Fenomena Pilih Kasih dalam Membantu Korban Bencana dan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah
Dalam berbagai bencana alam yang terjadi, baik itu banjir bandang Aceh 2025 atau gempa bumi lainnya, sering kali kita melihat fenomena pilih kasih (ashabiyah) dalam menolong korban. Hal ini tidak dianjurkan oleh Rasulullah SAW, karena dalam Islam, setiap muslim diwajibkan untuk saling membantu tanpa memandang latar belakang, keluarga, atau golongan.
Apa Itu Ashabiyah?
Ashabiyah merujuk pada solidaritas kelompok, semangat kesukuan, atau fanatisme kelompok yang menekankan kesetiaan buta pada kaum, keluarga, atau golongan. Dalam teori Ibnu Khaldun, ashabiyah merupakan “perasaan kelompok” atau “kohesi sosial” yang menjadi kekuatan pendorong sejarah, terutama di awal peradaban nomaden. Namun dalam Islam, ashabiyah dilarang karena dianggap sebagai penyakit yang menutup kebenaran dan merusak persaudaraan.
Ashabiyah bukan berarti dilarang mencintai keluarga atau bangsa, tetapi menjadi haram ketika loyalitas kelompok di atas kebenaran, keadilan, atau akidah Islam. Hal ini bisa memecah belah ukhuwah Islamiyah, khususnya dalam situasi bencana seperti banjir bandang.
Keutamaan Saling Membantu Sesama Muslim
-
Setiap kebaikan akan Allah balas dengan 700 ganjarannya
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 261) -
Allah akan hilangkan kesulitan orang yang membantu menghilangkan kesulitan saudaranya
“Barangsiapa menghilangkan satu kesulitan dari seorang mukmin ketika di dunia, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi keburukan seorang muslim, Allah akan menutupi keburukannya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim) -
Sebaik-baik manusia yang paling bermanfaat buat yang lainnya
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain,” (HR. Ahmad, Ath-Thabari) -
Setiap kebaikan yang dibuat akan kembali kepada diri sendiri
“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri.” (QS. Al-Isra:7) -
Allah akan bantu urusan orang yang membantu orang lain
“Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.” (Muttafaq ‘alaih)
Oleh karena itu, mari berlomba-lomba saling membantu sesama muslim juga membantu sesama umat manusia. Karena ini adalah ladang pahala bagi setiap diri, jangan melihat dan mengukur diri dengan orang lain saudaraku, karena setiap bantuan yang kita berikan tidak kembali kepada orang, tapi kembali kepada setiap diri.
Orientasi Saling Membantu Bagi Seorang Muslim
Pertama; Membantu Atas Dasar Ukhuwah Islamiyah
Aqidah Islam memerintahkan untuk saling tolong menolong dengan sesama muslim,
“Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya”. QS. Al-Maidah ayat 2
Sesama muslim itu ibarat satu bangunan, ketiadaan salah satu menampakkan kekurangan dari keseluruhan gedung yang ada, oleh karena itu harus saling menjaga dan membantu, tidak boleh pilih kasih;
Dari Abu Musa RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seorang mukmin dengan mukmin yang lain bagai sebuah bangunan yang sebagiannya mengokohkan sebagian yang lain.” (HR Bukhari)
Sesama muslim itu, umpama satu tubuh, sehingga harus saling menjaga;
Dari An-Nu’man bin Basyir RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan kaum mukmin dalam saling cinta, saling mengasihani, dan belas kasih mereka bagaikan satu jasad. Apabila satu anggotanya sakit maka seluruh tubuh akan merasakan tidak bisa tidur dan demam.” (HR Muslim)
Kedua; Membantu Atas Dasar Kemanusiaan
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu karena agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah: 8).
Mari kita bantu korban banjir bandang, dengan apa yang kita miliki, tanpa pilih kasih, semaksimal kemampuan yang ada. Meski dengan sebait do’a moga Allah mudahkan urusan kaum muslimin semua dimanapun mereka berada, terutama yang sedang ditimpa musibah bencana banjir bandang Aceh 2025.
Bantu juga yang bukan muslim jika mereka butub dan meminta, karena seorang muslim itu rahmat bagi sekalian alam dan ini adalah washilah dakwah bil hal dalam Islam.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











