Gejala Kanker Ovarium yang Perlu Diwaspadai
Kanker ovarium merupakan salah satu jenis kanker yang sangat berbahaya dan bisa terjadi pada wanita. Disebut sebagai ‘silent killer’, penyakit ini sering tidak menunjukkan gejala jelas pada tahap awal, sehingga sulit untuk didiagnosis secara dini. Oleh karena itu, penting bagi wanita untuk memahami gejala-gejala awal dari kanker ovarium agar dapat segera mengambil tindakan jika diperlukan.
Menurut ahli kebidanan dan kandungan dari M.D. Anderson Cancer Center, Shannon Westin, MD, gejala-gejala kanker ovarium sering kali disalahartikan sebagai kondisi lain. Hal ini menyebabkan diagnosis kanker ovarium menjadi terlambat, sehingga tingkat kesembuhan menjadi lebih rendah. Menurut American Cancer Society (ACS), kanker ovarium menyebabkan lebih banyak kematian daripada kanker lainnya pada sistem reproduksi perempuan. Berikut adalah beberapa gejala kanker ovarium yang perlu diwaspadai:
1. Nyeri Perut atau Panggul
Ahli onkologi ginekologi dari Moffitt Cancer Center, Mitchel Hoffman, MD, menjelaskan bahwa nyeri di area perut atau panggul bisa menjadi tanda bahwa kanker ovarium telah menyebar. Kanker ini bisa menyebar ke panggul, bagian atas perut, usus, dan diafragma. Selain itu, kanker ovarium juga bisa menyebabkan pembentukan cairan di perut yang disebut ascites, yang biasanya menimbulkan rasa sakit.
2. Mual
Mual berlebihan, bahkan sampai tidak mau makan sama sekali secara tiba-tiba, bisa menjadi tanda awal dari kanker ovarium. Ini terjadi karena ketika kanker ovarium menyebar, cara kerja usus dan organ pencernaan juga bisa terpengaruh. Jika tidak terkendali, seseorang bisa mengalami mual dan ingin muntah, serta penurunan nafsu makan. Kondisi ini bisa terjadi karena ada tumor yang tumbuh atau penumpukan cairan berlebih.

3. Selalu Kembung dan Sembelit
Jika Mama sering mengalami kembung dan sembelit secara mendadak, ini bisa menjadi tanda kanker ovarium. Kanker ovarium bisa mengganggu fungsi usus, sehingga otot-otot usus tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, sistem pencernaan akan terganggu, menyebabkan rasa kembung dan sembelit dalam waktu yang lama.

4. Frekuensi Pipis Meningkat
Tumor pada ovarium bisa membuat kandung kemih terdorong, sehingga kapasitasnya menjadi lebih sedikit daripada biasanya. Hal ini menyebabkan kandung kemih terasa penuh lebih cepat, sehingga frekuensi pipis meningkat.

5. Haid Tidak Teratur
Ketika ada tumor di indung telur, fungsi kerjanya bisa terganggu, sehingga siklus haid menjadi tidak teratur. Periodenya bisa menjadi lebih sering, lebih jarang, atau bahkan tidak ada sama sekali. Jika kondisi ini terjadi secara tiba-tiba dan terus-menerus, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

6. Nyeri Saat Berhubungan Intim
Nyeri saat berhubungan intim bisa terjadi karena adanya tumor ovarium yang mendorong bagian dalam vagina. Selain itu, perubahan hormon akibat kanker ovarium juga bisa membuat vagina menjadi kering, menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit saat berhubungan intim.

7. Rasa Terbakar di Perut
Kanker ovarium bisa menyebabkan dorongan refluks ke esofagus, yang menimbulkan sensasi panas dan terbakar mulai dari perut hingga kerongkongan. Gejala ini mirip dengan gangguan asam lambung (GERD). Meskipun gejala ini umum terjadi, tetap penting untuk memeriksa ke dokter jika kondisi tersebut terjadi dalam jangka waktu yang lama dan tidak kunjung sembuh.

Itu dia beberapa gejala kanker ovarium yang perlu diwaspadai sejak awal. Jangan abaikan rasa sakit yang sering muncul terus-menerus di bagian tubuh tertentu. Dengan mengetahui gejala-gejala ini, kita bisa lebih waspada dan segera mencari bantuan medis jika diperlukan.











