Peristiwa Tragis yang Menggemparkan
Seorang remaja berusia 12 tahun, yang masih duduk di kelas 6 SD dengan inisial AI, dilaporkan menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan ibu kandungnya, Faizah Soraya. Peristiwa ini mengejutkan masyarakat dan memicu perbincangan di media sosial. Banyak orang sulit percaya bahwa seorang anak seusianya bisa melakukan tindakan keji seperti itu.
Faizah Soraya ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah kasus ini viral, keluarga korban akhirnya memberikan pernyataan resmi.
Menurut pengakuan keluarga, suami korban diduga selingkuh dan sudah meminta cerai sebelum kejadian. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa suami korban mungkin terlibat dalam pembunuhan tersebut. Pengakuan ini disampaikan melalui akun @pakdebrewok2122 di kolom komentar Instagram @lambe_turah.
Klarifikasi dari Keluarga Korban
Keluarga korban menyatakan bahwa mereka tidak percaya bahwa AI, yang masih kelas 6 SD, melakukan pembunuhan karena alasan yang tidak masuk akal. Mereka merasa aneh karena AI tidak memiliki motif dendam terhadap ibunya.
Selain itu, sebelum kejadian, suami korban diketahui telah selingkuh dan meminta cerai, tetapi istri tidak mau. Akibatnya, mereka pisah ranjang. Namun, suami korban kembali ke rumah setelah beberapa waktu. Hal ini membuat keluarga semakin curiga.
Pernyataan dari keluarga juga menyebutkan bahwa AI ditemukan sedang menggenggam pisau di kamarnya saat kejadian. Suami korban mengklaim bahwa ia tidur di atas dan tidak mendengar apa-apa. Keluarga meminta polisi untuk menyelidiki kasus ini secara lebih teliti.
Penanganan Kasus oleh Praktisi Hukum
Praktisi hukum dan Ketua Peradi Kota Medan, Dwi Ngai Sinaga, menekankan pentingnya penyidikan kasus ini dilakukan dengan hati-hati dan teliti. Ia meminta Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan untuk melibatkan polisi wanita (Polwan) dan tim psikolog dalam proses pemeriksaan.
“Kita turut prihatin atas peristiwa ini. Kita minta agar dalam proses pemeriksaan hanya ditangani oleh Polwan dengan didampingi tim psikolog. Kasus ini harus ditangani secara jeli, teliti, dan ekstra hati-hati karena masih rawan dan dapat mengguncang jiwa si anak,” ujar Dwi Ngai Sinaga.
Ia juga menyampaikan keraguan terhadap kemampuan fisik seorang anak usia 12 tahun untuk melakukan serangan sebanyak 20 tusukan. Menurutnya, diperlukan ketelitian dan kejelian dari tim penyidik.
Anak SD yang Pendiam dan Berprestasi
Warga sekitar mengaku terkejut dengan peristiwa ini, karena AI dikenal sebagai anak yang baik, pendiam, ramah, dan berprestasi di sekolahnya. Mereka tidak menyangka bahwa AI bisa melakukan tindakan seperti itu.
“Kami tidak menyangka anaknya bisa melakukan itu. Ia adalah anak yang paling ramah, baik saat bertemu dengan orang. Tak hanya itu, ia juga berprestasi dalam mengikuti lomba di sekolahnya,” kata warga.
Warga juga mengungkapkan bahwa keluarga korban termasuk tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Korban hampir tidak pernah bergaul dengan tetangga dan sangat jarang keluar rumah.
Kronologi Pembunuhan
Polrestabes Medan sedang mendalami kasus pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya sendiri di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Peristiwa tragis terjadi pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.
Terduga pelaku yang diamankan saat ini berinisial A (12), perempuan berstatus pelajar SD menuju SMP. A diduga menikam ibunya, FS (42), hingga tewas di tempat tidur.
Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. “Pelaku sudah dibawa ke Polrestabes Medan, hingga kini masih proses pendalaman dan pemeriksaan dengan pendampingan,” ucapnya.
Bayu menjelaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap A dilakukan dengan hati-hati mengingat usianya yang masih di bawah umur dan kondisi psikologisnya. “Masih kita periksa, karena masih kecil dan trauma, dan harus ada pendamping nih,” kata AKBP Bayu saat dikonfirmasi awak media.
Sementara itu, motif di balik perbuatan keji tersebut masih menjadi fokus penyelidikan. Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk jumlah dan luka tusukan pada korban. “Untuk tusukan terhadap korban kita masih mendalami. Masih di dalami,” lanjutnya.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











