My WordPress Blog

Pencarian 3,5 Jam di Bengawan Solo, Bocah Tenggelam Belum Ditemukan

Pencarian Bocah yang Tenggelam di Bengawan Solo Berlangsung Terus Menerus

Pencarian terhadap bocah berusia 9 tahun, AFA, yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo kembali dilanjutkan pada hari Sabtu (4/4/2026) pagi. Proses pencarian ini merupakan hari kedua yang dilakukan oleh petugas gabungan dan warga setempat.

Hingga saat ini, korban masih belum ditemukan meskipun proses pencarian telah berlangsung selama 3,5 jam. Tim gabungan terdiri dari personel kepolisian, TNI, BPBD, relawan, serta masyarakat sekitar. Mereka bekerja sama untuk menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet dan peralatan pencarian lainnya.

Pencarian dilakukan di Desa Laren, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Korban diketahui tinggal di Dusun Ketintang, Desa Laren RT 01/RW 01. Proses pencarian dipimpin langsung oleh Kapolsek Laren, Iptu Witono Hariadi. Ia mengatur pembagian tim untuk memperluas area pencarian korban.

Selain petugas, warga juga turut serta dalam kegiatan pencarian. Mereka membantu dengan memantau tepian sungai dan area yang diduga menjadi titik korban tenggelam. Sebagian warga bahkan menggunakan perahu tradisional untuk membantu proses penyisiran.

Petugas membagi pencarian menjadi beberapa sektor, mulai dari titik korban dilaporkan tenggelam hingga beberapa kilometer ke arah hilir Sungai Bengawan Solo. Warga Desa Laren juga memberikan informasi penting yang bisa membantu proses pencarian.

Sampai pagi hari, korban masih belum ditemukan. Petugas mengimbau masyarakat, khususnya warga yang berada di sekitar bantaran Bengawan Solo, agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda atau informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban.

Diketahui bahwa korban adalah siswa kelas 2 MI. Sebelum kejadian, korban berpamitan kepada ibunya untuk bermain sepak bola bersama teman-temannya di Lapangan Centong, Desa Laren. Setelah bermain, korban bersama teman-temannya mandi di Sungai Bengawan Solo yang berjarak sekitar 50 meter dari lapangan.

Diduga karena tidak bisa berenang, korban langsung tenggelam dan terseret arus sungai yang cukup deras dan kedalaman cukup tinggi. Tiga orang saksi, IR, HK, dan RF yang merupakan teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun tidak berhasil. Mereka kemudian berteriak meminta bantuan, namun karena lokasi cukup jauh dari permukiman, pertolongan tidak segera datang.

Warga sekitar datang dan melakukan pencarian secara manual, namun hingga malam hari korban belum berhasil ditemukan. Setelah pencarian hingga 3,5 jam berjalan, korban masih belum berhasil ditemukan. Petugas mendapati permukaan air Bengawan Solo sedang tinggi dan arus bawah sungai cukup deras.

“Kami istirahat sekali karena cuaca sangat panas. Ini kembali dilanjutkan,” kata Hamzaid, salah satu petugas yang terlibat dalam pencarian tersebut.


Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *