Upaya Peningkatan Kualitas Makan Bergizi Gratis di Kota Cimahi
Dinas Kesehatan Kota Cimahi terus melakukan pembinaan terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui aman, sehat, layak konsumsi, serta higienis. Hal ini dilakukan guna menjaga kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan yang membutuhkan asupan gizi yang optimal.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dr. Mulyati, S.Kep, Ners, M.Kes menekankan bahwa program MBG harus berjalan selaras dengan prinsip keamanan pangan. “Memberi makan bergizi tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan gizi anak. Keamanan bahan dan proses pengolahan harus menjadi perhatian utama agar tidak menimbulkan risiko kesehatan,” ujarnya.
Pembinaan Terhadap SPPG
Untuk memperkuat peran Dinkes dalam pembinaan terhadap SPPG, petugas sanitarian dari Puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing secara rutin melakukan inspeksi lapangan. Pemeriksaan dilakukan terhadap tempat pengolahan makanan agar memenuhi standar sanitasi dasar, seperti kebersihan air, peralatan masak, personal higiene para pekerja, serta pengelolaan limbah dan sanitasi lingkungan.
Selain itu, Dinkes Kota Cimahi juga menugaskan para ahli gizi Puskesmas untuk memantau kandungan gizi produk olahan pangan seperti protein, vitamin, dan mineral sesuai pedoman gizi seimbang. “Kualitas makanan tidak hanya dilihat dari rasa, tetapi juga dari kandungan gizinya. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang mendukung tumbuh kembang optimal,” jelasnya.
Kerja Sama dengan Laboratorium
Dinkes Kota Cimahi juga bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Daerah Jawa Barat dan Laboratorium Pengendalian Kualitas Lingkungan (LPKL) dalam melakukan pengujian sampel makanan dan air. Pengujian bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan kontaminasi mikroba dan bahan tambahan berbahaya pada makanan.
Hasil dari pembinaan tersebut adalah terbitnya sertifikat laik higiene dan sanitasi (SLHS). Surat keterangan resmi dari Dinkes Kota Cimahi yang menyatakan bahwa tempat pengolahan makanan atau minuman di dapur umum SPPG telah memenuhi standar kebersihan dan sanitasi yang ditetapkan pemerintah.
Mekanisme Tanggap Cepat
Selain edukasi, Dinkes Kota Cimahi menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila ditemukan kasus dugaan keracunan makanan. Setiap puskesmas memiliki tim surveilans yang siaga untuk melakukan investigasi dan pengambilan sampel untuk diuji laboratorium.
“Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban. Mitigasi dini harus dilakukan agar potensi kejadian luar biasa keracunan makanan bisa dicegah,” ujarnya.
Dampak Positif dari Pembinaan
Langkah proaktif Dinkes Kota Cimahi mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pengelola sekolah. Banyak pihak menilai bahwa pembinaan yang dilakukan memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan makan bergizi dan pencegahan keracunan makanan di sekolah-sekolah yang ada di Cimahi.
Jajaran SPPG kini lebih disiplin dalam menjaga kebersihan dapur dan penyimpanan bahan makanan. Petugas Dinkes Kota Cimahi juga sigap memberi arahan yang dibutuhkan.
Tujuan Program MBG
Dengan berbagai upaya tersebut, Dinkes Kota Cimahi berupaya memastikan bahwa MBG tak hanya menjadi program makan gratis semata, tapi juga bagian dari gerakan bersama membangun generasi sehat, cerdas, dan produktif.
Mulyati menjelaskan bahwa sinergi antar instansi menjadi kunci keberhasilan program MBG. “Pentingnya kolaborasi agar seluruh pihak memiliki pemahaman dan tanggung jawab yang sama. Anak-anak kita berhak mendapatkan makanan yang aman dan menyehatkan,” tuturnya.
Melalui kegiatan pengawasan ini, Dinas Kesehatan Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam menjamin keamanan dan kualitas pangan dalam pelaksanaan MBG, sekaligus memperkuat peran lintas sektor untuk mewujudkan Cimahi Sehat dan Bebas Stunting.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











