My WordPress Blog

Kesaksian Arum Indah: Rahasia Mengerikan Alex Iskandar Sebelum Pembunuhan Alvaro

Pernikahan yang Berujung Kekerasan dan Ancaman Menculik

Arum Indah, ibu dari Alvaro Kiano Nugroho (6), mengungkapkan bahwa ia telah berpisah dengan suaminya, Alex Iskandar (49), sejak 2024. Hal ini terjadi karena sifat temperamental Alex yang tidak bisa menerima anak-anaknya serta tindakan kekerasan fisik yang sering dilakukannya selama masa pernikahan.

“Awalnya, saya tidak pernah mengatakan kepada orang tua saya karena itu masalah rumah tangga sendiri,” ujar Arum saat ditemui di rumah duka di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Selasa (25/11/2025).

Ia juga mengungkapkan bahwa selama menikah, ia pernah mengalami kekerasan fisik. “Ada bukti-bukti foto saya dipukuli dan saksinya adalah adik-adiknya. Coba siapa yang mau hidup bersama orang seperti itu?” tambahnya.

Selain itu, Arum mengungkapkan bahwa Alex pernah mengancam akan menculik Alvaro. “Dia pernah berkata, ‘kalau lu enggak mau balik lagi sama gue, gue bakal culik anak itu’. Itu terjadi di tahun 2024, bulan Juni atau Juli.”

Awalnya, Arum menganggap ancaman tersebut sebagai candaan. Namun, hal itu ternyata menjadi nyata. Meskipun sudah berpisah, Alex masih terus berusaha untuk balikan dan mendekatkan diri kepada keluarga. Ia bahkan sering datang ke rumah.

“Pada 6 Maret 2025, saya memanggil Alex karena Alvaro hilang. Saat itu, saya menduga dia habis melakukan kekerasan terhadap Alvaro,” kata Arum.

Lokasi Pembuangan Jenazah yang Dipilih Secara Cermat

Fakta baru terungkap terkait pemilihan lokasi pembuangan jenazah Alvaro oleh ayah tirinya, Alex Iskandar. Lokasi tersebut tidak dipilih secara acak, melainkan didasarkan pada pengetahuan tentang lingkungan sekitar.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, menjelaskan bahwa Alex memiliki kerabat yang tinggal di wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengetahuan ini membuat pelaku memahami kondisi lingkungan, termasuk titik-titik yang jarang dilalui warga.

“Dia mengetahui lokasi mana yang sepi, termasuk tempat pembuangan sampah di bawah jembatan,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

Menurut Ardian, Jembatan Cilalay merupakan area yang tidak terlalu ramai dan sering digunakan warga sebagai lokasi pembuangan sampah. Hal ini membuat pelaku yakin bahwa jenazah korban akan sulit ditemukan, terlebih karena dibuang pada malam hari.

Pembunuhan dan Pembuangan Jenazah

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa Alvaro diculik pada 6 Maret 2025 dan dibunuh pada malam hari dengan cara dibekap. Tindakan ini dilakukan karena korban terus menangis setelah diculik oleh pelaku yang merupakan ayah sambungnya.

Jenazah Alvaro sempat disimpan di garasi rumah pelaku di kawasan Tangerang, Banten. Tiga hari kemudian, pada 9 Maret 2025, Alex membawa jenazah yang telah dibungkus plastik hitam menggunakan mobil berwarna silver.

Berdasarkan prarekonstruksi, Alex mengakui langsung membuang bungkusan tersebut ke area pembuangan sampah di bawah jembatan. Kerangka korban baru ditemukan pada Jumat (21/11/2025) setelah seorang saksi kunci memberikan informasi kepada penyidik mengenai lokasi tersebut.

Hasil Pemeriksaan Forensik

Saat ditemukan, kerangka sudah terpisah akibat proses pembusukan alami sehingga bukan merupakan mutilasi. Dokter forensik RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur, dr Farah, menjelaskan bahwa tulang yang diterima merupakan kerangka manusia berjenis kelamin laki-laki dengan ciri morfologi ras mongoloid.

“Kami menerima dua kantong jenazah, di mana salah satu kantong berisi dua helai pakaian berupa satu helai kemeja lengan panjang putih dan satu helai celana pendek. Sementara satu kantong lainnya berisikan beberapa potong kerangka atau tulang belulang,” ujarnya.

Dari hasil analisa terhadap tulang tersebut, tim dokter mendapatkan potongan tulang kerangka manusia bercampur dengan beberapa pasir dan beberapa tulang yang diduga bukan berasal dari manusia. Dari tulang yang berasal dari manusia, tim dokter bisa memperkirakan sejumlah identifikasi, salah satunya perkiraan ras, yakni mongoloid.

Pemeriksaan DNA dan Proses Lanjutan

Tim dokter telah mengambil sampel DNA jenazah tersebut. Sampel tersebut sudah diserahkan ke penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk dilanjutkan pemeriksaan lebih lanjut.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *