My WordPress Blog

62 Kasus Superflu Terdeteksi, IDAI Ingatkan Perbedaan Flu dan Selesma

Virus influenza tipe A H3N2 subclade K atau yang sering disebut sebagai ‘superflu’ telah teridentifikasi di Indonesia. Temuan ini menjadi perhatian khusus karena infeksi influenza berpotensi menyebabkan gejala berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit penyerta. Keberadaan superflu di Tanah Air memicu kekhawatiran dan mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebarannya.

Kebiasaan menyepelekan gejala flu masih sering ditemui di lingkungan sekitar. Demam, batuk, atau pilek kerap dianggap sebagai keluhan ringan yang bisa diatasi dengan istirahat atau obat seadanya. Padahal, penyakit flu tidak selalu sesederhana itu. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi influenza dapat memicu komplikasi serius yang berdampak pada organ vital tubuh.

Banyak masyarakat Indonesia cenderung menyamakan penyakit flu dengan selesma atau common cold. Meski sering dianggap sama, flu dan selesma sebenarnya merupakan dua penyakit yang berbeda dari segi penyebab maupun tingkat keparahannya.

Apa Beda Flu dengan Selesma?

Secara medis, flu dan selesma adalah kondisi yang berbeda, baik dari segi penyebab maupun tingkat keparahannya. Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI Dr. dr. Nastiti Kaswandani menjelaskan bahwa flu merupakan penyakit saluran napas akut yang disebabkan oleh virus influenza. Varian influenza sangat beragam, salah satunya adalah superflu atau infeksi virus influenza tipe A H3N2 subclade K.

“Masyarakat sering menggunakan istilah flu dengan tidak tepat. Misalnya, orang sedang demam, batuk, dan pilek, kemudian ditanya ‘lagi kenapa?’ jawabannya ‘lagi flu’,” jelas Nastiti dalam Media Briefing IDAI bertajuk Mengenali dan Mewaspadai Superflu via Zoom Cloud Meetings, Senin (29/12/2025).

“Padahal flu itu harus spesifik yang penyebabnya influenza,” tegasnya.

Jika gejalanya ringan dan membaik setelah istirahat, lanjut Nastiti, kemungkinan besar itu selesma atau common cold. “Berbeda dengan flu yang bisa berbahaya dan bisa mematikan. Gejalanya bisa ringan sampai berat,” lanjut Nastiti.

Cara Membedakan Gejala Flu dan Selesma

Nastiti kembali menegaskan pentingnya memahami perbedaan antara influenza dan selesma. Pemahaman ini diperlukan agar masyarakat tidak menyepelekan gejala awal yang sebenarnya mengarah pada infeksi influenza.

Berikut ciri-ciri orang yang sedang terpapar virus influenza:

  • Demam tinggi secara tiba-tiba bahkan bisa dikatakan sering. Biasanya kondisi ini berakhir dalam waktu 3-4 hari.
  • Sakit kepala yang muncul dalam intensitas cukup sering.
  • Nyeri dan pegal yang cukup hebat di seluruh tubuh.
  • Tubuh melemah dari sedang sampai berat. Kondisi ini berpotensi berlanjut hingga satu bulan.
  • Sering terbaring di tempat tidur, bisa sampai 5-10 hari.
  • Gejala tambahan kadang menyertai seperti pilek, bersin-bersin, hingga sakit tenggorokan.
  • Risiko komplikasi kerap terjadi seperti pneumonia, gagal ginjal, gagal hati, hingga dapat mengancam nyawa.

Sebaliknya, selesma atau common cold yang disebabkan oleh berbagai jenis virus lain umumnya memiliki karakteristik yang lebih ringan, seperti:

  • Jarang demam
  • Sakit kepala jarang terjadi
  • Nyeri dan pegal ringan
  • Jarang lemah, kalaupun iya hanya tergolong ringan
  • Sering mengalami pilek
  • Mengalami bersin-bersin dan sakit tenggorokan
  • Kadang disertai batuk
  • Komplikasi yang terjadi sinus atau infeksi telinga.

Dari perbandingan tersebut, selesma yang disebabkan oleh berbagai jenis virus umumnya bersifat ringan. Sebaliknya, flu akibat virus influenza dapat menimbulkan gejala berat.

“Seringkali orang awam mengaku dirinya sedang ‘flu berat’. Flu berat itu biasanya sampai demam menggigil, nyeri otot, sakit kepala. Saking sakitnya hingga tidak masuk kerja atau tidak masuk sekolah,” tuturnya.

Nastiti menjelaskan, yang dikatakan flu berat oleh masyarakat awam ini mungkin disebabkan oleh virus influenza. “Tapi kalau demam, batuk ringan, aktivitas tidak terlalu terganggu, lalu dua hari sudah sembuh itu mungkin disebut dengan common cold atau bahasa Melayu nya selesma,” lanjutnya.

62 Kasus Superflu Terdeteksi di Indonesia

Kewaspadaan publik mengenai perbedaan flu dan selesma perlu ditingkatkan mengingat saat ini Superflu telah teridentifikasi di Indonesia. Varian virus influenza tipe A subclade K tersebut sudah teridentifikasi oleh otoritas kesehatan Indonesia sejak Agustus 2025 lalu.

Sampai akhir Desember 2025, sudah ada 62 kasus yang teridentifikasi melalui pemeriksaan whole genome sequencing (WGS). “Hingga 25 Desember 2025, subclade K telah terdeteksi sejak Agustus melalui pemeriksaan WGS,” ujar Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, Kamis (1/1/2026).

Berdasarkan data terbaru dari Kemenkes, hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Penyebaran tertingginya dari Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Kemenkes melaporkan kasus influenza kebanyakan menyerang kelompok perempuan dan anak-anak.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *