My WordPress Blog

Kekacauan Saat Operasi Zebra, Pengendara Tabrak Polisi

Insiden Menabrak Polisi Saat Operasi Zebra Otanaha di Gorontalo

Pada hari Senin (24/11/2025), terjadi insiden menarik perhatian saat pelaksanaan Operasi Zebra Otanaha di Jalan Pangeran Hidayat, Kota Gorontalo. Seorang pengendara sepeda motor menabrak petugas kepolisian saat sedang dilakukan pemeriksaan lalu lintas. Kejadian ini berawal ketika pengendara tersebut panik dan mencoba menghindari pemeriksaan.

Menurut keterangan pengendara, ia mengaku tidak sengaja menabrak anggota polisi karena motor yang dikendarainya mengalami kendala pada gas. “Maaf pak, saya panik. Motor saya gasnya tertarik sendiri,” ujar pengendara singkat. Meski demikian, akibat tabrakan tersebut, tangan polisi mengalami cedera.

Selain itu, setelah diperiksa, ternyata pengendara tersebut tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Hal ini memperkuat kekhawatiran akan tingginya jumlah pelanggaran lalu lintas di wilayah tersebut.

Pelanggaran Lalu Lintas yang Dijaring dalam Operasi Zebra Otanaha

Operasi Zebra Otanaha 2025 berlangsung dari tanggal 17 hingga 30 November 2025. Dalam operasi ini, terdapat delapan jenis pelanggaran yang menjadi fokus penindakan. Berikut adalah beberapa pelanggaran utama:

  • Menggunakan Handphone Saat Berkendara

    Penggunaan handphone saat berkendara sangat berbahaya karena dapat mengganggu konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan.

  • Pengendara di Bawah Umur

    Pengendara yang masih di bawah umur ditindak karena dianggap belum memiliki keterampilan dan kedewasaan untuk mengemudi.

  • Berboncengan Lebih dari Satu Orang

    Praktik ini melanggar aturan dan membahayakan keselamatan pengendara serta penumpang.

  • Tidak Menggunakan Helm atau Sabuk Pengaman

    Pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm standar serta pengemudi mobil yang tidak menggunakan sabuk pengaman akan ditindak.

  • Berkendara dalam Pengaruh Alkohol

    Pengemudi atau pengendara yang terbukti dalam pengaruh alkohol akan ditindak tegas karena sangat berbahaya bagi keselamatan diri dan orang lain.

  • Melawan Arus

    Pelanggaran ini sering menyebabkan kecelakaan dan mengganggu kelancaran lalu lintas.

  • Melebihi Batas Kecepatan

    Kecepatan berlebih menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan fatal di jalan raya.

  • Kendaraan dengan Muatan Berlebih (ODOL)

    Kendaraan yang membawa muatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL) akan menjadi sasaran. Pelanggaran ini tidak hanya merusak jalan, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lain.

Pendekatan Humanis dalam Operasi Zebra Otanaha

Meskipun penindakan dilakukan secara tegas, Polres Gorontalo menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan tetap humanis agar masyarakat merasa nyaman dan tidak terintimidasi. Kasat Lantas Polresta Gorontalo, AKP Mutiara Puspitasari Hartono menjelaskan bahwa dalam minggu pertama operasi, penindakan bersifat preventif, kemudian masuk ke tahap represif.

Selain itu, Satlantas juga melakukan sosialisasi bersama pemerintah daerah. Masyarakat tidak langsung ditilang untuk pelanggaran ringan, tetapi diberikan teguran. Nantinya, akan ada sosialisasi melalui videotron untuk memberikan pemahaman lebih lanjut tentang keselamatan berlalu lintas.

AKP Mutiara juga mengimbau masyarakat agar melengkapi dokumen dan perangkat keselamatan saat berkendara. “Yang belum punya SIM dan STNK agar segera diurus, dan jangan lupa kelengkapan kendaraan termasuk kaca spion,” katanya.

Titik Rawan dan Personel yang Diterjunkan

Satlantas mencatat enam titik rawan kecelakaan yang menjadi fokus operasi berdasarkan data tiga bulan terakhir. Sebanyak 31 personel diterjunkan, terdiri dari anggota Satlantas, provost, dan biro operasi. Selain itu, pengendara lain yang menghindari razia juga terlihat memilih putar balik untuk menghindari pemeriksaan.

Hingga pukul 11.30 Wita, tercatat 31 kendaraan roda dua berhasil diamankan. Mayoritas pelanggaran meliputi tidak memiliki SIM, tidak membawa STNK, dan tidak menggunakan helm.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *