Kondisi Siswi yang Trauma Akibat Bullying
Seorang siswi di Purwakarta, Jawa Barat, mengalami trauma berat yang diduga disebabkan oleh depresi. Nama lengkapnya adalah Nersy. Kejadian ini terjadi karena ia menjadi korban bullying hanya karena tidak memiliki handphone (HP). Akibatnya, Nersy memutuskan untuk berhenti sekolah.
Kondisi Nersy menarik perhatian publik setelah video tentangnya dibagikan oleh istri Wakil Bupati Purwakarta, Evi Yusrari. Dalam video tersebut, tatapan kosong Nersy membuat banyak orang merasa pilu dan prihatin.
Setelah mendapat perhatian khusus dari masyarakat, terutama dari Evi Yusrari, mulai terlihat perubahan positif pada Nersy. Video tentang Nersy ini viral di media sosial, dan banyak netizen menyampaikan dukungan serta kepedulian terhadap kondisi yang dialaminya.
Evi Yusrari, yang juga seorang dokter, memviralkan kasus Nersy melalui akun Instagramnya. Ia menulis pesan penting untuk menghentikan bullying. Menurut Evi, Nersy mengalami depresi karena sering dibully karena tidak memiliki HP. Hal ini menyebabkan Nersy putus sekolah karena perubahan drastis pada kondisi mentalnya.
Nersy saat ini tinggal bersama neneknya. Kondisi Nersy sangat memprihatinkan, ia hanya bisa terbaring atau duduk dengan tatapan kosong. Saat pertama kali mengunjungi rumah Nersy, Evi mencoba menghiburnya dengan berbicara, tetapi Nersy tidak merespons.
Dalam percakapan itu, Evi berusaha mengajak Nersy berbicara. Ia menyebutkan bahwa ia akan memberikan Nersy sebuah ponsel baru. Saat melihat kotak handphone di depannya, Nersy tersenyum, meskipun matanya masih kosong dan ia belum bisa berbicara normal.
Evi terus berusaha membantu Nersy. Setelah 10 hari, ia kembali mengunjungi Nersy. Kali ini, Nersy sudah lebih baik. Ia bisa melakukan beberapa aktivitas, seperti tersenyum ketika diminta oleh Evi. Perubahan ini membuat Evi puas dan terharu.
Evi juga merekam obrolannya dengan nenek Nersy. Nenek Nersy mengungkapkan kekhawatirannya terhadap cucunya yang tidak lagi normal seperti anak seusianya. Ia sedih karena Nersy berubah sikap setelah mengalami perundungan di sekolah.
Evi menulis dalam postingannya: “Bukan soal punya atau tidak punya HP, yang menyakitkan adalah ketika seorang anak merasa tidak berharga karena perbedaan materi. BULLIYING bukan candaan tetapi luka batin yang tersimpan. Mari saling menjaga bukan menjatuhkan.”
Netizen ramai berkomentar setelah melihat kisah Nersy. Mereka menyampaikan rasa prihatin dan harapan agar Nersy segera pulih. Beberapa komentar antara lain:
- “Segitu dahsyatnya bullying merusak mental dan jiwanya,”
- “Kosong…. Matanya kosong bngt Ya Allah,”
- “Jadi ikutan hancur juga lihatnya,”
- “Ya Tuhan sampe kosong matanya,”
- “Ya Allah ya rabb…. pulihkan kesehatan anak ini. Baik mental dan fisiknya,”
Evi terus memantau perkembangan Nersy agar ia bisa kembali normal seperti anak seusianya. Ia juga memperhatikan kondisi nenek Nersy yang semakin tua dan butuh perawatan. Evi berharap Nersy bisa segera pulih, sehingga neneknya tidak perlu merawatnya sendiri.











