Jenis Tanaman Kentang yang Mudah Dibudidayakan
Kentang adalah salah satu jenis sayuran yang paling mudah dibudidayakan di kebun. Biasanya, kentang ditanam dari biji kentang, yang merupakan bagian dari umbi akar. Berbeda dengan menanam biji dari bunga, menggunakan biji kentang memastikan bahwa tanaman baru memiliki sifat genetik yang sama dengan kentang induknya. Metode ini dikenal sebagai perbanyakan vegetatif, yang lebih cepat dan sederhana bagi sebagian besar tukang kebun rumahan.
Kentang biasanya matang dalam waktu sekitar 60 hingga 90 hari setelah tanam. Oleh karena itu, awal musim kemarau menjadi waktu ideal untuk memulai penanaman, sehingga panen bisa dilakukan pada pertengahan musim panas.
Waktu yang Tepat untuk Menanam Kentang
Kentang tumbuh paling baik di bawah sinar matahari penuh. Kita dapat menanam kentang di awal musim kemarau atau saat cuaca mulai panas. Umumnya, kentang tidak akan tumbuh sampai suhu tanah mencapai setidaknya 7,2 derajat Celsius. Kamu bisa menanam tanaman kedua paling lambat tanggal 15 Juni, tergantung lokasi dan memanen kentang selambat mungkin.
Tanaman kentang dapat mentoleransi embun beku ringan, tetapi kamu perlu melindungi tanaman dari pembekuan dengan menggunakan penutup baris atau memanen sebelum pembekuan terjadi.
Kondisi Tanah dan Iklim yang Cocok
Kentang adalah tanaman yang memiliki akar yang agresif dan akan menghasilkan panen terbaik jika ditanam di tanah ringan, gembur, serta berdrainase baik. Kentang lebih menyukai tanah yang sedikit asam dengan pH antara 6,0 hingga 6,5. Namun, kentang juga bisa tumbuh subur meskipun kondisi tanah dan iklim kurang optimal.
Pastikan kamu merotasi tempat penanaman kentang di kebun. Penyakit yang ditularkan melalui tanah dapat bertahan di tanah dan mempengaruhi tanaman di masa mendatang.
Memilih Bibit Kentang yang Tepat
Jangan gunakan kentang dari toko swalayan sebagai bibit karena sering kali diberi penghambat pertumbuhan yang mencegah perkecambahan. Kentang yang ditanam secara organik mungkin bebas dari penghambat pertumbuhan, tetapi rentan terhadap penyakit bawaan seperti busuk cincin atau layu fusarium.
Kamu membutuhkan bibit kentang bersertifikat yang bebas penyakit. Sebelum menanam, periksa bibit kentang dan buang yang memiliki bintik lunak, retak, memar, atau tanda-tanda pembusukan.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Untuk menanam kentang, kamu memerlukan beberapa alat dan bahan seperti pisau, benih kentang, belerang bubuk (opsional), tas (opsional), karton telur, kotak, baki, atau layar (opsional), serta potong kentang (opsional).
Proses Penghijauan
Meski kentang akan bertunas dalam kegelapan, kamu akan mendapatkan tunas yang panjang dan pucat yang mudah patah. Untuk mendapatkan tunas yang kuat dan kokoh, letakkan kentang di tempat sejuk dengan cahaya terang selama dua hingga empat minggu. Proses ini disebut penghijauan.
Kamu dapat meletakkan benih kentang secara tegak di dalam karton atau kotak telur, di atas nampan, atau kasa dengan sebagian besar kuncup (“mata”) menghadap ke atas. Jangan menumpuknya di atas satu sama lain. Kamu dapat memulai proses ini satu bulan sebelum tanggal penanaman di luar ruangan.
Memotong Kentang (Opsional)
Selanjutnya, cara menanam kentang dari biji adalah memotongnya. Kamu tidak perlu menanam kentang utuh dan utuh. Bibit kentang bisa dipotong-potong sebelum ditanam. Setiap bagian harus memiliki setidaknya satu “mata”—kuncup yang akan bertunas menjadi tanaman baru.
Gunakan pisau yang tajam dan bersih untuk memotong benih kentang menjadi kotak berukuran lima sentimeter. Jika akan memotongnya, lakukan sekitar dua hari sebelum berencana menanam kentang. Hal ini memungkinkan potongan-potongan tersebut membentuk kalus atau segel, yang mencegah pembusukan saat potongan-potongan tersebut bertunas dan berakar.
Namun, jika bibit kentang lebih kecil dari bola pingpong, tanamlah secara utuh.
Menanam Kentang yang Berkecambah
Tanam kentang saat kecambah panjangnya satu sampai 2,5 sentimeter, hati-hati jangan sampai patah. Tanam kentang dengan kecambah menghadap ke atas dan tutupi sedikit dengan tanah. Jika sudah memotong benih kentang, pastikan sisi potongannya menghadap ke bawah.
Menanam dalam Baris
Kentang tumbuh paling baik ditanam dalam barisan dengan jarak 90 sentimeter. Tanam benih kentang di parit sedalam 15 hingga 20 sentimeter. Tempatkan potongan menghadap ke bawah dengan mata menghadap ke atas. Beri jarak pada benih kentang dengan jarak 30-38 sentimeter.
Isi parit dengan tanah setinggi 10 sentimeter. Tambahkan lebih banyak tanah di sekitar tanaman yang sedang tumbuh, lalu gundukkan.
Perawatan dan Penyiraman
Siram kentang dengan baik sepanjang musim panas, terutama saat berbunga. Selama berbunga, tanaman kentang mulai menghasilkan umbi—kentang yang bisa dimakan. Kentang membutuhkan dua sampai lima sentimeter air per minggu untuk berproduksi dengan baik.
Memanen Kentang
Terakhir, cara menanam kentang dari biji adalah memanennya. Saat dedaunan menguning, hentikan penyiraman untuk memulai proses pengawetan untuk panen.
Kamu dapat memanen kentang bayi atau kentang “baru” dua hingga tiga minggu setelah pembungaan berhenti. Gali di sekitar tanaman kentang dengan hati-hati untuk membuang kentang baru untuk dimakan segar dan biarkan kentang yang lebih kecil terus tumbuh.
Untuk kentang yang ingin disimpan, panenlah dua hingga tiga minggu setelah dedaunan mati. Kendurkan kentang dengan hati-hati menggunakan garpu taman dan keluarkan dari kebun.
Jika cuaca kering, biarkan kentang di kebun, tidak dicuci, selama dua hingga tiga hari untuk diawetkan atau pindahkan ke tempat terlindung, seperti garasi atau gudang, untuk diawetkan.











