungan seperti yang orang pikirkan,” katanya.

Kejanggalan dalam Kematian DLL

Keluarga dosen muda Untag Semarang, DLL (35), angkat bicara soal kasus kematian korban. Mereka menyebut kematian DLL ada sejumlah kejanggalan, salah satunya adalah adanya nomor asing yang menghubungi nomor kerabat.

Nomor itu mengirimkan foto korban dalam keadaan tanpa busana di sebuah kamar kos-hotel. Namun, foto itu lantas dihapus oleh si pengirim.

“Iya bude kami mendapatkan kiriman foto dari nomor asing tapi kemudian dihapus oleh si pengirim. Dalam foto itu simpang siur (diduga ada bercak darah) sehingga menambah kecurigaan,” ujar Kakak Korban, Perdana Cahya Devian Melasco, biasa dipanggil Vian.

Belakangan, keluarga baru mengetahui bahwa pengirim nomor asing tersebut diduga dari nomor pribadi AKBP Basuki. Kecurigaan keluarga bertambah karena mendapatkan informasi kematian korban pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 18.00 WIB, padahal korban ditemukan meninggal dunia subuh.

Persiapan Autopsi dan Penyelidikan Lanjutan

Keluarga akhirnya memutuskan untuk melakukan autopsi atau bedah mayat karena merasa ada yang janggal di situ. “Kami akhirnya memutuskan autopsi karena merasa ada yang janggal di situ,” imbuh Devian.

Selain itu, keluarga juga menyatakan bahwa selama ini adiknya tidak pernah bercerita soal kondisi kesehatannya. Korban dikenal sebagai sosok yang ramah tapi cenderung tertutup soal kehidupan pribadinya.

“Selama ini saya kurang begitu paham soal kondisi kesehatannya karena enggak pernah cerita,” katanya.

Penanganan Kasus oleh Pihak Berwenang

Pihak berwenang memastikan penyidik akan bekerja sesuai aturan dan prosedur. Kombes Pol Saiful Anwar menegaskan bahwa setelah AKBP Basuki menjalani pemeriksaan dan pendalaman, hasil penyelidikan akan diumumkan.

Ia juga meminta masyarakat tidak khawatir atas penanganan kasus ini. “Kami butuh waktu, tidak bisa serta merta karena tugas kita nanti dipertanggungjawabkan hasilnya,” terangnya.

Ia meminta kepada masyarakat, jika menemukan penyidik main-main soal kasus ini bisa dilaporkan. “Kami nanti sikat semua. Kami kawal kasus ini, jadi tidak main-main dalam kasus ini,” tegasnya.


Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *