My WordPress Blog

Kisah Anak Dalam yang Terima Kabar Penculikan, Serahkan Korban

Penemuan Balita yang Diculik di Kawasan Suku Anak Dalam

Bilqis (4), seorang balita yang diculik di Taman Pakui Sayang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan akhirnya ditemukan. Ia ditemukan di kawasan Suku Anak Dalam (SAD) di Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi. Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, terutama setelah diketahui bahwa Bilqis telah melintasi tiga pulau besar dalam waktu singkat: Sulawesi, Jawa, dan Sumatra.

Beberapa hari sebelum penemuan, istri dari Bagendang, tokoh masyarakat SAD, menerima kedatangan orang luar yang membawa anak perempuan bernama Bilqis. Orang tersebut meminta untuk merawat anak tersebut karena dinilai berasal dari keluarga kurang mampu. Surat bermaterai Rp10 ribu juga disertakan, menyatakan bahwa Bilqis diserahkan oleh ibu kandungnya tanpa ada tuntutan di kemudian hari.

Namun, setelah mendengar berita penculikan, SAD langsung menyerahkan Bilqis ke pihak berwenang. Menurut Antropolog Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Robert Aritonang, pihak SAD juga menjadi korban dalam kasus ini. Mereka dimanfaatkan oleh pihak lain yang menggunakan narasi palsu atau janji ekonomi untuk mengelabui mereka.

Motif Penculikan dan Tersangka yang Ditangkap

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo, menjelaskan bahwa motif para tersangka melakukan penculikan adalah alasan ekonomi. Mereka menjual anak demi kebutuhan hidup. Empat tersangka ditetapkan, yaitu SY (30) asal Makassar, NH (29) warga Sukoharjo, Jawa Tengah, MA (42) dan AS (36) dari Merangin, Jambi.

Dari tangan tersangka, polisi menyita beberapa barang bukti, termasuk rekening berisi uang Rp1,8 juta, satu buah ATM BRI, dan uang tunai. Keempat tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dengan ancaman pasal-pasal terkait perlindungan anak dan perdagangan orang.

Pengalaman Ayah Korban

Ayah korban, Dwi Nurmas (34), menceritakan bahwa Bilqis diculik saat ia sedang melatih di lapangan tenis. Bilqis sedang bermain di pinggir lapangan, lalu meminta izin untuk main di sebelah. Tak lama kemudian, Dwi Nurmas memanggil putrinya, namun tidak ada jawaban. Setelah itu, ia menyadari bahwa Bilqis hilang.

Sehari setelah kejadian, Dwi Nurmas melaporkan penculikan ke Polsek Panakkukang. Setelah enam hari diculik, Bilqis akhirnya ditemukan di Merangin, Jambi.

Perjalanan Panjang Bilqis

Bilqis menjadi korban perdagangan anak dengan jaringan lintas pulau Nusantara. Dalam waktu seminggu, ia melintasi tiga pulau besar, yaitu Sulawesi, Jawa, dan Sumatra. Ini menunjukkan betapa kompleksnya jaringan perdagangan anak di wilayah Indonesia.

Tanggapan dari Pihak Konservasi

Robert Aritonang menekankan bahwa publik dan aparat harus berhati-hati agar tidak menjadikan Orang Rimba sebagai kambing hitam atas masalah yang lebih luas. Yang perlu diusut adalah siapa yang memanfaatkan kerentanan mereka dan menciptakan kondisi yang membuat mereka terjebak dalam situasi ini.

Pihak konservasi juga menyarankan agar masyarakat lebih waspada terhadap tindakan yang bisa merugikan komunitas adat. Dengan demikian, upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *