Seorang kepala desa di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, meninggal dunia setelah diserang oleh kawanan gajah liar. Kejadian tersebut terjadi saat pihaknya mencoba mengusir gajah yang memasuki area pertanian warga.
Kronologi Kades Tewas Terinjak Gajah Liar
Peristiwa berawal ketika sekelompok gajah liar memasuki lahan pertanian warga di Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur. Kepala desa bersama sejumlah warga setempat berusaha mengusir kawanan gajah agar kembali ke wilayah hutan. Mereka melakukan ini karena beberapa ekor gajah telah memasuki area persawahan dan mengganggu hasil panen petani.
Namun, upaya tersebut justru berujung tragis. Kawanan gajah menyerang Kepala Desa Braja Asri, Darusman. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Darusman tidak dapat diselamatkan. Balai Taman Nasional Way Kambas menjelaskan bahwa sebanyak 11 ekor gajah masuk ke kawasan pertanian warga, hingga akhirnya menyerang korban.
Peran Tim TNWK dalam Penanganan
Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menerima laporan tentang keberadaan gajah liar yang terjebak di kebun milik warga. Pukul 06.30 WIB, tim TNWK mendapat laporan dari Babinsa Braja Asri, Agus, bahwa ada seekor gajah liar terjebak di kebun karet masyarakat di samping Jembatan Putul.
Pada rentang waktu sekitar pukul 07.15 hingga 09.00 WIB, tim TNWK bersama Danramil, Kapolsek, dan Camat tiba di lokasi kejadian. Mereka kemudian menunggu kehadiran Kepala Desa Braja Asri, Darusman, untuk menentukan langkah penanganan yang akan dilakukan.
Setelah Darusman tiba sekitar pukul 09.00 WIB, disepakati bahwa gajah tersebut akan digiring kembali ke kawasan hutan. Namun, saat proses penggiringan berlangsung, terjadi miskomunikasi dengan tim blokade bawah.
Tim bawah masih berjaga di jalur masuk hutan sambil membunyikan dentuman dan petasan, sehingga gajah yang ketakutan justru berbalik arah ke atas. Dalam situasi genting tersebut, tim yang berada di posisi atas kehabisan persediaan mercon. Akibatnya, gajah liar menjadi agresif dan menyerang tim blokade atas.
Detik-detik Kematian Kades
Saat semua orang berusaha menyelamatkan diri, gajah menyerang Pak Darusman. Kejadian itu tercatat sekitar pukul 11.10 WIB. Darusman langsung dievakuasi oleh tim gabungan di lapangan bersama warga, namun sayang, nyawanya tidak tertolong.
Darusman bersama ratusan warga lainnya, sekitar pukul 10.30 WIB, berupaya mengusir puluhan gajah liar yang masuk ke kawasan perladangan agar tidak merusak tanaman milik warga. Sebelum peristiwa tersebut terjadi, Kusnan menuturkan bahwa Darusman sempat menerima tiga kali panggilan telepon dari warganya sekitar pukul 09.30 WIB.
Panggilan itu berisi laporan mendesak terkait masuknya kawanan gajah ke area pertanian. Menanggapi laporan tersebut, lanjut Kusnan, Darusman segera bersiap dan turun langsung ke lapangan bersama warga untuk ikut dalam upaya penghalauan gajah agar tidak semakin masuk ke wilayah desa.
Masalah Berulang dan Kekhawatiran Warga
Usai kejadian, Darusman sempat dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat oleh warga yang berada di lokasi. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan ia pun mengembuskan napas terakhir.
Kusnan menambahkan, peristiwa masuknya kawanan gajah liar ke wilayah permukiman dan pertanian warga sepanjang tahun 2025 bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah berulang kali. Ia menduga, kawanan gajah tersebut masuk ke desa untuk mencari sumber makanan dari tanaman pertanian milik warga.
Kusnan mempertanyakan sampai kapan masyarakat harus terus berjibaku menghalau gajah liar demi melindungi ladang yang menjadi sumber penghidupan mereka. Bahkan, menurutnya, menjelang musim panen, warga bukannya merasa gembira, melainkan justru diliputi kekhawatiran karena hasil tanamannya terancam dimakan gajah liar.
Permintaan Solusi Konkret
Kusnan menegaskan bahwa dirinya bersama warga desa penyangga TNWK membutuhkan langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Lampung Timur beserta jajaran terkait untuk menangani konflik ini. Pasalnya, bukan hanya Desa Braja Asri yang kerap dimasuki gajah liar, tetapi juga wilayah lain seperti Braja Selebah, Purbolinggo, dan Labuhan Ratu.
“Kalau nggak dihalau warga, habis ini tanaman jagung, padi, milik petani dimakan gajah liar. Inilah yang menjadi masalah bertahun-tahun,” ujar dia.
“Kalau tidak ada solusi konkret, kejadian ini ya bakal terus berulang dan berulang di kemudian hari,” ucap Kusnan.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











